Pendampingan Koperasi#12

Akhir-akhir ini saya mengamati banyak orang dari luar Gunungkidul menggunakanjaket hitam celana hitam memasuki wilayah Gunungkidul. Setelah saya amati dan telusuri ternyata mereka adalah pelaku-pelaku Bank Plecit yang beredar di masyarakat. Hal tersebut terbukti ketika saya melakukan wawancara dengan beberapa anggota usaha koperasi perempuan di Kecamatan Ngawen. Dimana beliu juga mengamati, “Kenapa di Dusun saya ibu-ibu bisa  belanja banyak dipasar ya,…padahal mereka tidak bekerja dan hanya menjadi buruh tani?” setelah diamati ternyata ibu-ibu tersebut adalah korban dari Bank Plecit yang beredar di masyarakat. Dimana mereka pinjam hanya Rp 100.000,- dan langsung sekali habis untuk konsumsi.

Strategi Koperasi

Melihat fenomena tersebut, langkah yang paling tepat untuk menyingkirkan Bank Plecit adalah dengan memperluas jangkauan keanggotaan koperasi. Dimana harapannya ketika perempuan bergabung menjadi anggota koperasi mereka tidak akan mengakses uang lagi di Bank Plecit, dimana mereka akan mengakses pinjaman ke koperasi. Selain itu dengan banyak anggota yang bergabung di koperasi maka secara tidak langsung akan mempermudah pengorganisiran perempuan pengusaha mikkro untuk maju dan berkembang bersama. Sehingga ketika ada peningkatan kapasitas atau bantuan modal dari pemerintah atau pihak ketiga mereka bisa ikut berpartisipasi dan berperan aktif.

Beberapa strategi yang akan dilakukan koperasi (Semin dan Ngawen)  untuk peningkatan jumlah anggota diantaranya adala:

  1. Melakukan sosialisasi ke dusun melalui pertemuan PKK
  2. Menghubungi teman-teman melalui telephon
  3. Selalu menginformasikan tentang koperasi ketika bertemu dengan perempuan yang lain
  4. Memberikan doorprize  bagi anggota yang membawa anggota ke koperasi.
  5. Melakukan sosialisasi kepasar-pasar terdekat
  6. Kerjasama dengan PKK Desa untuk melakukan sosialisasi.

Kemudian selain mengajak perempuan untuk bergabung ke koperasi, koperasi juga harus mempersiapkan strategi agar para anggota setelah masuk ke koperasi bisa maju dan berkembang. Adapun hal yang harus dipersiapkan koperasi untuk mensejahterkan para anggotanya adalah:

  1. Mengadakan pelatihan usaha untuk para anggota.
  2. Memberikan pinjaman modal
  3. Memfasilitasi usaha yang dikembangkan.
  4. Kunjungan usaha anggota
  5. Memotivasi usaha anggota
  6. Mencarikan relasi dengan pihak ke-3 terkait dengan permodalan dan peningkatan kapasitas

Dengan beberapa hal tersebut, harapannya para perempuan akan senang dan termotivasi untuk berkoperasi. Sehingga yang selama ini image koperasi yang kurang baik dimasyarakat akan hilang sedikit demi sedikit. Karena memang  koperasi adalah satu-satunya lembaga yang hanya dimiliki Masyarakat. Itulah Agenda yang direncanakan dan diskusikan oleh 3 koperasi (Karya Perempuan Mandiri, Mitra Usaha Perempuan, Sekar Arum) dalam rapat pengurus 12 April 2013

Surakarta, 15 April 2013

 

Yuliana

This entry was posted in Catatan Lapangan, KOPWAN Karya Perempuan Mandiri, KOPWAN Mitra Usaha Perempuan, Pra Koperasi Sekar Arum and tagged , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s