Memperkuat Keterwakilan Perempuan dalam Pemerintahan dan Pembangunan Desa

Selasa, 17 Desember 2013 saya bersama dengan teman saya melalui YSKK (Yayasan Satu Karsa Karya) mulai menginjakan kaki di tanah Desa Karangmojo. Sebelumnya kami juga  melakukan pendampingan perempuan di 2 Desa di Kecamatan Karangmojo yaitu Desa Ngawis dan Jatiayu melalui program Kepemimpinan Perempuan dan sampai saat ini masih berjalan, tapi pada kali ini kami mulai melebarkan wilayah sasaran program, dimana untuk Kecamatan Karangmojo ditambah 1 desa yaitu Desa Karangmojo.

Merasa agak kaget ketika saya memasuki aula pendopo Balai Desa Karangmojo, dimana saya melihat ibu-ibu peserta pertemuan sebagian telah hadir. Meskipun undangan jam 09.30, ibu-ibu 15 menit sebelum dimulai sudah hadir. Kemudian kita bergegas untuk segera malakukan persiapan dan tepat pada waktunya kami selesai melakukan persiapan dengan dibantu Kepala Desa dan Perangkat Desa Karangmojo.

Dalam melakukan persiapanpun saya juga merasa dikagetkan oleh Kepala Desa Karangmojo, dimana beliu tidak sungkan untuk membantu kami, meskipun kami tidak meminta. dari mulai membantu mengangkat meja, mengangkat white board, memasang sepanduk dll. Kenapa saya kaget? karena hal ini jarang saya temui ketika saya melakukan aktivitas di desa lain. Biasanya kepala desa cendrung suka merintah bawahannya untuk membantu dan kalau tidak, kepala desa hanya duduk manis di ruangannya yang terpisah dengan perangkat yang lain.

Tepat pukul 09.30 acara pertemuan konsolidasi PKK “Memperkuat Keterwakilan Perempuan dalam Pemerintahan dan Pembangunan Desa”. Adapun alur proses dari pertemuan ini dibagi menjadi 4 sesi, yaitu:

Sesi I: Pentingnya keterwakilan perempuan dalam pemerintah desa.

Sesi II: Memetakan kekuatan, kelemahan, peluang dan tantangan PKK

Sesi III: Merancang Setrategi

Sesi IV: Mensepakati Agenda Tindak Lanjut.

Pengantara

Sebelum masuk pada sesi yang pertama, fasilitator memperkenalkan diri. Kemudian agar tidak terasa kaku dan hening fasilitator mulai mengajak peserta untuk bercakap-cakap dengan lontaran beberapa pertanyaan yang berkaitan dengan aktivitas sehari-hari yang biasa mereka lakukan. Dimana fasilitator menanyakan, “ibu-ibu pekerjaan rumah apa yang ibu tinggalkan ketika hadir dalam pertemuan ini?”…..”banyak mas,,,…harusnya kesawah tidak jadi kesawah, harusnya nyuci tapi kita tunda, harusnya bersih-bersih ini kami tunda dll…”jawab beberapa ibu-ibu. Kemudian fasilitator mulai melanjtkan pertanyaan, “lha bapak tidak pernah membantu buk?”…..”ya…ikut mas.” jawab beberapa ibu-ibu.

Dari percakapan tersebut dapat dilihat bahwa pemahaman mereka mengenai gender dan pembagian peran antara perempuan dan laki-laki cukup paham. hal tersebut dipertegas dengan beberapa pernyataan ibu-ibu seperti bahwa tugas mendidik anak adalah tugas bersama dan tugas bersih-bersih rumah adalah tugas bersama.

Fasiliator tidak berhenti disitu ketika menggali kondisi perempuan di Karangmojo. Dimana fasilitator mulai menanyakan, “dari pengalaman ibu-ibu apa yang menjadi kebuthan ibu-ibu?”….”banyak mas.”jawab ibu-ibu. Kemudian fasilitator menanyakan,” gimana peran PNPM di desa buk?”……..”lumayan mas, sedikit demi sedikit membantu” jawab ibu-ibu. Kemudian sebelum masuk sesi I salah satu fasilitator mengajak peserta untuk bermain-main untuk merefrash otak.

Pentingnya Keterwakilan Perempuan Dalam Pemerintah Desa

Masuk sesi ini, peserta mulai diajak untuk memberikan informasi sebanyak-banyaknya kepada fasilitator dengan metode diskusi dan dialog. dari diskusi dan dialog diperoleh informasi, diantaranya adalah

  1. Desa Karangmojo terdiri dari 16 Padukuhan.
  2. Peran perempuan sangat penting untuk mengawal dan melaksanak RUU Desa yang akan segera di syahkan. Diman 10% APBN akan didistribusikan ke desa. Apabila desa tidak siap, maka ini akan menjadi bancaan bagi beberapa orang yang lebih tahu dan paham untuk kepentingannya
  3. PKK Desa Karangmojo tidak aktif selama kurang lebih 30 tahun. Hal tersebut dikarenakan posisi kepala desa yang berwenang untuk memberi SK mengenai keberadaan PKK belum ada dan sam[pai saat ini posisi kepala desa hanya digantikan oleh seorang PJ (penanggungjawab)
  4. ADD PKK per tahun untuk aktivtas kurang lebih 4jt dan selam 30 tahun belum diambil dan para perempuan tidak mengetahuinya.
  5. Sebenarnya PKK Kecamatan sudah mulai mengajak perempuan-perempuan yang ada di padukuhan untuk mendirikan lembaga PKK. Tapi karena tidak adanya kejelasan posisi kepala desa maka para perempuan yang ada di Desa karangmojo tidak berani mengambil keputusan.
  6. Selama ini ketika terdapat pertemuan PKK di Kecamatan atau di kabupaten dari desa hanya menunjuk beberapa orang untuk mewakili.
  7. Meski PKK Desa tidak aktif, PKK Dusun masih aktif.
  8. Perempuan Desa Karangmojo menginginkan untuk pembentukan PKK secepat mungkin dengan tujuan agar para perempuan desa Karangmojo bisa maju dan tidak ketinggalan dengan desa-desa yang lain.
  9. Selama ini jarang perempuan Desa Karangmojo berdiskusi atau berkoordinasi denga anggota legeslatif perempuan yang ada di DPRD, begitu juga sebaliknya.
  10. terkait dengan keterwakilan perempuan, karena tidak diwajibkannya atau tidak adanya aturan yang mengatur keterwakilan perempuan dalam beberapa eleman khususnya pemerintahan desa, maka kebanyakan posisi di lembaga desah atau pemerintahan desa banyak diisi oleh lahi laki. kondisi tersebut terlihat bahwa tidak ada peerempuan yang mempunyai posisi di BPD dan hanya 1 di pemerintahan desa itupun hanya menjadi kepala Dusun.
  11. Dari pengalaman salah seorang aktivis perempuan di desa Karangmojo, selama ini beliau dalam memperjuangkan pemenuhan hak masyarakat, beliau langsung ke provinsi. seperti halnya ketika perbaikan jalan dusun, beliau membuat proposal sendiri dan kemudian beliu minta persetujuan kepala desa dan langsung proposal tersebut dibawa ke propinsi. dari usahanya akhirnya jalan menjadi baik. pengalam tersebut adalah bagian kecil yang secara personal beliau lakukan.

Pemetaan Kondis Perempuan Desa Karangmojo

Kekuatan

  • Spirit atau semangat
  • Kader perempuan banyak
  • Adanya KPP (Kaukua Parlemen Perempuan) DPRD Gunungkidul
  • adanya komitmen untuk maju bersama

Kelemahan

  • Tidak adanya data
  • Peraturan belum mendukung Perda No 18 belum mengatur tentang kompisisi gender.
  • Susah kumpul/ belum terorganisir karena lembaga PKK belum berfungsi.
  • Jalan sendiri-sendiri
  • SDM perlu ditingkatkan
  • Kurangnya peningkatan kapasitas SDM
  • Kurangnya anggaran

Peluang

  • Sekolah Kepemimpinan Perempuan (YSKK)
  • Pemerintah Desa Mendukung
  • Sumber anggaran yang bisa diakses
  • TOT kader anti politik uang (YSKK)
  • KPPPD

Tantangan

  •  Politik uang
  • Perempuan harus lebih komunikatif
  • Budaya
  • Organisasi

Rencana Tindak Lanjut

  • Minimal PKK mempunyai 8 orang perempuan yang bisa mengikuti SKP.
  • TOT GERAPU (Gerakan Perempuan Anti Politik Uang)
  • KP3D
  • Audiensi dengan pemerintah desa
  • Organisasi PKK segera di bentuk

Penutup

Di sesi akhir acara, terdapat ibu-ibu yang memberi pendapat mengenai peran perempuan, dimana menurut beliau perempuan yang baik adalah perempuan yang bisa mendidik anaknya sehingga menjadi generasi  penerus bangsa .

Kemudian fasilitator sedikit memberi masukan dan mengemukakan pendapatnya bahwa “Dalam melakukan pendidikan kepada anak tidak hanya dilihat dari berapa lama kita bersama dengan anak, tapi kualitas ketika kita bersama dengan anak itu jauh lebih penting. Karena percuma jika seharian kita bersama anak tapi kita tidak melakukan pendidikan.”

Selain hal tersebut fasilitator juga menyampaikanm beberapa pengalamannya dilapangan bahwa , “Perempuan yang secara ekonomi mampu dan mandiri tidak tergantung pada laki-laki, mereka jauh lebih tinggi nilai tawarnya sehingga suami tidak memperlakukannya semena-mena, peran perempuan dalam ranah publik strategis harus diiringi dengan kemandirian ekonomi. Sehingga perempuan mampu dan bisa mengontrol dirinya sendiri tanpa harus tergantung pada suami atau pihak tertentu.”

Surakarta, 18 Desember 2013

This entry was posted in Catatan Lapangan and tagged , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s