Keceriaan di HUT YSKK

Pagi itu pada hari Minggu, 12 Mei 2013 adalah hari yang sangat cerah. Dengan semangat hari itupun aku mulai bergegas untuk menjalankan aktivitas di Gunungkidul guna memperingati HUT YSKK yang ke-12. Kuhampiri temen saya untuk berangkat bersama dan bergoncengan pakai satu sepeda. Dengan penuh was-was takut kalau terlambat membuat kami dijalan mengendari motor dengan kecepatan yang luar biasa cepatnya. Karena belum sarapan sebelumnya akhirnya membuat kita untuk berhenti sejenak membeli minuman dan roti untuk mengganjal perut yang kosong.

Tepat pukul 70.50 WIB kita sampai ditempat acara yaitu di Pendopo Sulasmi, Wonosari Gunungkidul. Sesampainya disana kulihat suasana masih sepi dan belum ada satu orang pun. Kita adalah orang yang pertama datang dan tiba disana. Karena kita tidak membawa segala perlengkapan akhirnya kita menyantap roti yang telah kita beli sambil menunggu temen-temen dan peserta yang datang. Kulihat satu persatu peserta mulai datang tapi temen-temen yang bawa perlengkapan juga belum kunjung kelihatan. Rasa kekhawatiranpun datang dan membuat hati bertanya-tanya, “Sebenarnya ada apa?”. Kita mencoba menghubungi lewat telphon dan ternyata mereka masih perjalanan.

Sesampainya temen-temen tiba, semua serasa jadi berubah yang awalnya tenang menjadi sangat super sibuk. Dimana temen-temen harus segera menyiapakan segala sesuatunya terkait dengan ulang tahun yang belum dpersiapkan. Sementara peserta cukup kaget dan mereka  berpendapat bahwa tidak biasanya YSKK itu telat dalam setiap melakukan aktivitas. Kemudianm dengan penuh santu temen-temen menjelaskan bahwa kesalahan bukan pada YSKK akan tetapi pada mobil yang telat datang. Sehingga pada akhirnya memperlambat jalannya acara. Selain itu dengan perubahan tempat membuat kerja temen-temen YSKK dua kali. Dimana harus ada satu orang lagi yang bisa menunjukan arah tempat aktivita kegiatan yang dulaksanakan.

Meskipun persiapan terkendala masalah teknis, itu tak jadi masalah. Dimana dalam proses pelaksanaan acara berjalan dengan lancer. Hanya dalam lomba bakiak dan lomba cerdas cermat terdapat sedikit kendala teknis. Dimana dalam lomba cerdas cermat terdapat complain terkait pertanyaan rebutan yang dianggap juri kurang adil. Kemudian terkait lomba bakiak, karet mudah putus. Sehingga hal tersebut dianggap para peserta agak kecewa.

Akan tetapi hal tersebut adalah hal biasa, itulah permainan. Kemudian terkait dengan substansi baik itu refleksi mapun baca puisi dan do’a berjalan dengan lancar. Sampai pemotongan tumpeng semua berjalan dengan baik dan tidak terjadi halangan sesuatu apaun. Di Sesi akhir dituitup dengan photo bersama.

This entry was posted in Catatan Lapangan and tagged , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s