Mini Workshop Usaha Dagang Koperasi Wanita Karya Perempuan Mandiri

Kamis, 26 September 2013 Koperasi Wanita Karya Perempuan Mandiri melakukan mini workshop usah dagang. Tujuan dari kegiatan tersebut adalah:

  1. Melakukan pemisahaan management koperasi antara usaha dagang dengan usaha simpan-pinjam.
  2. Memilih Pengurus baru usaha dagang koperasi
  3. Review dan finalisasi sistem management usaha dagang
  4. Merumuskan pembukuan usaha dagang yang baku sesuai dengan standar akuntansi

 Kegiatan tersebut dilakukan sebagai bentuk tindak lanjut dari hasil rapat pengurus 6 September 2013. Adapun pokok bahasan yang menjadi topik utama dalam kegiatan tersebut  adalah:

1. LPJ Pengelola Usaha Dagang.

2. Evaluas dari pendamping

3. Diskusi

4. Perumusan visi-misi, strategi, dan program kerja

5. Pembentukan struktur baru usaha dagang.

Dalam rangka mengakomodir semua pemikira para peserta mini workshop maka fasilitator menggunakan metode pembelajaran partispatif dengan diskusi kelompok, tanya jawab dan brainstorming. Adapun hasil dari kegiatannya adalah sebagai berikut:

1.Tersampaikannya LPJ Usaha dagang dan segala aspirasi para anggota dan pengurus koperasi

2. Melalui analissis SWOT, tepetaknnya kekuatan, kelemahan, peluang dan tantangan usaha dagang. dinataranya adalah sebagai berikut:

Kekuatan: bertambanya kelompok pemproduk baru, banyaknya jenis produk yang dibuat oleh para anggotra, Packing sudah kompetitif, kualitas rasa beberapa produk telah kompetitif, harga jual dari koperasi cukup kompetitif.

Kelemahan: Modal belum mampu menopang produksi UD, motivatsi pemproduk masih rendah, belum maksimalnya strategi pemasaran, managemen usaha yang belum bagus dan tertata, masih rendahnya inovasi produk, kurang memanfaatkan peluang dari relasi.

Peluang: masih banyaknya relasi yang belum dimasuki oleh UD, selalu dilibatkannya UD oleh Pemerintah daerah dalampelatihan, pengajuan proposal,  bazar, pameran, lomba maupun acara-acara yang lainnya, Gunungkidul sebagai daerah tujuan wisata, Penyediaan produk saat hajatan, bersih desa maupun hari raya.

Tantangan: Ketersediaan bahan baku yang hanya musiman, persaingan usaha, budaya praktis masyarakat, harga jual dari relasi yang terlalu tinggi.

3. Terumuskannya visi UD yaitu Terwujudya kemandirian Perempuan.

4. Terumuskannya Misi UD yaitu: Mendirikan pusat oleh-oleh, Mendirikan rumah produksi, Pengadaan transportasi usaha, Pengadaan alat-alat produksi.

5. Terumuskannya setrategi usaha dagang yaitu: memaksimalkan produksi perempuan, membangun kerjasama dengan pengusaha dan stakeholders terkait, meningkatkan dan memperbaiki kualitas produk, Meingkatkan kapasitas SDM dalam IT dan teknologi pangan, meningkatkan motivasi kewirausahaan perempuan, memberdayakan perempuan dan pengusaha mikro.

6. Terumuskannya program kerja usaha dagaang diantaranya adalah: Pelatihan IT, Pendampingan Perempuan Pengusaha Mikro, Membangun relasi dengan pengusaha, membangun relasi dengan stakeholders, pelatihan pembukuan usaha dagang, pembuatan meknisme usaha dagang baru, Pemberian hadiah bagi anggota usaha yang aktif berproduksi.

7. Tersusunya pengurus baru Usaha dagang yaitu;

Pengawas: Ketua Koperasi (Ibu Ngatemi)

Ketua: Tri Yarsini

Sekretaris: Sri Biyanti

Bendahara: sri Biyanti

Kasir: Tarmiyati

Produksi: Triyarsini

Pemasaran: Tarmiyati.

Tersebut diatas adalah garis besar secara umum hasil dari mini workshop Koperasi Wanita Karya Perempuan Mandiri. adapun hal yang belum terlaksana adalah membuat RAPB UD dan itu akan dilaksanakan pada bulan Oktober 2013.

This entry was posted in Catatan Lapangan, KOPWAN Karya Perempuan Mandiri and tagged , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s