Menjadi Bulan-Bualan Anggota Gara-Gara Dana Bansos

Kamis, 4 Juli 2013 adalah hari dimana pengurus Koperasi Wanita Karya Perempuan Mandiri Desa Watusigar Kecamatan Ngawen Kabupaten Gunungkidul melakukan rapat pengurus koperasi. Agenda dari rapat tersebut adalah mendiskusikan terkait dengan penggunaan dana bansos dan evaluasi kegiatan-kegiatan sebelumnya. Dimana jumlah pengurus yang hadir sejumlah 6 orang (75%).

Dengan telah ditransfernya dana bansos, pengurus mempunyai ide untuk dana bansos segera di cairkan guna menunjang usaha koperasi. Dimana menurut pengurus berdasarkan dari data bendahara permintaan uang dimasyarakat cukup tinggi khususnya dianggota yang jumlah ajuan telah mencapai 34 juta. Selain itu usaha dagang juga membutuhkan suntikan modal untuk memperbesar usaha.

Melihat kondisi tersebut, maka pendamping dengan pengurus koperasi melakukan diskusi terkait dengan dampak positif dan negative dengan pencairan dana bansos. Dimana hasil diskusi diperoleh informasi apabila dalam waktu dekat dana bansos dicairkan tanpa menggunakan kelengkapan administrasi yang baik maka dana bansos bisa dimanfaatkan oleh orang-orang yang tidak bertanggungjawab. Selain itu dengan rawannya kondisi lingkungan dusun, dimana sekarang baru marak-maraknya pencurian, kemudian bahan-bahan pokok melonjak, sementara waktu bertepatan dengan puasa dan mendekati lebaran maka diprediksikan anggota meminjam hanya untuk konsumtif. Mendasarkan hal tersebut, rapat pengurus kali ini mengambil sikap untuk dana bansos ditunda terlebih dahulu pencairannya. Meskipun ditunda, pengurus merencanakan untuk penggunaan dana bansos kedepan adalah 40 jt untuk simpan pinjam dan 10 jt untuk menambahkan modal usaha dagang serta pengadaan inventaris.

Sementara dampak negative dari belum dicairkanya dana bansos adalah pengurus jadi bulan-bulanan  anggota yang akan meminjam. Karena banyak pandangan negative dari anggota kalau dana bansos telah di bagi-bagikan kebeberapa anggota saja. Selain itu pengurus pilih kasih dengan anggota yang lain. Menyikapi hal tersebut, pengurus mencoba cuek dan mencoba meluruskan informasi jika ditanya terkait penggunaan dana bansos. Hanya saja pengurus juga merasa risi dan dongkol karena dianggap tidak adil. Kemudian untuk rencana tindak lanjut dari proses penyiapan penggunaan dana bansos, pendamping akan membekali pengurus untuk mampu melakukan ketertiban administrasi. Selain itu adanya wacana pemberian honor bagi pengurus yang aktif.

Setelah diskusi cukup lama mengenai penggunaan dana bansos, pengurus koperasi melakukan evaluasi beberapa aktivitas yang telah dilakukan.

  1. Pelatihan Pembukuan Usaha oleh mbk Tri Yarsini

Berdasarkan hasil evaluasi, peserta yang mengikuti pelatihan kurang begitu paham. Hal tersebut dikarenakan peserta hanya memperoleh pengetahuan tentang pembukan secara umumnya saja. Sementara itu, tidak terdapat praktek bagaimana cara melakukan pembukuan. Kenapa tidak melakukan pembukuan hal tersebut dikarenakan anggapan secara pribadi pelatih yang takut di remehkan oleh para peserta. Sehingga tindak lanjut dari pelatihan tersebut , penmdamping akan melakukan review.

  1. Kunjungan dari PNPM-MPD Grabag Magelang.

Kunjungan PNPM-MPD dari Grabag Magelang telah memberikan motivasi kepada pengurus untuk selalu berbenah diri. Hanya saja sebelum pelaksanaan terkait dengan kerja tim khususnya pengurus koperasi dirasa kurang kompak. Dimana ada yang bekerja sendiri, ada yang meninggalkan pekerjaan tanpa melakukan komunikasi dll. Hasil evaluasi kedepan jika akan melakukan kerja bareng perlu adanya pembagian tugas yang jelas dan apabila pengurus tidak mampu melakukan bisa minta bantuan pihak ketiga. Selain itu komunikasi adalah satu-satunya hal yang penting dalam setiap melakukan aktivitas apapun.

  1. Usaha Dagang.

Terkait usaha dagang, karena ketua koperasi melihat beberapa nota penagihan yang belum ditagih maka ketua koperasi menginginkan untuk usaha dagang dilakukan evaluasi secara menyeluruh. Sehingga harapannya tidak terdapat permasalahan yang fatal terkait dengan usaha dagang. Hanya saja pengurus masih kesulitan untuk membahasakan nama apa yang sesuai untuk aktivitas tersebut. Hal tersebut penting dikarenakan untuk menghindari sensitifitas personal diantara pengurus.

This entry was posted in article, Catatan Lapangan and tagged , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s