Konflik Sumber Daya Alam dan Militer

Negara Indonesia adalah sebuah Negara yang kaya akan Sumber Daya Alam yang terkandung di dalamnya. Dalam Amanah konstitusi UUD 1945 pasal 33 menyatakan bahwa (1) pereekonomian disusun sebagai usaha bersama berdasar atas asa kekeluargaan (2) Cabang-cabang produksi yang penting bagi Negara dan yang menguasi hajat hidyp orng banyak dikuasai oleh Negara (3) Bumi dan air dan kekayaan alam yang terkandung didalamnya dikuasai oleh Negara dan dipergunakan untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat. Meskipun telah terdapat perubahan dalam pasal tersebut, tetap bahwa sumber daya alam yang menyangkut hajat hidup orang banyak harus dikuasai oleh Negara. Karena kalau di kuasai oleh pasar maka yang terjadi adalah kesenjangan dan endingnya akan menimbulkan konflik antar pihak.

Kemudian kebijakan pengelolaan sumber daya alam yang kurang baik juga membawa konflik berkepanjangan tanpa penyelesaian yang adil  bagi para pihak yang berkonflik. Sering kali konflik yang terjadi dimasyarakat adalah konflik antara masyarakat pengelola lahan dengan pengusaha yang mendapatkan ijin pengelolaan sumber daya alam. Masalahnya, ketika terjadi konflik aparat Negara cendrung mengambil jalan kekerasan dengan melalui pendekatan keamanan kepada masyarakat daripada pendekatan persuasive dengan membuka dialog yang setara

HuMA mencatat sampai November 2011 ada 69 konflik disektor kehutanan. Kemudian kasus konflik Sumber daya Alam menurut Komnas Perempuan di sector pertambangan terdapat 11 tempat. Adapun diantaranya adalah  PT Freeport Indonesia, PT Kelian Equal Mining, Exxon Mobile, Indo Muro Kencana, Adaro Indonesia, Inco, Antam, Mobil Oil, Sorik Mas Mining, Gunung Mutis. Rata-rata dalam penyelesaian konflik tersebut dengan menggunakan keamanan. Kondisi inilah yang menyebabkan konflik agrarian dan sumberdaya alam antara korporasi  yang ditopang oleh insttusi Negara dengan rakyat terus meningkat dari hari kehari, dan bahkan dibeberapa wilayah stabilitas keamanan bagi investasi menjadi legitimasi terhadap petani, nelayan dan kelompok rakyat yang selama ini memperjuangan hak-hak atas sumber kehidupannya.

Surakarta, 8 April 2013

This entry was posted in article and tagged , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s