Jalan-jalanku kemaren……

Selasa, 19 November 2013 saya bersama dengan ibu-ibu dampingan melakukan jalan-jalan di beberapa wilayah dan tempat di Gunungkidul. Adapun wilayah yang menjadi tujuan adalah Sambirejo, Kampung, Watusigar, Jatiayu, Ngawis, Bendungan dan Wonosari. Bukanlah tanpa tujuan kami mengunjungi beberapa tempat tersebut, adapaun tujuan dari kami mengunjungi beberapa wilayah tersebut diantaranya adalah:

  • Melakukan pengorganisiran peserta Refleksi dan Evaluasi Sekolah Kepemimpinan Perempuan di Desa Sambirejo, Kampung, Watusigar, Jatiayu, Ngawis dan Bendungan.
  • Melakukan koordinasi dan diskusi terkait dengan pajak koperasi di kantor pajak, Wonosari Gunungkidul.
  • Melakukan koordinasi dan diskusi terkait dengan data dan informasi di Dinas PERINDAGKOPTAM Kabupaten Gunungkidul.
  • Diskusi dan koordinasi dengan Ketua Koperasi Wanita Karya Perempuan Mandiri terkait dengan pelatihan yang diikuti oleh pengurus dan anggota koperasi beberapa hari terakhir ini.                                                                                                                          Dalam melakukan aktivitas, tak luput kami menemui beberapa kendala, adapun kendala tersebut diantaranya adalah; Cuaca yang kurang mendukung, dimana hujan dari pagi sampai sore hari, Beberapa rumah ibu-ibu yang menjadi tempat tujuan orangnya tidak ada, Birokrasi pemerintah khususnya terkait dengan personalnya yang berbelit-belit, sehingga apabila akan mengaskses sebuah data dan informasi sangat prosedural dan cenderung dipersulit, Tidak ditemuinya orang yang akan dimintai informasi, sehingga harus menunggu.
    Meskipun demikian, kendala tersebut bisa diatasi dengan sikap yang lebih sabar dan mengambil inisiatif-inisiatif yang jarang kita lakukan seperti mencoba mengajak dialog, diskusi dari yang mulai aktivitas kesehariannya maupun diluar kesehariannya. Adpun hasil dari kami melakukan aktivitas tersebut diantaranya adalah;
  • Pengorganisiran kegiatan Refleksi dan Evaluasi Sekolah Kepemimpinan Perempuan (SKP). Diawal kami mendapatkan tanggungjawab untuk mengirimkan surat beserta ToR, lembar evaluasi, dan daftar peserta yang lulus SKP di 6 desa yaitu Sambirejo, Kampung, Watusigar, Jatiayu, Ngawis, Bendungan. Dari sekian desa tersebut yang bisa kami temui secara langsung dengan koordinatornya adalah 3 desa (Kampung, Watusigar, Ngawis. Sementara untuk Sambirejo, kami titipkan di Balai Desa dan koordinator sebelumnya sudah dihubungi melalui handphone. Kemudian untuk Jatiayu, karena yang bersangkutan tidak ada dirumah meskipun rumah terbuka maka surat saya letakan diatas meja dan saya beri memo. Setelahnya dari koordinator Jatiayu telah mengkonfirmasi bahwa beliu telah menerima surat dan memo yang telah kami buat. Sedangkan untuk yang Bendungan sudah saya komunikasikan sejak awal dengan koordinator untuk surat dititipkan di Balai Desa dan surat telah tersampaikan.
  • Diskusi dengan Petugas pajak di Kantor Pajak. Dari kantor pajak kami mendapat banyak penjelasan terkait dengan pajak yang bisa dikenakan ke koperasi dengan usaha simpan-pinjam. Diantaranya adalah; PPh ps 25/ 29, PPh ps.22, PPh ps 23 dan PPN dengan disertai contoh perhitungannya.
  • Diskusi dengan Dinas PERINDAGKOPTAM untuk mengakses data dan informasi. Dalam koordinasi dengan Dinas Koperasi, kami hanya bertemu dengan 1 petugas yaitu Ibu Sugiarti. Sementara yang lain ketika saya tanyakan, mereka sedang ada pelatihan bagi pengurus koperasi dan sebagian lainnya baru melakukan tinjauan lapangan dibeberapa koperasi. Dengan maksud saya untuk memperoleh data dan informasi, saya cukup kesulitan karena yang bersangkutan menyatakan bahwa beliu tidak tahu apa-apa dan apabila ingin meminta data dan informasi saya diminta koordinasi dengan Kasi Organisasi. Kemudian saya mencoba minta nomer Hp yang bisa dihubungi, akan tetapi yang bersangkutan (Ibu Sugiarti) tidak kunjung memberi dan beliu cendrung mengintrogasi terkait dengan program lembaga kami di Kabupaten Gunungkidul. kamipun melayani apa yang ditanya oleh beliu dengan sepenuh hati hingga pada akhirnya orang yang ingin saya mintai data datang dari lapangan. Setelah itu kami langsung melakukan koordinasi dengan Mas Riyadi yang orangnya cukup baik dan terbuka. Beliu langsung memberikan data yang saya butuhkan dan selain itu beliu juga memberi arahan terkait dengan sumber-sumber data yang lain yang bisa jadi bahan yaitu di Mbk Asar di Bagian perencanaan. Tidak lama kemudian saya melakukan koordinasi dengan mbk Asar, dimana beliunya masih muda dan sangat ramah serta terbuka. Sehingga data yang saya butuhkanpun bisa saya peroleh dengan mudah.  Adapun data yang saya peroleh adalah terkait dengan laporan Dinas PERINDAGKOP & ESDM tahun 2012 sedangkan untuk tahun 2013 laporan dan perencanaan untuk tahun 2014 belum tersusun.
  • Koordinasi dan diskusi dengan Ketua Koperasi Wanita Karya Perempuan Mandiri. Dari koordinasi diperoleh informasi bahwa kursus komputer akan dimulai pada minggu ke-empat bulan ini (November 2013). Sedangkan untuk pelatihan, beliu mengungkapkan banyak informasi dan ilmu yang akan menjadi pijakan koperasi untuk menyesuaikan dengan undang-undang koperasi No 17 tahun 2012. Kemudian setelah 3 hari pelatihan, Dinas akan melanjutkan dengan study banding di Bandung.

Surakarta, 20 November 2013

Yuliana

This entry was posted in Catatan Lapangan and tagged , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s