Pendampingan Koperasi#18

Pagi itu sekitar pukul 09.30 WIB bertepatan dengan hari Kamis, 5 Juni 2013 pengurus KOPWAN KPM melakukan rapat pengurus bulanan. Dimana agenda dalam rapat pengurus tersebut adalah laporan dari masing-masing pengurus, identifikasi permasalahan atau kendala dari masing-masing pengurus dan mencari solusi atas permasalahan tersebut dan kemudian membuat rencana tindak lanjut.

Dalam rapat pengurus kali ini diikuti oleh 4 orang pengurus (50%) dari jumlah pengurus yang ada. Kemudian terdapat informasi dari ketua koperasi bahwa dana bansos tinggal menunggu transfer dari kemetrian Koperasi & UMKM. Selain itu koperasi telah mempunyai NPWP dan pengurus telah mengikuti beberapa pameran baik di JEC maupun di HUT Gunungkidul.

Adapun masalah-masalh yang muncul dalam koperasi dalam perkembangannya diantaranya adalah:

  1. Kerapian administrasi
  2. Mekanisme usaha dagang
  3. Pembukuan usaha dagang
  4. Media promosi dan tempat kesekertariatan koperasi
  5. Adanya 2 anggota yang masuk dalam kategori kredit macet.
  6. UU No 17 Tahun 2012 tentang perkoperasian.

Dari masalah-masalah tersebut terurai dan terdapat beberapa alternatif solusi diantaranya adalah:

  1. Terkait dengan ketertiban administrasi, dibutuhkan rak yang sesuai untuk merapikan dokumen-dokumen penting.
  2. Adanya perubahan mekanisme usaha dagang. Dimana untuk sistem pembayaran produk anggota diawal akan dibayar 50% kepada pemproduk.
  3. Pembukuan usaha dagang akan dicarikan formulasikan oleh pendamping.
  4. 2 anggota yang masuk kategori kredit macet akan dilakukan “home visit” oleh pengurus koperasi setelah rapat pengurus dan pada hari itu juga.
  5. Terkait media promosi usaha dagang: koperasi mempunyai rencana akan membeli 2 etalase. Dimana yang 1 untuk stok produk dan yang 1 untuk display produk. Dimana rencana kesekretariatan akan dipindah ketempat Ibu Ketua Koperasi.
  6. Terkait Undang-undang tersebut akan dilakukan konsultasi dengan Dinas dan sebelum melakukan konsultasi koperasi akan mendiskusikan undang-undang tersebut bersama dengan pendamping.

Dari sekian alternatif solusi tersebut yang akan ditindak diantaranya adalah:

  1. Terkait perpindahan kesekretariatan dan menggunakan toko ketua koperasi, ketua koperasi akan berkoordinasi dengan suaminya terlebih dahulu.
  2. Terkait dengan dengan kesepakatan yang lain akan diinformasikan kepada anggota koperasi.
  3. Pengurus koperasi akan mengikuti pelatiihan keuangan usaha dagang bagi perempuan pengusaha mikro di UC UGM.
This entry was posted in Catatan Lapangan, KOPWAN Karya Perempuan Mandiri and tagged , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s