Pendampingan Koperasi#4

Berawal dari banyaknya jumlah anggota yang akan mengakses kekoperasi, tapi koperasi belum mampu memenuhi pinjaman yang diajukan anggota membuat pengurus 2 koperasi perempuan di Kecamatan Ngawen gusar dan mondar-mandir mencari modal yang bisa di akses koperasi. Kondisi tersebut terjadi sejak September 2012. Meskipun sudah mendapat pinjaman dari PNPM Kecamatan, tapi kondisinya dirasa memberatkan karena bunganya yang dirasa cukup tinggi yaitu 20% . Selain itu pinjaman yang diakses juga belum mampu memenuhi kebutuhan anggota. Kemudian sudah mencoba di bank ternyata bank tidak bisa meminjamkan kekoperasi karena dirasa koperasi menjadi pesaing.

Kondisi tersebut membuat pengurus dan mendaping melakukan presser ke Dinas PERINDAGKOP & ESDM untuk koperasi difasilitasi dalam mengakses modal ke pihak ke-3. Dengan perjalanan yang cukup panjang dan melehakan akhirnya Dinas PERINDAGKOP & ESDM memfasilitasi untu koperasi bisa mengakses ke Bank Daerah Gunungkidul dengan bunga yang cukup terjangkau yaitu antara 0.9%-1%.

Paska pertemuan tersebut, 2 koperasi di kecamatan Ngawen mengakses modal pinjaman ke Bank Daerah Gunungkidul. Karena 1 koperasi yaitu Koperasi Wanita Mitra Perempuan mandiri tidak bisa memenuhi persyaratan untuk mengakses modal, akhirnya Koperasi Wanita Karya Perempuan Mandiri meminjam lebih untuk dibagi dengan Koperasi Wanita Mitra Usaha Perempuan. Sekarang posisinya koperasi baru mempersiapkan berkas dan meminta surat rekomendasi dari Dinas PERINDAGKOP & ESDM.

Kemudian dalam proses pertemuan anatara 2 koperasi di Kecamatan Ngawen dengan Bank Daerah Gunungkidul pada tanggal 25 februari 2013, pihak bank menyampaikan akan menurunkan bunga dari 1% menjadi 0,9%. Selain itu apabila dalam proses pengangsuran koperasi disiplin maka 6 bulan kemudian akan diagendakan untuk mendapat bantuan peralat untuk usaha dagang. Kemudian dari pihak bank meminta beberapa stiker label produk untuk dikenalkan kepada kepala banknya.

Monitoring koperasi

Paska pertemuan dengan bank Daerah Gunungkidul pendamping melakukan monitoring koperasi dan beberapa pengurus mempersiapkan berkas-berkasnya. Dalam monitoring di Koperasi Wanita Karya Perempuan Mandiri tidak terdapat kesalahan dalam pembukuan, kemudian ada penambahan 4 anggota dan usaha dagang koperasi telah memasuki mini market Diva. Kemudian terkait kedisplinan pengurus, pengawas koperasi masih dirasa kurang disiplin.

Kemudian monitoring di Koperasi Wanita Mitra Usaha Perempuan, sempat terdapat ketidak singkronan laporan keuangan. Akan tetapi setelah ditelusuri dengan baik, permasalahan terdapat pada penghitungan yang keliru dan laporan keuangan langsung dibenahi. Kemudian dari segi keanggotaan terdapat 4 penambahan jumlah anggota dan terkait dengan kepengurusan, Koperasi Wanita Mitra Usaha Perempuan paska pergantian pengurus diawal tahun 2013 ini dirasa sangat kompak.

Surakarta, 27 Februari 2013

Yuliana

Staf Program YSKK

This entry was posted in Catatan Lapangan, KOPWAN Karya Perempuan Mandiri, KOPWAN Mitra Usaha Perempuan and tagged . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s