Pendampingan Koperasi#24

Senin, 22 Juli 2013 adalah hari dimana saya melakukan pendampingan di pertemuan rutin anggota koperasi Sekar Arum Desa Semin, Kecamatan Semin Kabupaten Gunungkidul, Yogyakarta. Jadwal pertemuan seharusnya jam 10.00 WIB dan kurang 10 menit saya telah sampai di Balai Desa Semin. Hanya saja belum satupun anggota yang datang. Kemudian saya melakukan komunikasi melalui telphon seluler dengan beberapa anggota dan pengurus koperasi, ternyata sebagian ada yang lupa sebagian ada yang sedang perjalanan. Setelah menunggu cukup lama, satu persatu anggotapun tiba dan yang paling terakhir justru yang datang bendahara. Dengan dimulai aktivitas simpan-pinjam, baru pukul 11.00 WIB acara dimulai dan berakhir pukul 13.00 WIB.

Waktu luang yang sekitar 1 jam sebelum acara dimulai, pendamping mengajak diskusi dengan beberapa anggota terkait dengan usaha yang dijalankan oleh ibu-ibu khususnya terkait dengan evaluasi pasca pameran dibeberapa tempat. Dimana pendamping mencoba mengkonfirmasi dan disitu timbul percakapan;

Pendamping    : “Buk, Kenapa harga produk yang ibu jual kemaren di pameran harganya lebih tinggi dibanding dengan harga di pasar?”

Ibu-ibu                        : “nggak itu mbk….”

Pendamping    : “saya mau tanya ya buk….produk yang ibu jual di took “A” itu…produk dari mana ya buk?”

Ibu-Ibu             : “Produk dari dusun kami mbk.’

Pendamping    : “Kenapa harganya jauh murah dari produk yang saya ambil dan selisihnya 50% lebih? Harusnya khan kalau ambil ditempatnya langsung harganya jauh lebih murah……?”

Ibu-Ibu             : “saya kurang tahu mbk….karena itu bukan produk saya….itu produk ibu-ibu yang lain.” Emang selisihnya berapa mbk?

Pendamping    : “misalnya sempritan, harga di took “A” itu Rp 1.000,- tapi  ambil langsung ditempat harganya kok sama. Padahal di Toko “A” dengan dijual harga Rp 1.000,- itu khan dah dapat untung….emang ibu menjual sempritan ditoko ibu itu perkodi berapa ?”

Ibu-Ibu                        : “Rp 20.000.”

Pendamping    :”yang bener buk?” kemarin saya Tanya beberapa temen temen  jualnya Rp 6.000,-…lho?

Ibu-Ibu                        : “iya tho mbk….saya kurang paham karena itu bukan produk saya dan saya cuma ngambil dari ibu-ibu yang lain. Saya juga gak habis piker kok mbk kok ibu-ibu itu mau ya sempritannya perkodi dihargai segitu?”

Pendamping    ;” Sebagai pembelajaran, kedepan ibu-ibu ketika mau menjual produk keluar itu harusnya harganya disamakan, kemudian ketika ada konsumen mengambil dirumah…harganya justru lebih rendah dari pada diluar. Kenapa? Karena kalau konsumen datang langsung kerumah …produsen gak harus mengeluarkan biaya transport maunpun operasional yang lain. Selain itu, kalau cara-cara tersebut masih diterus-teruskan…kedepan ibu-ibu relasinya tidak bisa berkembang.”

Ibu-ibu                        : “iya mbk terimakasih atas kritik dan sarannya, nanti ini saya sampaikan ibu-ibu yang meproduksi.”

Pendamping    : “ saya rasa ini tidak hanya untuk satu pemproduk saja tapi juga bai ibu-ibu yang memproduk semuanya.”

Dari percakapan diatas dapat ditarik beberapa kesimpulan bahwasanya pengusaha mikro membutuhkan pendampingan dan peningkatan kapasitas terkait dengan management usaha dan jiwa entrepreneurship. Sehingga mereka masih bisa survive dan melanjutkan usahanya untuk lebih maju dan berkembang.

Dengan percakapan yang cukup panjang tersebut, tiba saatnya pukul 11.00 WIB dan pertemuan anggota dimulai. Adapun dalam pertemuan anggota ini yang didiskusikan adalah terkait dengan

  1. Keaktifan anggota
  2. Kondisi pengurus
  3. Usaha Simpan-pinjam
  4. Evaluasi pelatihan membuat intip
  5. Rencana tindak lanjut

Adapun setelah dilakukan diskusi terdapat beberapa informasi dan keputusan dalam pertemuan anggota ini. Diantaranya adalah:

  1. Keaktifan anggota: untuk mengaktifkan anggota agar datang setiap bulan dalam pertemuan makan bulan Agustus akan diadakan arisan dengan besaran Rp 10.000,-
  2. Pengurus & Pengawas: karena pengelola dan pengawas selam beberapa bulan kurang aktif maka akan diadakan recomitmen pengurus. Hal ini dilakukan karena jika tidak segera dilakukan recomitmen akan menghambat kinerja pengurus yang lain dan bisa jadi nanti akan menimbulkan konflik.
  3. Usaha simpan-pinjam; Kas Rp.10.000,-, Piuang Rp. 4.680.000,- dan total jumlah kekayaan Rp 4.690.000,- dengan jumlah laba senilai Rp 326.600,-
  4. Evaluasi pembuatan intip: anggota akan mmencoba memasarkan produk di wilayah sekitar dan bulan depan akan dibawa dalam pertemuan untuk kemudian akan dipasarkan oleh pengelola usaha dagang.
  5. Rencana Tindak Lanjut: Pengadaan rekomitmen ulang pengelola dan pengawas koperasi.

Pindah Tempat

Setelah selesai pendampingan di pertemuan anggota koperasi “ Sekar Arum”, pendamping melakukan pendampingan di Koperasi Wanita Karya Perempuan Mandiri untuk mendiskusikan terkait dengan dana bansos dan uang sisa pelatihan. Dari informasi yang diperoleh, karena jumlah pinjaman tinggi dan uang tidak ada maka dana bansos dicairkan senilai Rp 25.000.000,- dan sisanya akan ditaruh di Bank. Meskipun masih banyak anggota yang mencoba meminjam, pengurus mengambil tegas untuk tidak mengeluarkan uang lagi. Sampai-sampi dalam kasus ini pengurus di caci, samapai anggota ada yang akan menyuap dan sampi menangis-nangis. Tapi dengan keteguhan hati pengurus itupun akhirnya tidak dikasih. Kenapa? Karena banyak anggota motif dalam rangka meminjam hanya untuk menutup pinajaman taleb (Tabungan Lebaran) yang akan segera dibuka.

Terkait dengan jumlah dana sisa pelatihan, sebagian akan digunakan untuk workshop usaha dagang dan sebagain untuk THR dan narasumber. Dimana semua telah diperhitungkan dengan baik. Sedangkan dalam proses perubahan setruktur di usaha dagang pendamping akan mendampingi pengelola dalam pembuatan laporan pertanggungjawaban usaha dagang.

This entry was posted in Catatan Lapangan, KOPWAN Karya Perempuan Mandiri, Pra Koperasi Sekar Arum and tagged , , , , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s