Sejarah Singkat: Peran PKK Dalam Mengembangkan Kehidupan Berkoperasi

PKK adalah salah satu lembaga yang ada di desa, dengan 10 tugas pokoknya PKK melalui Pokja II mempunyai peran untuk menghidupkan budaya berkoprasi bagi masyarakat khususnya perempuan. Karena Koperasi adalah satu-satunya lembaga yang sesuai dan tepat untuk rakyat. Oleh karena itu PKK harus mendorong terbentuknya koperasi sebagai wadah untuk mensjahterakan anggotanya sehangga mampu menyelesaikan permasalahan social yang ada dimasyarakatnya.

PKK Desa Watusigar adalah salah satu PKK yang telah mampu mendorong keberadaan koperasi perempuan di wilayahnya. Dimana pada awal mulanya di tahun 2014 melalui kelompok-kelompok perempuan bentukan dari program Satuan Kerja Pemerintah Daerah Gunungkidul, PKK telah berperan sebagai pintu masuk. Diman PKK telah menyediakan tempat dan waktu serta dorongan agar kelompok-kelompok perempuan berkembang dengan baik. Hanya saja program yang biasa dilakukan oleh pemerintah daerah tidak berkelanjutan dan akhirnya pada akhir tahun 2006 kelompok-kelompok yang dibentuk oleh Pemerintah Daerah ditinggal tanpa didampingi. Meskipun demikian PKK tetep melakukan monitoring dan memberikan akses kepada para perempuan untuk terlibat aktif dalam mengikuti pelatihan-pelatihan untuk peningkatan kapasitas dirinnya.

Pada tahun 2009 PKK Desa Watusigar sebagai bentuk wujud perhatiannya kepada kelompok-kelompok erempuan yang ada di dusun akhirnya mampu membangun kerja sama dengan Yayasan Satu Karsa Karya (YSKK) untuk memberdayakan kelompok-kelomok perempuan tersebut. Hal tersebut dilakukan karena PKK menyadari bahwa secara kapasitas dan materiel PKK belum mampu mengengbangkan kelompok-kelompok perempuan yang ada. Setelah YSKK masuk kelompok-kelompok perempuan mendapatkan pendampingan, pembinaan dan pelatihan. Sehingga kapasitas anggota, pengurus meningkat secara bertahap. Diman kondisi tersebut terlihat dari adminitarsi yang sebelumnya belum sesuai standar yang ada sekarang telah bagus dan sesuai standar akuntasi. Kemudian dulu belum punya usaha sekarang anggota sudah banyak yang mempunyai usaha.

 Dengan berjalannya waktu karena kelompok sudah berkembang dengan bagus baik dari segi swadaya maupun usahanya dirasa keberadaan kelompok belum bisa bergerak leluasa. Akhirnya kelompok-kelompok yang ada di dusun berinisiasi dan bergabung menjadi sebuah koperasi. Dimana pada tahun 2011 kelompok yang bergabung tersebut telah memiliki badan hokum yang legal. Dengan berdirinya koperasi tersebut tak lepas dari hambatan-hambatan dan upaya-upaya yang dilakukan oleh pengurus koperasi. Adapun hambatan dan upaya yang telah dilakukan koperasi diantaranya sebagai berikut:

No

Hambatan

Aksi Yang dilakukan

1 Sebagian besar anggota KTPnya mati Kerjasama dengan Pemerintah Desa dalam pengadaan KTP untuk anggota
2 Modal masih minim Membangun jaringan dengan pihak ke-3
3 Pengetahuan SDM anggota terkait koperasi masih rendah Sosialisasi tentang pemahaman mengenai ruang lingkup koperasi
4 Kapasitas SDM pengurus masih rendah Mengikuti pelatihan yang diadakan oleh YSKK, Pemdes maupn SKPD
5 Kesadaran anggota untuk berwirausaha masih rendah –          Melibatkan anggota untu mengikuti pelatihan kewirausahaan yang dilakukan oleh pihak ke-3

–          Bermusyawarah dengan anggota yang mempunyai usaha agar anggota yang lain ikut aktif dalam berusaha

–          Hasil musyawarah disosialisasikan kesemua anggota

Dari hambatan dan aksi yang dilakukan pengurus tersebut semua tidak sia-sia dimana sekarang jumlah anggota meningkat, pemahaman anggota terhadap koperasi mulai meningkat dan koperasi mampu beroperasional dengan baik.

Setelah koperasi berdiri, masih banyak PR yang harus dilakukan oleh koperasi terkait dengan peningkatan jumlah anggota, peningkatan modal swadaya, mengelola usaha koperasi dan mengelola keorganisasian koperasi. Dimana banyak strategi-strategi yang dulakuan oleh koperasi teutama dalam pelibatan peran PKK dalam pengembangan kehidupan berkoperasi di masyarakat. Dari kerjasama antara koperasi dan PKK, akhirnya setiap pertemuan dan setiap momen dimana pengurus PKK ada koperasi selalu disosialisasikan. Dari aktivtas tersebut terdapat peningkatan dimana yang awalnya koperasi jumlahnya 22 orang sekarang per Maret 2013 telah menjadi 64 anggota. Hal tersebut dilakukan karena sekarang Bank Plecit sangat marak dimasyarakat dan telah membelenggu para kaum perempuan yang ada didususn-dusun deng bunga pinjaman yang cukup tinggi yaitu 5% per 5 hari.

Surakarta, 27 Maret 2013

Yuliana

Staf Program YSKK

This entry was posted in Catatan Lapangan, Key Learning and tagged . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s