Apresiasi Ibu Bupati Terhadap Dialog Interkatif Mengenai Kampanye Ekonomi Kerakyatan Melalui Media Radio

Pagi itu Kamis, 4 April 2013 adalah jadwal dialog interaktif mengenai ekonomi Kerakyatan dilenggarakan. Dimana aktivitas tersebut lanjutan dari dialog interaktif melaluii radio kerjasama antara YSKK, Dinas PERINDAGKOP dan Radio Handayani. Kali ini tema yang diangkat adalah mengenai “Succes Story” perempuan pengusaha mikro yang ada di Kabupaten Gunungkidul. Adapun tujuan dari tema yang diangkat adalah untuk memotivasi masyarakat khususnya perempuan agar mampu mandiri dengan memulai atau mengembangkan usaha.

Sembari menunggu para narasumber dengan sekilas secara spontan Ibu Bupati berkunjung ke radio Handayani dan menannyakan terkait dengan aktivitas yang diselenggarakan radio. Kemudian salah satu staf radio yaitu Mas Abi menginformasikan bahwa hari ini akan terdapat dialog interaktif yang mengangkat tema tentang Ekonomi Kerakyatan yang dikerjasamakan antara YSKK (Yayasan Satu Karsa Karya), Dinas PERINDAGKOP Kabupaten Gunungkidul dan radio Handayani. Selanjutnya secara langsung, salah satu pendamping dari Yayasan Satu karsa Karya yang saat itu ada di lokasi langsung menjelaskan terkait kerjasama dan tujuan dari aktivitas tersebut. Setelah dilakukan penjelasan, ibu Bupati memberi apresiasi positif atas kerjasama yang dibangun. Harapannya kerjasama tersebut selalu ada agar komunikasi antar pihak bisa berjalan dengan baik. Karena waktu ibu Bupati yang terbatas, beliu langsung ijin dan meninggalkan lokasi guna melakuan aktivitas di tempat lain.

Dialog Interaktif

Dilog interaktif yang mengakat tema tentang “Perempuan Pengusaha Dari Gunung” adalah bagian tema besar dari kisah inspiratif dari perempuan pengusaha mikro dari Kabupaten Gunungkidul. Dimana dalam dialog ini dihadiri oleh 2 narasumber yaitu Ibu Hirto pengusaha olahan tuna dan Ibu Aminah seorang pedagang muda yang sukses.

Awal kisah masing-masing narasumber menyampaikan proses perjalanan beliu ketika menjalankan usaha. Dimana dari Bu Hirto diperoleh informasi bahwa beliu sebelum menjalankan usaha melihat banyak ikan tuna tangkapan para nelayan yang hanya dikonsumsi biasa dan di ekspor ke Jepang. Selain itu melihat linggkungan sekitar, banyak ibu-ibu yang hanya menjadi ibu rumah tangga yang tidak produktif. Dimana kerjaan para ibu-ibu hanya gossip, bersolek dan tidak ada kesibukan lain. Berbekal dari hobinya memasak, Ibu Hirto mengolah ikan tuna menjadi aneka produk olahan seperti abon tuna, vilet daging tuna, bakso, nugget, kripik dll. Kemudian beliu setiap pagi jam 03.00 WIB mulai menjual daganganya tersebut ke pasar-pasar tradisional yang ada di kota Yogyakarta yaitu salah satunya di Pasar Bringharjo. Dari usahanya tersebut membuahkan hasil dimana pendapatan keluarga meningkat, produk dikenal masyarakat umum dan berawal dari usaha tersebut ibu Hirto dikenal oleh kalangan Dinas provinsi. Kemudian dari usaha dagang Ibu Hirto menjadi Icon Dinas Perikanan dan Kelautan Pusat.

Kemudian Dari Ibu Aminah terdapat cerita beda dimana dari awal usahanya Ibu Aminah mendapat tekanan yang luar biasa baik dari saudara maupun dari masyarakat yang ada dilingkungannya. Akan tetapi dengan keuletan, ketekunan dan kedisiplinan beliu mampu mengubah uang Rp 25.000 menjadi Rp 55.000.000,-. Selain itu beliu telah memotivasi para perempuan untuk mempunyai usaha dan mandiri.

Masuk sesi Tanya jawab terdapat 1 penelphon dan 2 SMS, dimana 1 penelphon menanyakan tentang usaha yang dibangunoleh ibu Hirto dan 2 SMS ditujukan kepada ke-2 narasumber. Dimana penelphon pertama mencoba menanyakan tentang bagaimana usaha olahan tuna bisa go nasional khususnya bagian pemasarannya. Kemudian dari Bu Hirto menjawab awalanya pemasaran masuk kepasar modern akan tetapi karena perputaran uang lambat dan cenderung menekan harga serendah mungkin akhirnya beliu sekarang hanya menerima order dari pembeli. Selanjutnya untuk pertanyaan lewat SMS rata-rata jawabanya sama yaiotu ketika memulai usaha segala sesuatunya harus dicatat sehingga tahu kemampuan dan perkembangang usaha yang dijalankan.

Pengorganisiran produk anggota

Dalam rangka menghubungkan para pelaku UMKM khususnya perempuan dengan pihak ke-3, YSKK mencoba memfasilitasi para dampingan untuk mendapatkan akses tempat yang strategis untuk menjual produk usahanya. Maka dari itu YSKK mencoba untuk membeli produk ibu-ibu dan dijadikan sampel untuk membangun kerjasama. Adapun produk yang diambil adalah produk dari Kecamatan Semin dan Kecamatan Ngawen.

Surakarta, 8 April 2013

Yuliana

This entry was posted in Catatan Lapangan and tagged , , , , . Bookmark the permalink.

2 Responses to Apresiasi Ibu Bupati Terhadap Dialog Interkatif Mengenai Kampanye Ekonomi Kerakyatan Melalui Media Radio

  1. womenwindow says:

    great job… move on…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s