PENTINGNYA AKSES BAGI PEREMPUAN PENGUSAHA MIKRO

Jum’at, 15 Februari 2013 Dinas PERINDAGKOP & ESDM mengadakan sosialisasi mengenai akses permodalan bagi koperasi di Ruang pertemuan Dinas PERINDAGKOP & ESDM. Dalam pertemuan dihadiri sekitar 20 peserta dari praktisi koperasi, karena memang peserta yang diundang terbatas. Adapun hal yang disosialisasikan dalam pertemuan tersebut adalah terkait dengan LPDB, Bansos dan akses pinjamam ke Bank Daerah Gunungkidul. Bagi 2 koperasi perempuan di Kecamatan Ngawen diarahkan untuk tidak mengajukan dana LPDB terlebih dahulu karena koperasi bnerjalan baru 2 tahun dan 2 koperasi tersebut disarankan untuk mengakses dana di Bank Daerah Gunungkidul dengan bungan 1% perbulan. Untuk dana Bansos kedepan jika ada arahan dari kementrian 2 koperasi di Kecamatan ngawen akan diikutkan untuk bias mendapatkannya. Dalam sosialisasi akses modal ke Bank Daerah Gunungkidul. Kepala BDG menyampaikan bahwa koperasi bias mengakses dengan syarat yang mengajukan adalah pengurus dan mengunakan jaminan sebesar dana yang akan diakses. Hal yang menarik dalam pertemuan tersebut pendamping koperasi dari Yayasan Satu Karsa Karya diperkenalkan oleh Dinas PERINDAGKOP & ESDM di depan audiens.

Sambil menunggu acara sosialisasi selesai pendamping melakukan koordinasi dengan Radio “Handayani” dalam rangka mempertegas kerjasama 3 pihak. Dalam koordinasi dengan Radio “Handayani”, terdapat beberapa cerita yang menarik. Dimana sebenarnya pihak radio dalam diskusi ingin mengkat tetang permasalahan PAUD, bantuan bedah rumah dari kemantrian perumahan rakyat dll. Meskipun demikian pihak radio tetap menyambut baik apa yang diinisiasi oleh Yayasan Satu Karsa Karya (YSKK) terhadap diskusi interaktif mengenai “ekonomi Kerakyatan”. Kemudian guna mempertegas komitmennya, pihak radio “Handayani’ menandatangani Nota Kesepakatan sebagai bentuk kerjasama.

Selanjutnya, pendamping melakukan koordinasi dengan Kepala Dinas PERINDAGKOP &ESDM. Dalam koordinasi pendamping langsung bertemu dengan Kepala Dinas Yaitu Ibu Siwi. Dimana Ibu Siwi sepakat akan adanya kerjasama tersebut dan semoga hal tersebut menjadi awal yang baik bagi dinas bekerjasama dengan LSM. Kemudian sebagai bentuk penegasan Dinas dalam membangun kerjasama Ibu Siwi selaku kepala Dinas PRINDAGKOP & ESDM menandatangani Nota kesepakatan yang telah dibuat oleh Yayasan Satu Karsa Karya (YSKK)

Acara sosialisasi belum selesai, kemudian pendamping mendampingi para pengurus 2 koperasi perempuan di Kecamatan Ngawen dalam pertemuan tersebut. Didalam sesi yang telah berakhir pendamping mencoba membangun komunikasi dengan Direktur atau kepala Bang Gunungkidul terkait dengan akses koerasi dalam meminjam di BDG. Dimana pendamping menannyakan, bagaimana jika koperasi mengakses pinjaman di BDG tapi tanpa agunan yang berupa sertivikat tanah, BPKB motor/ mobil dan lain sebagainya? Tapi sebagai bentuk kepercayaan dalam surat perjanjian pinjam tersebut menerangkan bahwa yang menjadi jaminan adalah asset koperasi. Kemudian kepala BDG menerangkan itu memang saran dan pendapat yang baik, tapi hal tersebut belum diatur oleh BDG. Mungkin kedepan hal tersebut bias menjadi dasar BDG untuk menentukan kebijakan terseut. Selanjtnya 2 pengurus koperasi perempuan di kecamatan Ngawen dengan difasilitasi pendamping mengadakan diskusi kecil terkait dengan akses pinjaman yang disosialisasikan oleh Dinas. Dimana 2 koperasi akan mencoba mengakses dana di BDG karena dari sekian bank yang ada di Gunungkidul BDG jauh lebih fleksibel dan mudah. Rencana 2 koperasi akan mengajukan pinjaman ke BDG pada bulan Februari 2012 karena banyak permintaan dari anggota yang belum bias dipenuhi oleh koperasi. Selanjutnya disela-sela diskusi Bpk Saryanto selaku Kabag yang membidangi kemitraan menyarankan untuk koperasi mencari informasi akses pinjaman ke BUMN yaitu ke Bank Mandiri. Dimana di bank BUMN yang di ampu oleh Bank Mandiri terdapat akses modal yang bias diakses koperasi.

 Setelah  selesai memfasilitasi 2 koperasi perempuan di Kecamatan Ngawen, pendamping bersama dengan pengelola usaha pra koperasi “Sekar arum” yang ada di Desa Semin melakukan kunjungan usaha ke anggota koperasi maupun ke calon anggota koperasi. Dalam kunjungannya, pendamping mengarahkan pengelola berkunjung ke pengrajin akar wangi yang dulu pernah ikut pameran di Kertaon solo. Dalam kunjungannya ke rumah Bu Wasti, pendamping disambut dengan senaang dan kemudian pendamping engajak ngobrol dengan beliu. Dimana dala proses diskusi diperoleh informasi bahwa:

  1. Beliu belum menjadi anggota koperasi dan beliu akan bergabung menjadi anggota koperasi pada tanggal 22 dalam pertemuan rutin anggota setiap bulannya.
  2. Dalam usaha beliu belum melakukan pencatatan keuangan
  3. Dalam memperoleh bahan baku, beliu membeli akar wangi dari pengepul yang ambil dari Wonogiri dengan harga per kilo Rp 15.000,-
  4. Dalam proses pemasaran ada beberapa produk yang disetorkan ke penjual souvenir atau kerajinan dan ada yang dijual sendiri.
  5. Dari permodalan, beliu mengalami kesulitan karena banyak permintaan tapi belum bias memenuhi.
  6. Variasi produk yang dibuat beluk banyak dan masih terbatas
  7. Kolaborasi antar bahan baku yang tersedia di wilayah masih kurang.
  8. Dalam proses produksi melibatakan bapak dan anak.
  9. Dalam menentukan harga jual belum diperhitungkan tenaga.

Selanjutnya pendamping sebelum meneruskan kunjungan ke usaha anggota lainnya pendamping bersama pengelola berkunjung ketempat Ibu Kepala Desa Semin yang sekaligus menjabat sebagai ketua koperasi. Dalam kunjungannya Ketua koperasi sangat menyambut baik kedatangan pendamping dan pengelola. Setelah menjelaskan maksud dan tujuan, pendamping bersama dengang ketua koperasi dan pengelola melakukan perjalanan menelusuri jalan dusun guna menuju ketempat usaha anggota. Anggota usaha yang dikunjungi mempunyai usaha membuat aneka keripik hasil dari pertanian. Hanya saja kerena ini musimnya baru banyak bahan baku pisang, jadi anggota bersama dengan kemompok usahanya baru berproduksi keripik pisang.

Dalam proses usahanya sudah terdapat pembukuan keuangan usaha. Hanya saja yang menjadi kendala adalah dalam usaha ini adalah sumber daya manusia yang melakukan produksi. Dimana sebagian besar anggota kelompok yang berproduksi adalah ibu-ibu yang sudah tua. Sehingga produktifitasnya sudah agak menurun, sementara ibu-ibu yang baru sulit untuk diajak berwirausaha. Karena mereka sudah merasa nyaman dengan posisinya sebagai ibu runah tangga yang tinggal meminta uang pada suaminya. Kemudian kendala yang kedua adalah terkait dengan packing produk, dimana packing belum bagus dan masih menggunakan platik yang kurang tebal. Kemudian pendamping mengarahkan untuk packing menggunakan platik 0,10 dan sblon diplatik diganti menggunakan stiker. Hanya saja untuk ketersediaan palstik di Gunungkidul untuk platik 0,10 belum ada dan yang ada baru di Solo dan kota Yogyakarta.

Catan Menarik

Dalam proses kunjungan ke usaha anggota di Pra Koperasi “Sekar Arum”, pendamping merasa cukup kaget. Dimana perjalanan yang ditempuh pendamping bersama dengan pengelola cukup berkelok-kelok dan ada jalan yang sudah rusak dan kondisinya jalan di dusun sebagian besar menggunakan cor semen. Kemudian untuk menuju ketempat rumah usaha anggota harus berjalan melewati tanaman-tanaman yang ada didusun. Dimana dalam sepanjang perjalanan ditemukan banyak bahan baku garut, mete, ketela, pisang, bamboo, dll.

Selain itu jarak antara dusun ke Balai Desa cukup jauh, sehingga yang terpintas dalam pikiran saya sungguh besar pengorbanan mereka jika ingin mengadakan pertemuan di Desa. Mereka berpendapat bahwa ini kondisinya sudah lebih baik daripada dulu. Dimana dulu jalanannya masih belum dibuka sehingga hanya bias dilalui kaki tapi sekarang hamper semua sudah di cor pakai semen. Kemudian dulu belum ada air sekarang sudah ada akses air untuk masyarakat. Semua itu maju badu dalam kepemimpinan kepala desa yang sekarang yaitu Bpk Kanija.

Surakart, 19 Februari 2013

 

Yuliana

Staf Program YSKK

This entry was posted in Catatan Lapangan and tagged . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s