Biaya Pilekades Dirasa terlalu Mahal

Rabu, 12 Juni 2013 adalah awal Tim Yayasan Satu Karsa Karya melakukan riset Pilkades di Kabupaten Gunungkidul. Pada waktu itu saya sebagai pendamping bertugas riset di desa Jurangjero, Kecamatan Ngawen. Dengan rencana awal siang pendamping melakukan pendampngan rapat pengurus pra koperasi “Sekar Arum”, maka pendamping tidak bisa melakukan riset secara full pada hari tersebut. Tapi keadaan berbeda setelah dikonfirmasi ternyata dari pengurus pra koperasi melakukan penundaan. Dimana akhirnya pendamping bergabung dengan tim YSKK untuk melanjutkan riset. Awal sebelum melakukan riset tim riset melakukan koordinasi untuk melakukan pembagian job. Dimana narasumber yang ditemu pada hari itu dalam riset adalah: Panitia Pilkades, Calon Kades yang tidak terpilih, tim sukses calon, dan tokoh masyarakat. Dimana untuk narasumber yang lain karena tidak bisa ikut dilakukan oleh tim lain. Hasil dari riset rata-rata narasumber menyatakan bahwa biaya pilkades cukup tinggi tapi anggaran dari APBD dan APBDes sangat rendah. Sehingga kekurangan dari dana ditanggung atau dibebankan kepada calon terpilih. Selain itu budaya memberi dan meminta baik dilakukan oleh masyarakat maupun calon juga sudah menggurita. Sehingga hal tersebut sulit untuk dikikis dan hal tersebut berakibat pada biaya politik calon yang cukup besar.

This entry was posted in Catatan Lapangan and tagged , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s