Jalan-jalanku tempo hari….

Pagi itu kumulai langkahku memasuki wilayah

uploadGunungkidul, Yogyakarta. Kulihat cuaca sedang tidak bersahabat, hujan rintik-rintik menemaniku dari mulai aku berangkat. Lalu lalang kendaraan mobil sepeda motor saling bersalip-salipan bak mengejar waktu yang hampir habis. Selalu hati-hati dan waspada itu yang selalu ada dalam pikiranku. Sempat ku tengok pasar-pasar tradisonal dipinggiran jalan sangat ramai, mulai dari Pasar Ceper, Pedan, Cawas Klaten sampai pada pasar Ngawen dan Semin Gunungkidul. Para pedagang yang menawarkan barang dagangan kepada pengunjung sangat variatif. Pembelipun memenuhi pasar dan sampai meluap ke jalan-jalan sekitar pasar, sehingga kondisi tersebut menghalangi para pengendara yang akank lewat. Tapi itulah seni dari Pasar Tradisonal yang jarang bisa ditemui di pasar-pasar modern.

Tepat pukul 10.00 WIB aku sampai di Kecamatan Ngawen. Awal tujuanku tak lain adalah pengorganisiran kegiatan Evaluasi Reflektif. Mulai dari penyiapan tempat, konsumsi, sampai pada kepesertaan. Karena kegiatan tersebut penting bagi koperasi dampingan, maka Aku ajak ibu-ibu koperasi khususnya pengurus Karya Perempuan Mandiri (Ibu Emi) untuk meminjamkan tempat atas nama koperasi. Kemudian beliu aku ajak untuk mencari penyedia jasa menerima pesan makanan dan sekaligus mengajak beliu mengantarkan undangan.

Setelah saya muter-muter dengan pengurus Koperasi Karya Perempuan Mandiri dalam pengorganisiran, semua yang diharapkan tercapai juga, diantaranya adalah:

1. Adanya tempat Evaluasi Reflektif di Gedung KP-RI “Tenang”

2. Adanya penyedia konsumsi yaitu melaluiĀ  Cattering Bu “Bekti”

3. Tersampaikannya undangan dengan baik.

Catatan yang menarik dari pengorganisiran tersebut diantaranya:

  1. Pelayanan di KP-RI “Tenang” sangat ramah dan baik.
  2. Biaya sewa gedung seikhlasnya . Dimana tidak di tentukan tarif biayanya.
  3. Pengurus Koperasi Karya Perempuan Mandiri bersedia untuk mempersiapkan tempat (mulai dari bersih-bersih sampai pada penataan tempat)Ketika pengurus koperasi yang didatang tidak ada, tetangganya dengan sigab dan penuh keramahan mencarikannya. Sehingga pada akhirnya saa bisa bertemu

Demikian sepenggal cerita dari pengorganisiran kegiatan “Evaluasi Reflektif” tempo hari. Rencana kegiatan evaluasi reflektif dilaksanakan pada Rabu, 5 Februari 2014

Surakarta, 6 Februari 2014

Yuliana

This entry was posted in Catatan Lapangan and tagged , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s