Koperasi Perempuan Untuk Perbaikan Kualitas Hidup

Sesuai dengan judulnya, Senin 19 Agustus 2013 Koperasi Wanita karya Perempuan mandiri Dusun Randusari, Desa Watusigar Kecamatan Ngawen Kabupaten Gunungkidul Yogyakarta mengadakan “SYAWALAN” dengan nonton film bareng. Dimana film yang diputar ada 2 yaitu film dengan judul “Koperasi Perempuan Untuk Perbaikan Kualitas Hidup” dan film dengan judul “Perempuan inspiratif HRC”.

Film yang pertama diputar adalah film dengan judul “Koperasi Perempuan Untuk Perbaikan Kualitas Hidup”. Dimana film tersebut menceritakan tentang pengalaman perempuan di suatu wilayah yang mana perempuan-perempuan diwilayah tersebut membentuk kelompok dan mendirikan koperasi. Dengan koperasi para perempuan bisa menyimpan dan meminjam uang untuk memenuhi kebutuhannya (kebutuhan pendidikan anaknya, mengembangkan usahanya dan bisa membangun rumah).

Kemudian film yang ke-2 dengan judul “Perempuan Inspiratif HRC” lebih banyak menggugah para peserta yang melihatnya untuk bisa bangkit. Dimana dalam film tersebut lebih banya bercerita mengenai kemandirian seorang perempuan, pentingnya perempuan terlibat atau berpartisipasi dalam pengambilan kebijakan dan bagaimana proses para perempuan memperjuangkan hak-haknya.

Dari kedua film tersebut, banyak ragam pendapat yang muncul dari para anggota koperasi yang melihatnya. seperti halnya tanggapan dari ibu Kemi berikut,………“sebagai perempuan kita harus ikut terlibat dalam pengambilan kebijakan yang didominasi laki-laki dan sebagai perempuan kita harus mandiri tidak tergantung pada laki-laki”

kemudian pendapat dari ibu Muji….“dari film yang telah diputar, menjadikan diri saya untuk semangat dan bangkit dari tepat yang selama ini saya tempati, karena apa? karena dengan kondisi yang jauh lebih buruk diwilayah Gunungkidul, mereka mampu bangkit, kenapa kita tidak….pasti kita juga bisa untuk berdaya dan mampu seperti mereka…”

selain itu ada juga dari salah satu peserta lagi yaitu Ibu Nuryani sebagai berikut…..“dari fil yang saya lihat, saya mengambil hikmahnya bahwa kita sebagai perempuan tidak hidup sendirian maka dari itu kita harus bisa berguna bagi diri kita sendiri, lingkungan dan masyarakat…..”

Sekila beberapa argumen yang dilontarkan anggota terkait dengan film tersebut terdapat beberapa inisiasi dari anggota untuk membuat kelompok dalam penyediaan bahan baku untuk memenuhi kebutuhan anggota yang mempunyai produk. Dimana kemudian pendamping memberikan arahan terkait dengan konsekuensi yang telah dipilih oleh ibu-ibu. Selain itu pendamping meminta kepada ibu-ibu yang mengusulkan untuk mendata anggota kelompok kemudian disertai ingin budidaya tanaman apa. dimana usulan tersebut ditulis diselembar kerta dan diberikan kepada pengurus. Dimana terkait dengan usulan tersebut akan didiskusikan dengan para pengurus untuk mengambil kebijakan sejauh mana pengurus bisa ikut berperan dan berkontribusi terkait dengan intervensinya agar kelompok bisa berjalan dengan baik dan lancar.

Pasca Nonton Film

Setelah nonton film, bendahara melakukan laporan keuangan bulanan kepada anggota. Setelah itu, tibalah salah satu staf dari Dinasa PERINDAGKOP & ESDM bagian koperasi (Bpk Saryoto) dan kemudian melakukan pengarahan kepada anggota terkait dengan peran anggota dalam koperasi. dimana seperti bisa beliu bercerita dengan panjang lebar mengenai pengalamannya sampai dengan pukul 15.30 WIB.

This entry was posted in Catatan Lapangan, KOPWAN Karya Perempuan Mandiri and tagged , , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s