Dari Dinas Koperasi;Mulai Pendirian Sampai Pendampingan Koperasi

Jum’at, 5 Juli 2013 adalah dimana hari pendamping (YSKK) melakukan koordinasi dengan Dinas PERINDAGKOP & ESDM Kabupaten Gunungkidul, Yogyakarta. Adapun agenda dalam koordinasi diantaranya adalah terkait dengan prosedur pendirian koperasi baru, perlakuan penggunaan dana bansos, pengelolaan koperasi secara professional dan akses yag bisa diakses oleh koperasi. Dalam aktivitas ini pendamping bertemu dengan Bapak Saryoto (Kasi yang membidangi terkait dengan kemitraan).

Diawal ketemu, pendamping mengucapkan ucapan terimakasih kepada dinas. Dimana dinas telah memfasilitasi koperasi dampingan untuk mendapatkan Dana Bansos. Dengan cerita yang cukup panjang-lebar, pendamping mendapatkan informasi diantaranya adalah:

  1. Terkait dengan pendirian koperasi, dinas tidak ada moratorium meskipun undang-undang koperasi saat ini baru. Hanya saja proses pendirian koperasi dirasa cukup lama karena yang biasanya pengesahan hanya sampai kepala dinas, sekarang sampai ke Bupati. Terkait persyaratan masih seperti persyaratan yang laba dan belum ada perubahan.
  2. Terkait dengan dana bansos koperasi diberi arahan untuk menggunakan dana bansos tersebut untuk usaha koperasi. Kemudian terkait dengan administrasi dengan kekayaan yang dimiliki koperasi disarankan untuk masih menggunakan peralatan yang manual. Kenapa masih manual? Hal tersebut untuk mempermudah dalam pengawasan selain itu, ini juga member pekerjaan bagi pengurusnya. Yang penting dalam pengelolaan dana bansos adalah bagaimana cara menyalurkan dan kelengkapan administrasi dalam penyaluran. Misalnya terkait dengan kwitansi yang paling tidak rangkap 3 atau dua, surat perjanjian pinjam, dan agunan. Karena jika menggunakan software, pengurus atau pengawas yang lain akan sulit melakukan pengawasan. Selain itu dari koperasi yang dimiliki Bpk Saryoto dalam pengelolaan dana yang asetnya sudah mencapai 0,5 M masih menggunakan manual. Tapi yang menjadi catatan, bpk Saryoto bukannya tidak memperbolehkan menggunakan software tapi untuk modal yang baru 150 jt itu belum saatnya menggunakan. Kemudian untuk terkait dengan pemberian honor pada pengurus, itu adalah hal yang lumrah dan itu bagus untuk memacu semangat pengurus dalam bekerja. Yang lebih penting lagi dan segera perlu ditindaklanjuti adalah pemahaman anggota terkait dengan dana bansos. Bahwasanya dana bansos itu adalah hibah berkembang yang harus diputerkan dan dana bansos itu untuk koperasi sebagai lembaganya bukan untuk orang perorang anggotanya.
  3. Terkait dengan akses yang  bisa diakses oleh koperasi diantaranya adalah pelatihan-pelatihan yang diselenggarakan oleh dinas. Kemudian pameran-pameran produk unggulan yang dalam setahun minimla dinas mengadakan selama 6 kali dan akses permodalan yang lain.
  4. Agar koperasi mudah mengakses peningkatan kapasitas maupun bantuan modal yang lainnya dari dinas maka disarankan untuk koperasi selalu melaporkan laporan keuangan setiap bulannya ke dinsa koperasi.
  5. Harapannya dari Dinas YSKK masih selalu mendampingi koperasi dan membantu kerja dinas.

Setelah melakukan kunjungan ke Dinas koperasi, pendamping melakukan koordinasi dengan pengurus koperasi wanita Mitra Usaha Perempuan. Dalam koordinasi ini pendamping meminta bendahara untuk melakukan audit keuangan dan produk usaha dagang.

This entry was posted in Catatan Lapangan and tagged , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s