Pendampingan Koperasi Wanita Mitra Usaha Perempuan

Kamis, 14 November 2013 kusempatkan untuk menengok koperasi dampingan yaitu Koperasi Wanita Mitra Usaha perempuan di Desa Kampung Kecamatan Ngawen, Gunungkidul, Yogyakarta. Berawal dari pengurus koperasi yang tidak bisa melakukan rapat pengurus, maka saya sebagai pendamping yang mendatangi koperasi. Adapun tujuan dari pendampingan ini adalah untuk melakukan inputing data keuangan dan monitoring usaha gaduhan kambing.

Dalam pendampingan kali ini, saya bertemu dengan ketua dan bendahara koperasi. Hanya saja, karena bendahara koperasi rumahnya baru direnovasi maka saya melakukan inputing data keuangan dengan ketua koperasi. Dimana dalam prosesnya, inputing data keuangan koperasi sudah sesuai dengan kondisi riel. hanya saja, inputing data baru sampai pada bulan September 2013.Kemudian untuk inputing data keuangan bulan selanjutnya akan dilaksanakan disela-sela waktu pendampingan yang lain.

Monitoring Usaha gaduhan Kambing

Gaduhan kambing Koperasi Wanita Mitra Usaha Perempuan telah terlaksana pada awal bulan November ini. Kambing yang digaduhkan sejumlah 10 kambing betiana yang di pelihara oleh anggota koperasi. Dimana kambing tersebut tersebar di tiga wilayah yaitu Gununggambar sebanyak 4 kambing, Candi 4 kambing dan tembelan 2 kambing. Harga kambing yang di gaduhkan cukup variatif mulai dari yang harganya Rp 750.000,- sampai dengan Rp 1.000.000,-.

Dalam prosesnya saya melakukan monitoring, kebetulan saya ketemu dengan bapak-bapak dan ibu-ibu masyarakat setempat yang sedang berbincang-bincang, kemudian saya ikut gabung aja disitu dan saya mencoba bertanya-tanya terkait dengan prospek usaha gaduhan kambing peranakan baik dari segi produktifitas, jangka waktu kambing melahirkan, jumlah anak yang akan dilahirkan, resiko dari memelihara kambing peranakan, nilai jual anak kambing.

Setelah saya bincang-bincang saya peroleh informasi dianataranya adalah; 4 kambing yang ada sudah di kawinkan dan ada 2 kambing yang diprediksi sudah hamil. Sementara untuk produktifitas kambing yang digaduh bisa mencapai umur 5 tahun dengan jangka waktu hamil 6 bulan dan biasa kambing melahirkan 2 anak. Kemudian untuk harga anakan kambing jika sudah mencapai umur 6 bulan kalau laki-laki biasa dihargai Rp 1.000.000,- dan jika perempuan bisa mencapai Rp 600.000,-. Selanjutnya untuk formulir, mekanisme dan surat perjanjian semua penggaduh telah menerimanya dan telah diisi.

This entry was posted in Catatan Lapangan, KOPWAN Mitra Usaha Perempuan and tagged , , . Bookmark the permalink.

2 Responses to Pendampingan Koperasi Wanita Mitra Usaha Perempuan

  1. Entah ya, ketika membaca “menengok…” dalam kacamata saya kok terkesan tidak ada suatu hal yang dilakukan yaa.
    Diluar itu, mungkin Mbak Yuliana bisa cek di kamus EYD Bahasa Indonesia, penulisan kata “ibu” itu menggunakan “k” atau tidak, meskipun ketika kita mengucapkannya terdengar seperti “ibuk”🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s