Menelusur Data Keuangan Koperasi Melalui Program Excel

Jum’at (26/06/2015), Pra Koperasi Sekar Arum, Desa Semin, Kecamatan Semin, Gunungkidul melakukan inputing data keuangan koperasi. Kegiatan dilakukan oleh bendahara koperasi bersama pendamping dari Yayasan Satu Karsa Karya (YSKK).

Dalam prosesnya, inputing data keuangan menggunakan program excel yang ada pada computer. Agar bendahara lanyah dalam mengoperasikan computer dan paham bagaimana proses inputing, pendamping dari YSKK sedikit demi sedikit mengajari bendahara agar lanyah menggunakannya.

Terlihat bendahara koperasi cepat sekali menanhgkap atas apa yang diajarkan oleh pendamping dari YSKK. Sesekali pendamping meminta untuk bendahara melakukan inputing data sendiri atas apa yang sudah diajarkan. Ketika bendahara ditinggal pendamping sholat, dia cukup piawai dan teliti dalam melakukan inputing data.

Adapun hal-hal yang diajarkan pendamping kepada bendahara aiantaranya adalah terkait bagai mana membuat form inputing data keuangan. Yang mana di dalamnya berisi tentang bagaimana membuat rumus, bagaimana meng-copy, bagaimana membuat angka agar lebih mudah dll.

Dari proses inputing yang dilakukan sejak pagi, akhirnya tepat pukul 15.30 WIB proses inputing data keuangan dari bulan Januari – Mei terselesaikan juga. Hasilnya, tidak ada sedikit kesalahan yang dilakukan oleh bendahara dalam melakukan proses pencatatan sampai pembuatan laporan.

Sebagai tindak lanjut, setelah bendahara paham dan tahu bagaimana melakukan inputing, maka setiap bulan bendahara akan melakukan inputing sendiri. Selain itu, bendahara juga akan selalu intensif dalam melakukan konsultasi dengan pendamping.

Surakarta, 29 Juni 2015

Yuliana Paramayana

Posted in Catatan Lapangan | Tagged | Leave a comment

Pentingannya Menengok Apa yang Sudah Direncanakan

Jika seseorang tidak mempunyai tujuan maka seseorang tersebut sudah dipastikan tidak mempunyai rencana. Demikian sebaliknya ketika orang mempunyai rencana, sudah dipastikan mereka mempunyai tujuan. Hanya saja, apakah apakah rencana-rencana yang sudah dibuat itu sudah dilaksanakan untuk menggapai tujuan? Makah hal tersebut butuh kerja keras, fokus untuk satu tujuan dan selalu melihat apa yang sudah direncanakan sesuai atau tidak.

Rabu (24/06/2016), Koperasi Wanita Mitra Usaha Perempuan dalam rangka melihat sejauh mana mencapaian tujuan koperasi, para pengurusnya menelisik kembali rencana kerja yang telah direncanakan pada tahun 2015.

Hasil review, ternyata ada beberapa program kerja yang sudah terlaksana maupun belum terlaksana adapun capaiannya adalah sebagai berikut:

  1. Santunan pada bulan puasa akan diberikan kepada 24 anak yatim-piatu dan terlantar dengan nominal nilai per orang adalah Rp. 30.000,-
  2. Koordinasi sebulan sekali ke Dinas PERINDAGKOPESDM selalu terlaksana dan teragenda.
  3. Jumlah anggota sebanyak 106 orang atau target sudah mencapai 86,88%
  4. Kredit macet dibawah 1% yaitu 0,95%
  5. Pengadaan tabungan lebaran dan pendidikan tidak begitu diminati masyarakat. Karena masyarakat cenderung invest dalam bentuk barang atau hewan yang sewaktu-waktu bisa dijual.
  6. Simpanan sukarela belem memenuhi target. Cenderung turun dari tahun sebelumnya. Tapi pengurus meyakini bahwa setelah lebaran tabungan akan meningkat.
  7. Bunga pinjaman sudah diturunkan yaitu dari 2% menjadi 1,5%
  8. Jumlah induk gaduhan kambing belum mengalami peningkatan, justru berkurang 1 karena ada kematian. Meski demikian anakan kambing mengalami peningkatan dengan posisi sekarang jumlah anakan kambing sebanyak 14 ekor.
  9. Pengadaan inventaris belum dilakukan dan sementara ini masih menggunakan yang lawas.

Kemudian terkait dengan inputing data keuangan Kopwan Mitra Usaha Perempuan sudah melakukannya secara mandiri sampai bulan Maret 2015.

Karena bulan Juni 2015 adalah bertepatan dengan bulan ramadhan, maka koperasi akan memberikan parsel kepada pengurus sebagai ucpan terimakasih atau THR semampunya koperasi dengan nilai masing-masing orang sebesar Rp 50.000,- yang akan dibelikan makanan dan minuman.

Terlihat dari deskripsi diatas, bahwa melihat kembali program kerja yang telah direncanakan dalam peridoe tertentu sangatlah penting. Selain itu meningkatkan kesejahteraan pengurus agar semangat dalam mengurus koperasi juga penting. Demikianlah hal yang bisa ditarik pelajaran dari pengelolaan koperasi Mitra usaha Perempuan Pada Bulan Juni 2015 ini.

Surakarta, 25 Juni 2015

Yuliana Paramayana

Posted in Catatan Lapangan | Tagged | Leave a comment

Perempuan Menghadapi Masyarakat Ekonomi ASEAN

Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) tinggal menghitung bulan. Tak terlihat kepanikan sedikit apapun dari masyarakat Indonesia. Ternyata hasil diskusi dalam forum-forum pertemuan kelompok, banyak masyarakat khususnya perempuan tidak tahu apa itu MEA.

Seperti halnya kemarin (22/06/2015), saat Pra Koperasi Sekar Arum melakukan pertemuan anggota di Balai Desa Semin, Gunungkidul Yogyakarta, dimana mereka selaku perempuan pengusaha mikro baru mendengar MEA baru kali waktu itu juga.

Mulai kebingungan, itu yang terlihat ketika mereka mendapat penjelasan pendamping Pra koperasi dari Yayasan Satu Karsa Karya (Yuli/28). “Kira-kira apa yang harus dilakukan”, itulah ungkapan yang keluar dari pembicaraan mereka.

Cukup miris memang ketika mendengar para perempuan pengusaha mikro yang tidak paham tentang MEA. Apalagi kekurang siapan pemerintah dalam menghadapi MEA. Sementara negara tetangga sudah mulai mempelajari bahasa Indonesia, melakukan sosialisasi-sosialisasi ke sekolah-sekolah dan masyarakat.

“Tidak perlu muluk-muluk untuk berbenah dan bersiap diri”, itulah yang pendamping sampaikan kepada ibu-ibu dalam rangka menghadapi MEA. Dimana ketika pemerintah tidak menyediakan fasilitas dan memberikan pemahaman tentang jalurnya, maka hal kecil yang bisa dilakukan perempuan adalah membuat gerakan “Cinta Produk Olahan Lokal” dan melakukan inovasi-inovasi produk yang bisa dikembangkan.

Surakarta, 23 Juni 2015

Yuliana Paramayana

Posted in Catatan Lapangan | Tagged | Leave a comment

Pentingnya Inputing Data Keuangan Koperasi Guna Mendeteksi Kesalahan Sejak Dini

Setengah tahun sudah berjalan Koperasi Wanita Karya Perempuan Mandiri Desa Watusigar menjalankan usahanya di tahun 2015 ini. Banyak hal yang menjadi catatan bagi koperasi untuk di tindak lanjuti baik dari segi administrasi organisasi maupun program kerja yang telah dibuat pada tahun 2015.

Satu demi satu apa yang menjadi pekerjaan rumah tangga koperasi mulai di selesaikan. Pada hari Selasa, 16 Juni 2015, dimulai dari bendahara bersama pendamping dari Yayasan Satu Karsa Karya (YSKK) melakukan inputing data keuangan.

Hal itu penting, karena sejak Januari sampai Juni 2015 koperasi belum melakukan inputing data, pada hal jika terjadi kesalahan akan berdampak pada perbaikan secara menyeluruh pada laporan keuangan.

Diawal proses inputing, hal yang pertama dilakukan adalah melakukan inputing data simpanan di masing-masing pos laporan keuangan dengan menggunakan data pada BUM (Buku Uang Masuk) koperasi.

Karena jumlah anggota cukup banyak, maka proses inputing berjalan cukup lama. Meski lama, hasilnyapun tidak mengecewakan, dimana semua hasil inputing sesuai dengan apa yang tertulis pada laporan keuangan. Hal tersebut juga mengindikasikan bahwa bendahara dalam melakukan pencatatan selama ini cukup rapi, disiplin dan sesuai dengan real-nya

Mata kelihatannya mulai berkunang-kunang dan lelah, harusnya proses inputing data keuangan masih berlanjut pada tahap inputing untuk pos piutang, tapi proses dihentikan dan akan dilanjutkan pada hari berikutnya.

Hal tersebut penting, karena tidak baik memaksakan kondisi mata dan fisik yang kurang mendukung untuk mengerjakan hal-hal yang berkaitan dengan angka yang begitu banyak jumlahnya, kemudian harus check antara data yang satu dengan yang lain.

Akhirnya di sepakati, kegiatan proses inputing akan dilakukan pada hari Kamis, 18 Juni 2015 di kantor Koperasi Wanita Karya Perempuan Mandiri.

Surakarta, 17 Juni 2015

Yuliana Paramayana

Posted in Catatan Lapangan | Tagged | Leave a comment

Perempuan Berhadapan dengan Birokrasi Pemerintahan

Selasa (26/05/2015)_, bendahara (koperasi “Sekar Arum” (Niken/30) bersama dengan pendamping dari Yayasan Satu Karsa Karya Solo (Yuli/28) melakukan koordinasi di Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi  Energi dan Sumber Daya Alam (Perindakop & ESDM) dan Dinas Kesehatan pemerintah daerah Kabupaten Gunungkidul.

Agenda yang diangkat dalam koordinasi adalah pemberkasan koperasi dan pengurusan nomer P-IRT. Sesampainya disana, terlihat ruangan bagian koperasi kosong tak satupun orang bisa ditemua. Pendamping mencoba bertanya kepada tetangganya dibagian perdagangan, ternyata semua staf sedang melakukan kgiatan lomba “Tangkas” tingkat SMA di Gedung PGRI. Tapi kenapa tidak ada orang satupun yang menjaga kantor, bagaimana kalau ada maling?

Karena tidak dapat informasi yang utuh, langkah yang diambil selanjutnya adalah menghubungi Kabag koperasi (Sigit/45) lewat telphon. Hasilnyapun memang para staf ada yang tugas di provinsi dan ada pula yang sedang ada kegiatan di Gedung PGRI. Kemudian terkait berkas pembadan hukuman koperasi “Sekar Arum” Kabag koperasi menyampaikan untuk berkas minta diletakan di Meja ibu Giayarti yang mengurusi pemberkasan untuk kemudian agar segera ditindak lanjuti.

Tak lama kemudian mereka meninggalkan kantor bagian koperasi dan lanjut ke dinas kesehatan untuk mengurus nomer P-IRT. Sesampainya di Dinas Kesehatan ketemulah dengan bapak Suanryo yang sebelumnya mengunjungi atau melakukan survey ditempat pemproduk.

Ketika ditanya-tanya mengenai kenapa sertivikat kenapa belum jadi. Ternyata sertifikat dan nomer P-IRT belum ditemukan dokumennya, entah sudah dibuat atau belum. Tapi setelah ditelisik dan melihat arsip, hasil sebenarnya ibu-ibu koperasi telah lulus dan mendapatkan sertivikat. Kanapa tidak ada?

Ternyata setelah ditelisik pasca pergantian kepala dinas, ada beberapa data yang belum ditindak lanjuti. Kemudian terkait sertivikat setelah kurang lebih 30 menit mencari, akhirnya ketemu.

Diakhir sesi, ibu-ibu meminta untuk nomer P-IRT masing-masing produk jadi setbelum puasa tiba. Selain itu mereka memberikan masukan kepada dinas, agar kedepan kejadian tersebut tidak terulang kembali. Sehingga harapannya hambatan-hambatan bagi perempuan pengusaha mikro dalam berusaha bisa terminimalisir

“Dibilang rumit juga tidak tapi melelahkan, itulah ketika berurusan dengan birokrasi, tinggal kita ada kemauan atau tidak”, tukas pendamping dari YSKK. Harus tegas dan berani beradu argumen untuk menuntut hak-hak mereka yang belum dipenuhi oleh pemerimtah.

Kesabaran juga menjadi kunci utama dalam menjalaninya,diselingi dengan candaan selayaknya teman itu jauh lebih enak serta mudah diterima dalam menjalin komunikasi. Tidak boleh putus asa, pesimis ataupun berasumsi sebelum semuanya jelas, Itulah tips berinteraksi dengan birokrasi.

Surakarta, 27 Mei 2015

Yuliana Paramayana

Posted in Catatan Lapangan | Tagged | Leave a comment

Tiga Jam Bicara Kemandirian Ekonomi dan Posisi Politik Perempuan

Satua jam setelah menjadi pendengar dan pengamat yang baik dihadapan para perangkat-perangkat desa yang sedang bersantai ria di Balai Desa Semin, Gunungkidul (22/05/2015), yang terdiri dari bapak-bapak semua, akhirnya tiba pula waktu untuk berbincang-bincang dengan para perempuan dalam rapat pengurus dan pertemuan anggota koperasi.

Banyak agenda yang didiskusikan dan dilakukan oleh para perempuan pada hari itu, mulai pembahasan pembadan hukuman koperasi, kredit macet, latihan pembuatan sirup, pengurusan P-IRT,  kegiatan simpan pinjam, dan mendorong perempuan terlibat dalam ranah publik strategis.

Dalam rangka pembadan hukuman, tabungan dalam bentuk deposito sebagai persyaratan terakhir sudah jadi dan akan diserahkan pada tanggal 26 Mei 2015. Kemudian terkait dengan kredit macet pengurus akan membuat surat penagiahan dan peringatan. Selanjutnya terkait dengan pelatihan pembuatan sirup yang sudah tertuda selama 5 bulan, koperasi akan mengadakannya pada tanggal 26 Mei 2015 pukul 13.00 WIB di rumah ketua koperasi. Sedangkan terkait pengurusan P-IRT, pengurus akan mengkonfirmasinya pada saat perjalan ke dinas.

Sementara dalam rangka mendorong perempuan untuk tergugah motivasinya dalam berwirausaha dan  berperan dalam ranah publik strategis, pendamping dari Yayasan Satu Karsa Karya (YSKK) membagi pengalamannya saat tinggal beberapa bulan di Kupang dan  membagi pengalamannya saat satu jam berbincang-bincang dengan perangkat desa.

Pada dasarnya kondisi perempuan di Jawa jauh lebih baik dibanding dengan perempuan di Kupang. Dimana dari segala akses, perempuan di Jawa aksesnya jauh lebih mudah dan dekat, baik akses air, infrastuktur, penerangan dll. Sehingga para perempuan di Jawa diajak belajar dan mengambil hikmah dari bagaimana perempuan di Kupang bisa bertahan hidup dengan segala keterbatasannya. Bukan lantasan ketika akses mudah justru membuat perempuan malas untuk melakukan sesuatu.

Dari sudut pandang para laki-laki, ternyata perempuan mempunyai posisi yang berbeda. Mereka biasa dijadikan bahan perbincangan bahkan sampai bahan pecandaan. Dari sisi keterlibatan dalam pembangunan desa, perempuan hanya dilibatkan dalam pembuatan dan pelaksana program. Sementara kebijakan masih dipegang oleh kaum bapak-bapak baik dalam forum formal maupun non formasl. Sehingga kondisi tersebut perlu untuk perempuan terlibat dan aktif dalam ranah publik strategis untuk menyuarakan hak-hak kaumnya.

Dari dua sudut pandang tersebut, ibu-ibu yang awalnya tidur saat pertemuan akhirnya terperangak dan bangun dari tidurnya. Terlihat para ibu-ibu mulai bersemangat dalam berkoperasi, apalagi dengan adanya doorprize untuk para anggota yang hadir dalam pertemuan. Dalam ranah publik strategis, banyak kaum perempuan yang mendaftar dalam seleksi perangkat desa pada tahun 2015 ini. Agar perempuan lolos seleksi, para perempuan akan megawal jalannya seleksi dan mendorong agar panitia seleksi ada yang dari perempuan.

Surakarta, 25 Mei 2015

Yuliana Paramayana

Posted in Catatan Lapangan | Tagged | Leave a comment

Latihan Drama Ala Ibu-ibu Koperasi

Senin (18/05/2015)___, Para pengurus koperasi dari 3 wilayah (Kampung, Watusigar, Semin) Gunungkidul melakukan pelatihan drama dalam rangka peringatan HUT Yayasan Satu Karsa Karya (YSKK) yang ke-14.

Pelatihan dalam rencana dimulai pada pukul 13.00 WIB, tapi dalam prakteknya karena ibu-ibu banyak yang telat maka pelatihan baru dimulai pukul 14.00 WIB. Jumlah pesertapun tidak sesuai dengan yang direncanakan. Sehingga dalam prosesnya terdapat beberapan peran yang dogantikan dari ibu-ibu pengurus koperasi yang ada.

Terdapat perubahan substansi dalam latihan drama teresbut. Karena memang dengan adanya perubahan peserta yang ikut pelatihan berdampak signifikan. Alur cerita yang awalnya melibatkan peran YSKK dalam proses pendampingan masuk bagian substansi drama, akhirnya dihilangkan dan diganti peran pemerinta kabupaten dalam mendampingi koperasi.

Terlihat pula ibu-ibu mengalami kesulitan, meski tidak sempurna akhirnya pelatihan drama selesai. Kemudian terkait dengan perlengkapan drama, ibu-ibu tidak mau ambil pusing  mereka tidak ada skenario apapun. Meski sudah diberi masukan, mereka tetap tidak mau ribet. Sehingga hasilnyapun terlihat garing dan kurang bergairah.

Pelatihanpun selesai tepat pada pukul 16.30 WIB dan beberapa pengurus mulai menyiapkan presentasi program dan menghafalkan beberapa teks bagi yang baru terlibat.

Surakarta, 25 Mei 2015

Yuliana Paramayana

Posted in Catatan Lapangan | Tagged | Leave a comment