Dialog Interaktif: Sejam Bersama Pengrajin Batik

Kamis, 2 Mei 2013 adalah waktumya dialog interaktif kampanye ekonomi Kerakyatan dimulai. Dengan durasi waktu 1 jam dengan 15 menit iklan, 45 menit waktu efektif digunakan untuk berdikusi dengan tema “Merintis Asa Melalui UMKM” di Studio Handayani, Wonosari, Gunungkidul. Kali ini menghadirkan narasumber seorang perempuan pengrajin batik (Ibu Sri Rahayu) dan internal lembaga YSKK (Mas Dewangga Saputra).

Dalam proses diskusi terdapat beberapa pertannyaan terkait dengan usaha dan bagaimana menjalankan usaha dengan baik. Dimana para narasumber mampu menjawab pertanyaan-pertanyaan baik dari pendengar maupun pemandu acara dengan baik dan lugas.

Tidak dipungkiri bahwa teori jauh lebih mudah dari pada prakteknya itu biasanya yang diungkapkan sebagai seorang usaha pemula. Dimana masalah usaha pada intinya adalah masalah mental bukan masalah teori. Dimana sekarang banyak kaum akabemisi yang pintar dalam teori marketing produksi dan lain sebagainya, akan tetapi ketika mereka diminta terjun kelapangan belum tentu mereka mampu dan kuat menjalankan usaha.

Beda hal dengan Ibu Sri Rahayu ini, beliu sudah sering jatuh-bangun dalam menjalankan usaha dan sering berganti-ganti profesi. Dimana pada akhirnya beliu menemukan bakat dimana dia harus menekuni usaha yaitu dia menjadi pengrajin batik. Sebelum menjadi pengrajin batik beliu pernah menjadi pelayan restoran, jualan mie ayam, menjahit dan bekerja lainya. Dimana suatu ketika beliu mendapatkan peningkatan kapasitas untuk mengikuti belajar membatik. Berawal dari itu, kemudian dia bersama dengan perempuan lain menekuni kegiatan tersebut akhirnya dengan bantuan dari Dinas Sosial beliu mampu mengembangkan usahanya dan asetnya sekarang mencapai 100jt.

Dari pengalaman beliu, diharapkan untuk kaum perempuan tidak mudah putus asa atau semangat kerja. Dimana lakukan yang bisa dilakukan dan jangan menunda-nunda pekerjaan yang telah ada didepan mata. Karena masalah usaha tidak harus pintar dan mempunyai modal besar tapi mental itulah yang paling utama. Dimana ketika menawarkan barang tidak malu, gengsi.

This entry was posted in Catatan Lapangan and tagged , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s