Kajian Kritis Undang-Undang Perkoperasian No 17 Tahun 2012

Kamis, 6 Februari 2013 adalah hari dimana para penggiat koperasi berkumpul dan berdiskusi untuk mengkaji terkait UU No 17 Tahun 2013 yang dirasa telah melanggar konstitusi dan tidak memihak pada rakyat. Dimana pertemuan tersebut dihadiri oleh kaum akademisi, mahasiswa, NGO local dan nasional, dan para pelaku koperasi lainnya.

Dalam konteks ekonomi kerakyatan atau demokrasi ekonomi, kegiatan produksi dan konsumsi dilakukan oleh semua warga masyarakat dan untuk warga masyarakat sedangkan pengelolanya dibawah pimpinan dan pengawasan anggota masyarakat (Mubyarto, 2000). Dimana prinsip tersebut hanya dapat diimplementasikan dalam wadah koperasi yang berasakan kekeluargaan. Sementara dalam konteks saat ini dengan munculnya UU No 17 tahun 2012 tentang perkoperasi membuat sebagian besar kalangan melakukan protes dan penggalangan masa untuk diperkarakan di Makamah Konsitusi. Hal tersebut dikarenakan dalam UU No 17 tahun 2012 terdapat beberapa pasal yang tidak berpihak pada masyarakat. Pasal tersebut diantaranya adalah:

1. Bab I Pasal 1 ayat 1 (Definisi koperasi)

Dimana dalam pasal tersebut entitasnya lebih pada nilai materialitis bukan pada penempatan serta keterlibatan manusia (orang-orang) dalam proses terbentuk dan keberlangsungan hidup koperasi. Sehingga memungkinkan bahwa manusia (orang-orang) akan menjadi objek badan usaha dan bukan subjek dari koperasi.

2. Pasal 50

Tentang kewenangan pengawas yang superior dimana dampak dari itu adalaha:

  • Menafikan hak serta kesempatan yang melekat pada setiap anggota untuk bias memilih dan dipilih
  • Membunuh karakteristik dan budaya organisasi koperasi. Dimana membuat pengawas memiliki dominasi terhadap semua proses dalam koperasi
  • Menghilangkan hak anggota untuk terlibat aktif dalam pengembangan organisasi dan keuangan lembaga
  • Memicu ketidak seimbangan dalam proses aplikasi koperasi
  • Membelenggu kebebasan masyarakat dalam menentukan pilihan bergabung dalam koperasi

3. Pasal 66 ayat 1, pasal 57 (Tentang permodalan koperasi)

  • Membuka peluang terhadap proses pemberangusan swadaya koperasi dengan memberikan tonomi-nya pada pihak-pihak diluar koperasi dan membuat koperasi terpaksa harus menyerakan kemerdekaa-nya pada para pemilik modal.
  • Member Base dalam koperasi akan berganti dengan capital base
  • Membuka peluang yang cukup besar terhadap etikat tidak baik berbagai pihak berupai “money laundry” yang bias dilakukan dengan leluasa di lembaga koperasi karena tidak adanya pembatasan yang jelas.

4. Pasal 82 ayat 2, pasal 83 (Tentang penjenisan koperasi)

Dimana dalam pasal ini memberikan dampak:

  • Menafikan berjalannya interaksi 2 arah anatara lembaga dan pemilik secara aktif sesuai kebutuhan pemilik (anggota)
  • Merusak system pelayanan dari tiap koperasi yang sejenisnya dll

Dalam konteks ekonomi kerakyatan atau demokrasi ekonomi, kegiatan produksi dan konsumsi dilakukan oleh semua warga dan untuk warga masyarakat.

Dengan adanya beberapa pasal dalam UU koperasi No 17 Tahun 2013 yang tidak berkeadilan ini muncul sebuah aksi bersama. Dimana PUSKOPWANJATI senbagai salah satu koperasi wanita terbesar di Jawa Timur telah melakukan proses untuk mengajukan yudisial review ke Makamah Konstitusi. Dimana PUSKOPWANJATI didampingi oleh LBH dari Universitas Brawijasa.

Sebagai titik tolak, kajian kritis mengenai UU No 17 Tahun 2013 di Suarakarta juga mempunyai kesepemahaman yang sama. Dimana dari pertemuan tersebut terbentu jaringan yang diberi nama “Daulat”. Jaringan tersebut dikoordinatori oleh Ibu Yanti dari ASPPUK dan Bpk Alim dari LPTP kemudian dalam jaringan tersebut terbentuk tim. Dimana  tim yang terbentu ada 3 tim yaitu tim yang mengkaji tentang sejarah koperasi, kemudian tim yang mengkaji tentang ideologi dan tim yang mengkaji tentang relasi. Selain itu dari jaringan tersebut akan dibuat Web sitenya, friupnya dan meilinglist.

Kemudian Tim akan berkumpul 1 bulan kemudian untuk saling shearing terkait dengan ddraft yang sudah jadi dimasing-masing tim.

8 Februari, 2013

Yuliana

Staf Program Yayasan Satu Karsa Karya

This entry was posted in article, Catatan Lapangan and tagged . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s