Sebuah Pengakuan Pasca Pilakdes

Jum’at, 14 Juni 2013 adalah hari untuk menyelesaikan riset dan bertemu dengan semua narasumber. Pendamping dalam kali ini mendapat giliran untuk melakukan riset di Desa Kalitekuk Kecamatan Semin. Kali ini saya bisa menemui Kepala desa terpilih, calon tidak terpilih, tim sukses, BPD, Panitia pemilihan, dan tokoh masyarakat.

Dalam proses wawancara terdapat 2 orang yang tidak mau direkam diantaranya ketua panitia, calon tidak terpilih, dan salah satu tim sukses. Meskipun tidak mau direkam rata-rata narasumber member informasi secara egas dan lugas. Dimana hal hal yang diperoleh informasinya adalah:

  1. Secara normative memang tidak terdapat pelanggaran dalam pilkades.
  2. Diluar rentang waktu yang dimaksud money politik, sebenranya terdapat pemberian sesuatu kepada masyarakat.
  3. Dalam pilkades ditemukan ada yang menggunakan orang pintar atau klenik.
  4. Anggaran dalam pilkades cukup luar biasa besarnya.
  5. 30% perempuan dilibatkan dalam kepanitian dan menduduki posisi yang tidak hanya di konsumsi
  6. Perlu adanya pelantikan serentak sehingga biaya cukup sedikit.
  7. System perlu dirubah.
  8. Tidak adanya pengawasan dan sangsi yang jelas atas sebuah pelanggaran dalam pilkades.

Itulah masukan dari sebagian besar narasumber yang saya temui dalam waancara pilkades di desa Kalitekuk Kecamatan Semin.

This entry was posted in Catatan Lapangan and tagged , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s