Oleh-Oleh Buat Ibu-Ibuku…..

Senin, 11 November 2013 koperasi “Karya Perempuan mandiri” mengadakan rapat pengurus dan dilanjutkan dengan pertemuan anggota. Dalam rapat pengurus sudah hal biasa agenda yang didikusikan adalah terkait dengan produktivitas usaha simpan-pinjam yaitu mengenai jumlah uang yang belum berputar, rencana pengurus untuk belajar komputer dan mendiskusikan terkait dengan kondisi koperasi yang lainnya.

Pasca Temu Nasional Penanggulangan Kemiskinan Tahun 2013 di Universitas Indonesia pada minggu yang lalu, saya membawa sedikit oleh-oleh buat ibuk-ibu. Oleh-oleh ini tidak lantas berupa barang atau materiel lainnya, melainkan oleh-oleh yang saya maksud disini adalah mengenai ilmu dan jaringan yang saya dapatkan. Beberapa hal yang sampaikan pada ibuk-ibuk adalah terkait dengaan pentingnya peran desa dalam pembangunan ekonomi, peran perguruan tinggi, dan terakhir adalah pentingnya mengenal dan memanfaatkan media sosial.

Peran desa dalam pembangunan ekonomi

Dalam kesempatan ini saya menyampaikan bahwa saat ini Negara Indonesia dan bahkan beberapa negara di belahan dunia sedang mengalami krisis 4 dimiensi yaitu pangan, energi, lingkungan, financial. Terkait dengan pangan, jelas bahwa dulu Indonesia pernah mengalami swasembada pangan, dimana Indonesia mampu melakukan ekspor ke berbagai negara belahan dunia melalui hasil ladang, sawah dan kebunnya. Tapi ternyata sekarang terbalik, justru negara kita sekarang sebagai negara pengimpor untuk memenuhi kebutuhan pokok masyarakatnya. Dari sedikit informasi tersebut saya lontarkan beberapa pertanyaan kepada ibuk-ibuk, ” Apa contoh dari krisis pangan yang dihadapi negara ini buk?”

Beberapa ibu-ibu menjawab , “kedelai mbk….., yang kemaren sangat santer di bicarakan di media,…..padahal dulu harga kedelai tidak semahal itu,…tapi karena langka sekarang harga kedelai mahal.”(Hesti/ 30 th)

selain itu ada ibuk-ibuk yang lain menjawab dan bertanya, “kalau kasus daging sapi itu mbk?”

Kemudian saya sedikit membuka dialog dengan ibu-ibu, bahwa semua yang dijawab dan dipertanyakan oleh ibu-ibu itu benar adanya. Dimana pada saat ini bangsa ini telah mengalami krisis pangan. Kemudian saya lontarkan pertanyaan kepada ibu-ibu lagi,”Dalam rangka penyediaan bahan kebutuhan pokok seperti kedelai, beras, bawang, brambang, cabai dan lain sebagainya itu tugas siapa buk? atau itu peran siapa?

Dengan serentak ibu-ibu menjawab, “tugas kita semua mbk….”

Saya sampaikan memang benar itu tugas semua pihak dan saya tekankan bahwa desa mempunyai peran penting atas ketersediaan bahan baku tersebut. Dimana salah satu peran desa adalah menyediakan dan menyuplai bahan mentah yang dibutuhkan oleh masyarakat dipenjuru wilayah Indonesia khususnya di kota. Tapi apa yang terjadi sekarang, banyak masyarakat desa yang justru merantau kekota. Sehingga desa tidak ada yang menggarap dan desa hilang fungsinya sebagai landasan dasar pembangunan ekonomi.

Karena kondisi saat ini ibu-ibu tinggal di desa maka saya sampaikan kepada ibu-ibu untuk menggiatkan kegiatan pertanian untuk memenuhi kebutuhan pangan nasional. Meskipun itu sebenarnya menjadi tugas pokok pemerintah sebagai pendorong pencipta kebijakan untuk mendorong swasembada tapi ini adalah salah satu peran warga negara dalam pembangunan ekonomi.

Kemudian secara umum saya jelaskan terkait dengan energi, kita sebagai warga negara harus melakukan penghematan seperti halnya penghematan listrik, BBM, gas dan lainn sebagainya meskipun itu bukan solusi yang solutif. Karena bahan-bahan tersebut adalah sumber yang tidak dapat diperbaharui. Selanjutnya untuk lingkungan saya arahkan untuk ibuk-ibuk menggunakan pupuk organik dalam pertanian, membuang sampah pada tempatnya, tidak melakukan eksploitasi dll. Kemudian terkait dengan financial, ibu-ibu saya arahkan silahkan untuk mengakses di koperasi dan mengajak para masyarakat umum bergabung dalam koperasi.

Meskipun penjelasan saya sangat singkat dan sederhana ibu-ibu jauh lebih paham dan mengerti terkait apa yang sampaikan.

Peran Perguruan Tinggi

Saya sampaikan kepada ibu-ibu bahwa dalam temunas semua unsur yaitu perguruan tinggi, NGO, dan pemerintah untuk saling bersinergi untuk mengatasi maupun menangangani kemiskinan yang saat ini grafiknya semakin hari semakin meningkat. Dimana salah satu peran perguruan tinggi adalah membuat konsep dan pengembangan teknologi tepat guna bagi masyarakat.

Peran Media Sosial

Sebelum saya menyampaikan peran media sosial kepada ibu-ibu seperti biasa saya melontarkan sebuah pertanyaan, “Siapa diantara ibu-ibu yang mempunyai facebook?”Dari kurang lebih 35 ibu-ibu yang hadir dalam pertemuan hanya terdapat 3 ibu-ibu yang mempunyai media social yaitu facebook. kemudian saya lontarkan pertanyaan baru kepada 3 ibu-ibu tersebut,”kira-kira apa manfaatnya ibu-ibu mempunyai facebook?

Rata-rata mereka menjawab seperti ini;”dengan facebook kita bisa punya teman yang sebelumnya kita belum kenal.”(Ibu Itha/ 27 th). kemudian ibu-ibu yang lain menjawab,”kita bisa berbagi mbk…”(Yatmini/ 37 th)

Dari jawaban tersebut saya sampaikan bahwa peran media sosial memang salah satunya adalah untuk berbagi dan memperbanyak teman. Berbagi tidak hanya masalah pribadi tapi juga bisa kejadian yang menyangkut orang banyak seperti masalah kesehatan, pendidikan, ekonomi, budaya, wisata dll. Kemudian berteman, itupun juga sama, bahwa berteman tidak hanya saja berteman dengan siapapun akan tetapi jelas siapa yang akan diajak berteman. Selain itu dengan media sosial ibu-ibu bisa mempromosikan produk usahanya sehingga produk bisa dikenal oleh orang banyak dan kemudian diharapkan timbul transaksi untuk saling membeli dan menjual. Kemudian ibu-ibu khususnya ibu-ibu muda yang  melek IT saya sarankan untuk facebook dan dimanfaatkan sebaik-baiknya.

Kemudian saya sampaikan pula bahwa saat ini lembaga kami YSKK sedang ada program terkait dengan Pengawasan dana BOS dan salah satu media yang digunakan adalah media sosial. Dimana tujuan dari media disini adalah untuk melakukan pendidikan bagi masyarakat terkait dengan dana BOS. Sehingga jika selama ini ibu-ibu tidak tahu apa itu BOS, kemudian apa kegunaannya, ibu-ibu bisa bergabung di group “awasi bos” dengan berbagi terkait ruang lingkup BOS dan bisa juga mengangkat permasalahan penyaluran BOS di sekolah yang ada di lingkungan ibu-ibu.

This entry was posted in Catatan Lapangan, KOPWAN Karya Perempuan Mandiri and tagged , , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s