Pendampingan Koperasi#2

Selasa, 12 Februari 2013 di Kantor Koperasi Wanita “Mitra Usaha Perempuan” sedang diadakan rapat pengurus. Agenda rapat pengurus adalah evaluasi RAT Tahun buku 2012, Kredit Macet, Pembenahan laporan keuangan, usaha koperasi dan keanggotaan, rencana siapa yang hadir ke Dinas PERINDAGESDM. Dengan adanya proses pergantian pengawas dan beberapa pengurus, muncul sebuah semangat dan motivasi yang baru sehingga pengurus kompak dalam menjalankan tugasnya. Dimana dalam rapat pengurus dihadiri 6 pengurus (100%).

Dalam proses pembahasan agenda rapat pengurus koperasi diperoleh hasil diantaranya adalah:

  1. Evaluasi RAT

–   Undangan bagi anggota harus ada

–   Hadiah bingkisan diberikan saat acara pembukaan

–   Produk anggota koperasi ditampilkan

–  Biaya RAT di anggarkan secara inci. Karena ada yang kelupaan terkait dengan biaya-biaya yang seharusnya di cover dalam RAT

2. Pembenahan Laporan Keuangan

Terdapat laporan keuangan per Januari 2013, hanya saja karena banyak biaya RAT yang tidak dicover pada bulan Desember maka beberapa biaya RAT khususnya transport tamu undangan dibiayakan dibulan Januari.

  1. Usaha Simpan-Pinjam

– Terdapat kredit macet sejumlah Rp160.000,- atas nama pak Kardi. Rencana pengurus akan memotongkan lewat biaya sewa kantor

– Terdapat kredit macet Rp 665.000 atas nama Bu Parmi yaitu mantan pengawas. Rencana pengawas yang baru akan membantu menagih.

  1. Usaha dagang

– Pengurus tetap melanjutkan usaha kelontong, dimana mereka menganggap bahwa usaha kelontong sedikit demi sedikit meringankan pegelola yang tidak punya usaha dan memberikan pemasukan bagi koperasi.

– Terkait dengan gaduhan kamping, pengurus meminta YSKK mempersiapkan terlebih dahulu sistemnya. Karena kalau tidak dipersiapkan bias menimbulkan konflik. Selain itu karena keterbatasan modal, mereka berasumsi bahwa gaduhan kambing akan bias dilaksanakan pada pertengahan tahun.

  1. Keanggotaan

–  Terdapat 4 peningkatan jumlah anggota koperasi

– Adanya rencana strategi pengurus untuk mengajak teman di PKK dan saudara untuk bergabung dikoperasi

  1. Pengurus yang akan hadir dalam undangan Dinas PERINDAGKOPESDM

Pengurus yang akan menghadiri undangan dari Dins PERINDAGKOPESDM adalah ketua dan sekretaris (Mbk Harmi dan Mbk Retno)

  1. Catatan lain

Disela-sela diskusi banyak informasi yang muncul diantaranya adalah:

– Ketua koperasi menjabat sekretaris POKJA II dan pengawas menjadi Ketua POKJA II. Dalam pemilihan pengurus banyak menuai protes dari para pengurus yang lama karena pengurus yang lama yang mempunyai banyak pengalaman tidak dilibatkan dalam pemilihan.

–  Baanyaknya kasus perselinggkuhan yang menjaur dimasyarakat.

Kemudian dalam pendampingan rapat pengurus Pra Koperasi Sekar Arum di siang harinya terdapat beberapa hal agenda yang direncanakan;

  1. Review ART dan Peraturan Khusus

Karena dalam pembahasan ART dan peraturan khusus ketua koperasi tidak bisa hadir, maka pengurus yang lain mereview ART dan peraturan khusus ke ketua koperasi dan ketua koperasi menyetujui ART dan peraturan khusus tersebut

  1. Peningkatan jumlah anggota

Jumlah anggota sejumlah 27 orang dan rencana pengurus akan merekrut perempuan-perempuan yang mempunyai usaha untuk bergabung dalam koperasi

  1. Keuangan Koperasi

Pengurus telah mampu membuat laporan keuangan secara mandiri. Kedepan perlu pelengkapan-perlengkapan yang lain terkait dengan administrasi keuangan seperti kartu simpan, kartu pinjam, formulir ajuan, surat perjanjian dll

  1. Kunjungan Usaha

Pada tanggal 15 Februari jam 13.00 oendamping bersama dengan pengurus akan melakukan kunjungan ke anggota yang mempunyai usaha

  1. Catatan Lain

Sebelum acara rapat pengurus ditutup, terdapat informasi terkait HIMPAUDI Kecamatan Semin. Dimana dalama kerjanya beberapa pengurus melakukan aktivitas yangsehatrusnya tidak dilakukan seorang pengurus. Dalam hal ini ketua HIMPAUDI kecamatan Semin telah membuat kebijakan 2% dari ajuan PAUD ke Dinas Pendidikan jika proposalnya disetujui maka dipotong untuk ketua HIMPAUDI. Selain itu setiap 1 bulan masing-masing PAUD harus menyetorkan uang sebesar Rp 50.000,- ke Ketua HIMPAUDI.

Kebijakan tersebut tidak ada yang memprotes. Hal tersebut dikarenakan adanya beberapa ketakutan PAUD ketika protes tidak akan diberikan akses PAUD tersebut memperoleh dana. Sehingga yang terjadi dilapangan banyak PAUD yang justru cari muka di depan ketua HIMPAUDI.

12 Februari 2013

Yuliana

Staf Program YSKK

This entry was posted in Catatan Lapangan, KOPWAN Mitra Usaha Perempuan, Pra Koperasi Sekar Arum and tagged . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s