Pentingnya Pengakaderan Dari Akar Rumput…..

Jum’at, 22 November 2013 koperasi “Sekar Arum” desa Semin, Kecamatan Semin, Gunungkidul melakukan rapat pengurus dan  pertemuan anggota. Dimana dalam rapat pengurus dihadiri oleh 5 orang pengurus yang terdiri dari ketua, bendahara, pengelola, dan pengawas. Sedangkan untuk sekretaris tidak bisa hadir karena 2 anaknya yang masih berumur 2 tahun tidak ada yang merawat . adapun agenda dalam rapat pengurus adalah refleksi dan recomitmen kepengurusan koperasi. Sedangkan untuk pertemuan anggota agenda yang akan dibahas adalah terkait hasil rapat pengurus.

Rapat Pengurus

Koperasi “Sekar Arum” adalah salah satu koperasi yang baru 1 rahun terbentuk. Dengan usianya yang masih muda, koperasi ini sering menemui banyak kendala khususnya terkait dengan Sumber Daya Manusia (SDM) dalam kepengurusan. Dimana kondisi sekarang susah untuk mencari orang yang benar-benar mau diajak secara sukarela untuk bekerja sosial khususnya dalam berkoperasi. Dimana selama 1 tahun koperasi “sekar Arum” telah mengalami pengurangan dan penambahan jumlah pengurus kurang lebih sebanyak 3 kali. Mendasarkan pada hasil review hal tersebut terjadi karena beberapa faktor diantaranya adalah:

– Beberapa pengurus disibukan dengan urusan domestik.

– Beberapa pengurus sudah menjabat dibeberapa tempat.

– Beberapa pengurus rumahnya jauh dengan pusat desa.

– sebagain besar pengurus tidak bisa menggunakan sepeda motor.

– Masalah umur, yang dirasa sudah kurang produktif.

Dari beberapa faktor tersebut, menjadikan koperasi “Sekar Arum” pada bulan November 2013 ini melakukan perubahan struktur organisasi lagi. Dimana dari proses review dan sekaligus refleksi, dari sekian pengurus yang minta untuk digantikan dengan alasan seperti tertuang diatas adalah ketua koperasi, pengelola usaha dagang dan pengawas. Meskipun demikian para pengurus yang mengundurkan diri tetap menjadi anggota koperasi. Dimana harapannya pengurus yang akan terpilih adalah pengurus yang masih muda, mempunyai tanggungjawab yang tinggi, dan ulet.

Hasil dari review dan refleksi selain beberapa hal diatas adalah mereka menyadari bahwa saat ini mereka gagal melakukan pengkaderan di tingkat akar rumput. Dimana kekosongan kepengurusan dalam beberapa lembaga sosial dimasyarakat tidak hanya terjadi dikoperasi, di PKK desapun mengalami hal yang sama. Ketika PKK Dusun diminta mendelegasikan 5 orang kader untuk aktif dalam PKK Desa, terdapat beberapa dusun yang tidak mengirimkan sama sekali dan ketika adapun itu tidak bisa mendelegasikan sesuai jumlahnya. Pernyataan tersebut saya kutip dari salah satu pengawas koperasi berikut ini;

“………mbk sekarang itu susah cari anak muda yang mau diajak kerja sosoial misalnya terlibat dalam koperasi. orang kemaren saja waktu PKK Desa minta PKK Dusun untuk mengirimkan 5 kader untuk aktif di desa aja ada yang tidak ngirim dan ketika ngirimpun paling cuma 1,2 atau tiga……” (Murtini/ 59 th)

“……apali kalau terlibat dilembaga desa mbk-mbk…paling cuma itu-itu saja orangnya. misalnya di BPD terakhir perempuan yang terlibat cuma saya dan sekarang tidak ada perempuan yang masuk dalam BPD. susah mbk yang jelas cari orang….”(Bu Hari/ 60th)

Seperti pernyataan diatas bahwa sebagian besar lembaga yang ada  di desa mengalami kekosongan seperti LPMD, BPD maupun pemerintahan desa. Yang menjadi pertanyaan sekarang, apakah memang benar lembaga yang ada tidak memberi kesempatan kepada perempuan untuk terlibat dan maju? atau mungkin, para perempuan belum mempunyi kesadaran akan pentinganya terlibat dalam sebuah lembaga yang ada di desa? yang jelas kondisi tersebut menjadi PR dan tanggungjawab bersama untuk memunculkan kader-kader yang siap untuk diajak membangun dan berperan aktif dalam pembangunan.

Pertemuan Anggota

Mendasarkan pada hasil rapat pengurus, maka perlu diadakan pemilihan pengurus baru untuk menduduki jabatan ketua, pengelola dan pengawas.

Dalam pemilihan pengurus kali ini, pengurus yang dipilih adalah pengurus yang masih dalam usia produktif, memiliki waktu luang, tidak menjabat dibeberapa instansi atau lembaga lain, memiliki kemauan belajar yang tinggi. Selain itu, pemilihan pengurus untuk kali ini berbeda dengan pemilihan pengurus sebelumnya, dimana jika sebelumnya menggunakan pemilihan dengan suara terbanyak sedangkan untuk kali ini murni menggunakan musyawarah.

Berdasarkan musyawah terpilihlah pengurus baru. Dimana secara keseluruhan per November 2013 pengurus koperasi “Sekar Arum” adalah sebagai berikut:

Ketua                   : Ibu Karyati

Sekretaris           : Ibu Suprihatin

Bendahara I         : Ibu Niken

Bendahara II       : Ibu wiji

Pengelola              : Ibu Saptini dan ibu Siti

Pengawas             : Ibu Priyanti

Dari seluruh pengurus tersebut secara langsung menyatakan kesanggupannya untuk mengisi dan menjalankan tanggungjawabnya sesuai dengan jabatan yang diembannya.

Surakarta, 25 November 2013

Yuliana

This entry was posted in Catatan Lapangan, Pra Koperasi Sekar Arum and tagged , , , , , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s