Pendampingan Koperasi#11

Kamis, 11 April 2013 adalah hari tersibuk bagi pengurus Koperasi Wanita Karya Perempuan Mandiri. Dimana tepat pukul 09.00 WIB yang seharusnya pengurus khusunya bendahara melakukan inputing data keuangan koperasi justru mendapat telphon dari Dinas PERINDAGKOP & ESDM Gunungkidul. Dimana dalam telphonnya meminta untuk pengurus koperasi datang ke Dinas PERINDAGKOP & ESDM dengan alasan koperasi akan diajukan untuk mendapatkan Bansos dari Kementrian.

Dengan semangat dam keinginan yang kuat akhirnya Ketua Koperasi (Ibu Ngatemi) dan Bendahara Koperasi (Ibu Jumikem) memenuhi permintaan dari dinas dengan membawa data-data koperasi yang lengkap. Sesampainya disana pengurus koperasi diberi penjelasan terkait kepesertaan program Bansos dari Kementrian. Kemudian dari Dinas meminta segera untuk mengisi blanko yang telah ada di koperasi dalam bentuk ketikan dan pada hari itu juga harus segera diselesaikan dan dikumpulkan ke Dinas. Karena koperasi belum mempunyai computer dan kebetulan pendamping membawa labtop akhirnya pengurus meminta bantuan pendamping untuk membantu pengisian blangko ajuan. Karena harus ada beberapa syarat yang harus dipenuhi terkait dengan pembukaan rekening baru maka pengurus koperasi melakukan buka rekening di salah satu Bank swasta dan pendamping mencoba membantu mengisi blangko.

Karena pada hari tersebut bertepatan dengan pertemuan anggota setiap bulannya maka semua pengurus ikut sibuk untuk menghadel semua administrasi keuangan dan aktivitas pertemuan. Karena beberapa pengurus tidak ada maka dalam pertemuan hanya diisi oleh pendamping dan sie usaha. Hal yang disampaikan oleh sie.usaha adalah terkait dengan motivasi anggota untuk menindaklanjuti pembuatan intip dan segera dijual di koperasi. Kemudian dari pendamping member sedikit kisah inspiratif dari perempuan pengusaha mikro yang telah suskses. Dari cerita tersebut pendamping mengajak anggota koperasi untuk refleksi dan membuat tahapan untuk memulai usaha. Dimana anggota koperasi diminta untuk jujur dengan keluarga khususnya terkait dengan pinjaman yang menjadi tanggungan. Apabila telah jujur anggota diminta untuk berdialog dengan para suami. Sehingga dengan adanya dialog harapannya suami mengijinkan istri untuk menjalankan usaha. Karena banyak pendapat bahwa rata-rata perempuan atau istri tidak diijinkan usaha karena takut selingkuh dan menyalahgunakan kebebasan yang diberkan. Sehingga setiap waktu para istri harus membangun komunikasi dengan para suami untuk mencari solusi dalam rumah tangga.

Tidak berapa lama kemudian bendahara dan ketua koperasi telah selesai melakukan buka rekening. Selanjutnya pertemuan anggota ditutup dan pendamping menemani ibu-ibu untuk menyerahkan blangko  ke Dinas. Sesampainya di Dinas yang ada tinggal 1 orang yaitu Bpk Madiyo, setelah menjalin komunikasi beliu meminta untuk ibu-ibu datang kembali pada hari berikutnya karena orang yang mengurusi pengajuan dana Bansos telah pulang. Kemudian para pengurus dan pendamping pulang kerumah masig-masing. Diaman terkait pengajuan akan ditindak lanjuti pada hari Jum;at 12 April 2013.

Surakarta, 15 April 2013

 

Yuliana

This entry was posted in Catatan Lapangan, KOPWAN Karya Perempuan Mandiri and tagged , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s