Pendampingan Koperasi#5

Banyaknya koperasi dilapangan yang mati suri dan tidak bisa meneruskan hidupnya banyak dipengaruhi oleh factor managementnya baik managemen Sumber Daya Manusianya maupun managemen administrasi organisasinya. Dikabupaten Gunungkidul dari 165 koperasi yang mati suri sebanyak 56 koperasi (Sumber Dinas PERINDAGKOP & ESDM;2012). Kondisi tersebut baru di Kabupaten Gunungkidul belum tahu kondisi koperasi di wilayah lain.

Salah satu koperasi di Kabuapaten Sukoharjo juga mengalami hal yang sama. Dimana karena kurang bertanggungjawabnya para pengelola di koperasi banyak uang koperasi yang disalah gunakan. Misalnya terkait dengan nasabah yang meminjam di koperasi, beberapa pengelola koperasi meminjam KTP milik masyarakat kemudian diajukan untuk mengakses pinjaman dan pinjaman tersebut tidak dipakai untuk yang mempunyai KTP tapi dipakai untuk pengelolanya. Kemudian ketika dilakukan kroscek lapangan pemilik KTP merasa tidak meminjam dikoperasi. Koperasipun tidak bisa berbuat apa-apa karena koperasi untuk pinjaman dibahwah Rp 500.000,-tidak menggunakan agunan. Sementara pengelola melarikan diri dan tidak bertanggungjawab. Selain itu, ketidaktertiban administrasi khususnya dalam pencatatan keuangan menjadi factor juga dalam permasalahan dikoperasi. Belum lagi kondisi tersebut ditambah dengan banyaknya kredit macey dan kekeliruan dalam pencatata

Terdapat beberapa alternative solusi atas permasalah tersebut diantaranya adalah;

  1. Dalam proses penagihan kenasabah mendasarkan data yang dimiliki nasabah
  2. Verifikasi melalui kwitansi yang ada.
  3. Penelusuran data-data yang masih ada.
  4. Menuntut pertanggungjawaban kepada pengelola

Hanya saja kondis tersebut belum tentu menjadi solusi yang solutif. Karena praktek dilapangan banyak solusi yang dilakukan salah satunya dan beberapanya tersebut diatas dirasa belum efektif untuk menyelesaikan permasalahan koperasi

KSP Sumber Abadi

            KSP Sumber Abadi sebagai salah satu koperasi dampingan Yayasan Satu Karsa karya menurut hasil audit juga mendapat catatan yang kurang baik. Sehingga perlu segera tindakan untuk penyelamatan koperasi sehingga KSP Sumber Abadi tidak seperti koperasi-koperasi lain yang tinggal aktanya saja.

            Banyak permasalahan yang dihadapi oleh KSP Sumber Abadi diantaranya adalah:

  1. Pengelola lama kurang bertanggungjawab
  2. Pengelola paruh waktu jarang kekantor
  3. Pengurus sibuk dengan urusannya masing-masing
  4. Pengelola yang baru tidak disiplin dan selelu tidak selesai dalam menyelesaikan tanggungjawabnya
  5. Banyak anggota yang keluar
  6. Banyak kredit macet dll

Berdasarkan permasalah yang ada diatas sebagian besar permasalahan terjadi pada Sumber Daya Manusianya yaitu pengelola. Oleh karena itu kedepan dalam merekrut pengelola harus hati-hati. Selain itu kinerja pengelola harus selalu diawasi oleh pengurus maupun anggota yang lain. Karena permasalahan koperasi tidak hanya tanggungjawab pengurus tapi juga tanggung jawab anggota.

Surakarta, 27 Februari 2013

Yuliana

Staf Program YSKK

This entry was posted in Catatan Lapangan, KSP Sumber Abadi and tagged . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s