Mulai dari kecil untuk meraih yang besar….

Melakukan kebiasaanWP_20140210_004 baik dari hal-hal yang sederhana itu ternyata tidak mudah. Misalnya saja masalah kedisiplinan waktu, ketika masyarakat mendapat undangan untuk mengikuti kegitan yang diadakan oleh sebuah instansi atau lembaga tertentu dan pada undangan tercantum acara akan dimulai pukul 08.30 WIB, yang terjadi banyak peserta yang menghadiri acara tersebut diatas jam 08.30 WIB. Sehingga dengan tidak sisiplinnya peserta untuk hadir sesui undangan berdampak pada acara yang molor. Kondisi tersebut hampir terjadi disemua level masyarakat saat ini.

Apabila kondisi tersebut selalu di pelihara dan menjadi budaya dimasyarakat maka  hal tersebut merupakan satu kemunduran dari diri kita. Memberi contoh langsung itu jauh lebih efektif untuk mengurangi kebiasan buruk dimasyarakat. Kalau hanya sekedar omongan, saran, masukan tapi tanpa ada contoh riil, masyarakat justru akan meremehkan bahkan akan melabelisasi dan itu biasa digunakan untuk melakukan pembenaran atas ketidak disiplinan yang selama ini dilakukan.

Senin, 10 Februari 2014 Koperasi Wanita “Karya Perempuan Mandiri” melakukan rapat pengurus. Dimana Ketidakdisiplinan tersebut saya temui dalam rapat tersebut. Dalam undangan, rapat akan dimulai pada pukul 09.30 WIB, tetapi pada kenyataan yang tepat waktu datang pukul 09.30 WIB itu hanya 2 orang dari 9 orang pengurus koperasi. Kemudian rapat pengurus dimulai tepat pukul 10.00 WIB setelah semua pengurus hadir semua. Masalah kedisiplinan selalu menjadi topik utama dalam pembahasan rapat pengurus. Karena dalam rapat pengurus sebelumnya telah disepakati dalam setiap aktivitas apapun pengurus harus tepat waktu atau disiplin. Meskipun demikian, kondisi ini dirasa lebih ada kemajuan karena jumlah pengurus yang hadir sejumlah 9 orang (100%). Selain itu biasanya kemoloran waktu lebih dari 1 jam, dan pada rapat kali ini hanya 30 menit. Guna memperbaiki kondisi tersebut, pengurus koperasi berkomitmen untuk akan selalu memperbaiki kondisi tersebut.

Masuk dalam inti acara rapat, banyak hal yang didiskusikan dan secara umum yang menjadi pokok pembahasan adalah; 1) Aktivitas bulan Januari; 2) aktivitas yang tidak terlaksana; 3) Kendala yang dihadapi; 4) Rencana tindak lanjut. Adapun hasil secara terperinci dari hasil rapat pengurus adalah sebagai berikut:

Aktivitas bulan Januari

Cukup menguras tenaga dan waktu bagi pengurus koperasi pada bulan Januari  2014. Dimana cukup banyak agenda yang diikuti dan dilaksanakan oleh pengurus koperasi. Adapun aktivitas yang dilaksanakan pada bulan Januari adalah sebagai berikut:

  1. Pelaksanaan RAT Tutup Tahun Buku 2013

Pada bulan Januari koperasi telah mampu melaksanakan RAT (Rapat Anggota Tahunan) untuk tutup tahun buku 2013. Dimana dalam RAT tersebut dihadiri oleh 76 anggota koperasi (75%) dan dihadiri oleh beberapa tamu undangan (Kabag Dinas Perindagkop & ESDM yaitu ibu Dina dan kasubag kemitraan Dinas PERINDAGKOP ESDM yaitu Bpk Saryoto, Kecamatan, dan pemerintah Desa). Dari RAT, laporan pertanggungjawab pengurus dan pengawas diterima dan disahkan oleh peserta RAT. Selain itu terpilihanya pengurus koperasi yang langsung di sahkan dan dilantik. Adapun susunan pengurus koperasi “Karya Perempuan Mandiri” periode 2013-2014 adalah sebagai berikut:

Pengawas        : Ibu Mujini, Ibu Sumarni

Ketua              : Ibu Ngatemi

Sekretaris        : Ibu Tri Yarsini

Bendahara       : Ibu Jumikem

W. bendahara  : Ibu Sunarwi

Sie Usaha        : Ibu Tarmiyati

Kemudian Rancangan Program Kerja dan Anggaran Pendapatan Belanja Koperasi tahun 2014 di terima dan disahkan oleh peserta RAT

2. Rapat Pengurus Bulan Januari

Pada bulan Januari pasca RAT pengurus telah mampu melaksanakan rapat pengurus pada hari Jum’at 3 Januari 2014 di Sekretariat koperasi. Adapun hasil dari rapat adalah sebagai berikut:

a. Evaluasi RAT.

Dalam pelaksanaan RAT terdapat tanggapan positif dan negative dari masyarakat. Tapi lebih banyak pandangan postif dari masyarakat yang tidak sengaja melihat. Pandangan negative yang muncul dari masyarakat adalah terkait lamanya pelaksanaan RAT. Sementara pandangan positifnya, banyak masyarakat yang cukup tercengang ketika koperasi mampu menghadirkan banyak anggota, pejabat koperasi, kecamatan dan pemerintah desa. Dampak dari Rat tersebut, banyak masyarakat yang bergabung ke koperasi. Dimana pada bulan Januari jumlah peningkatan anggota sebanyak 17 orang.

b. Kedisiplinan Pengurus

Banyak yang menilai dari anggota koperasi, bahwa pengurus koperasi dalam setiap pertemuan atau rapat kurang disiplin. Sehingga banyak anggota yang mengeluh dan keberatan untuk hadir dan mengikuti acara yang biasa diadakan oleh koperasi. Kritikan tersebut ditangkap positif oleh pengurus koperasi, yang mana semua pengurus berkomitmen untuk kedepan pengurus koperasi akan disiplin waktu dalam setiap acara atau aktivitas yang dilakukan.

c. Jam Kerja Koperasi

Mulai per Januari 2014 pengurus koperasi sepakat untuk jam kerja koperasi akan diberlakukan. Dimana koperasi akan di buka setiap hari Rabu mulai pukul 12.00 WIB sampai pada 16.00 WIB. Kesepakatan tersebut apabila belum bisa berjalan dan tidak sesuai akan ditinjau dikemudian hari.

d. Penggunaan system saat melakukan usaha simpan-pinjam

Banyaknya anggota koperasi yang melakukan transaksi setiap tanggal 11, maka pengurus mengambil kebijakan untuk penerimaan uang dari anggota menggunakan system seperti bank. Dimana sebelum melakukan angsurang anggota mengambil nomor antrian dan slip setoran. Dimana anggota diminta mengisi slip tersebut dan menunggu untuk giliran di panggil oleh bendahara. Hal tersebut dilakukan untuk penertiban dan menghindari hal-hal diluar kendali pengurus khususnya terkait dengan keamanan harta koperasi.

e. Tindak lanjut terkait sikap pengunduran diri oleh pengawas koperasi.

Beberapa jam setelah RAT, pengawas koperasi yang terpilih (Supartini) secara tidak langsung melalui pesan sms mengajukan pengundurandiri menjadi pengawas. Dari pesan tersebut, pengurus koperasi mencoba menganggapinya dengan hati yang tenang dan tidak reaksioner. Kemudian pengunduran diri tersebut dibahas dalam rapat pengurus, dan rapat pengurus mempersilahkan untuk pengunduran pengawas (Supartini). Kemudian sebagai tindak lanjut pengurus koperasi harus meminta pengawas untuk mengajukan surat pengunduran diri. Ketua koperasi langsung menindaklanjuti hal tersebut, dan per tanggal 11 Januari 2014 pengawas mengirim surat pengunduran diri,  dan surat tersebut telah disampaikan pada seluruh anggota koperasi. Tanggapan anggota tidak keberatan atas apa yang telah diajukan oleh pengawas dalam hal ini adalah ibu Supartini.

f. Sisa Penggunaan uang RAT.

Dalam pelaksanaan RAT terdapat sisa uang senilai kurang lebih Rp.300.000,-. Dimana sisa uang tersebut digunakan untuk memberikan tali asih kepada pengurus dan pengawas koperasi yang sudah tidak menjabat lagi pada periode 2011-2013.

3. Seminar UMKM

Hasil kerjasama antara koperasi dan Mercycorps membuahkan hasil. Dimana koperasi diikutsertakan lagi dalam kegiatan seminar yang diadakan oleh Mercycorps pada tanggal 25 Januari 2014. Dalam seminar tersebut, koperasi juga diberi kesempatan untuk memamerkan produk yang dimilikinya. Pengurus merasa senang mendapatkan ilmu yang baru dalam pengembangan UMKM. Selain itu dengan disediakan stand oleh penyelenggara, koperasi merasa senang karena bisa mengenalkan produknya ke peserta seminar yang hadir.

4. ToT mengenai “Promosi UMKM melalui Media”

Pada tanggal 27-28 Januari 2014, koperasi diikutsertakan dalam pelatihan TOT mengenai “Promosi UMKM Melalui Media” yang diadakan oleh Mercycorps. Dimana kegiatan tersebut diikuti oleh 2 orang (Ibu Ngatemi dan Tri Yarsini). Dari pelatihan tersebut peserta diminta melakukan pelatihan kepada anggotanya yang mempunyai usaha.

5. Evaluasi Reflektif

Evaluasi reflektif dilakukan oleh lembaga Yayasan Satu Karsa Karya (YSKK) yang telah mendampingi koperasi selama kurang lebih 4 tahun. Evaluasi diikuti oleh 3 koperasi (Mitra Usaha Perempuan, Karya Perempuan Mandiri, Sekar Arum). Dari Koperasi Karya Perempuan Mandiri diikuti oleh 11 orang yang terdiri dari 9 pengurus dan 2 anggota. Hasil dari evaluasi reflektif diantaranya adalah; koperasi mempunyai capaiann apa yang akan di raih 3 tahun kedepan dan bagaimana cara meraihnya. Karena keterbatasan waktu dalam kegiatan tersebut terdapat beberapa pokok capaian yang ingin di raih, diantaranya adalah:

a. Anggota meningkat menjadi 300 anggota.

b. Kekayaan mencapai 500 juta.

c. Mempunyai rumah produksi dan kios.

d. Mempunyai transportasi untuk mobilitas dan operasional koperasi.

Kemudian cara untuk mencapainya adalah sebagai berikut

Capaian Akhir Tahun 2016
Strategi Pencapaian
Tahun I
Tahun II
Tahun III
Anggota 300 orang
  • Sosialisasi dari mulut ke mulut
  • Sosialisasi kedusun2 yang anggota koperasinya belum banyak (Ngimbang, Cikal, Kepek, Ngampon)
  • Sosialisasi dari mulut ke mulut.
  • Pendataan perempuan usaha mikro
  • Pendekatan kepada beberapa stakeholder desa (Ibu Mantan lurah, pengusaha)
  •  Sosialisasi dari mulut ke mulut
  • Pengadaaan brosur
  • Sosialisasi ke perempuan usaha mikro
Kekayaan 500 juta
  • Pendekatan ke ibu Badingah, atau ibu Siwi dan Ibu Dina
  • Penambahan produk simpanan (Simpanan lebaran dan pendidikan)
Mengakses pinjaman ke pihak ke-3 (APBD Provinsi, Bank milik pemerintah, YSKK)
Pendekatan ke potensial pemilik modal (Bpk Paija, atau anggota DPR/DPRD)
Mempunyai rumah produksi
  • Kerjasama dengan desa untuk mengakses kios
  • Sewa kios di sekitar tempat wisata
  • Melakukan komunikasi dengan pemerintah desa untuk mengakses tanah kas desa guna membuat rumah produksi
  • Membuat rumah produksi dengan bantuan pihak ke-3
Mempunyai transportasi sepeda motor
Pembuatan proposal untuk diajukan ke Dinas yang bisa diakses
Pengadaan sepeda motor.

Aktivitas yang tidak terlaksana

Pada bulan Januari kebijakan pengurus ang belum bisa dilaksanakan secara maksimal adalah terkait dengan kedisiplinan pengurus dan penggunaan system seperti bank dalam proses transaksi keuangan di koperasi.

Kedala yang di hadapai

Adapun beberapa kendala yang dihadapi oleh beberapa pengurus diantaranya:

  1. Dalam kedisiplinan pengurus belum bisa mengelola waktu secara maksimal
  2. Dalam system transaksi keuangan di koperasi belum berjalan secara teratur dikarenakan belum disediakan alat antrian oleh pengurus koperasi

Tindak lanjut

  1. Kedepan pengurus harus meningkatkan kedisiplinan
  2. Segera membuat perangkat antrian untuk anggota yang akan melakukan transaksi
  3. Pelatian “Promosi UMKM Melalui Media” akan dilaksanakan pengurus pada Jum’at 15 Februari 2014 dengan sasaran 50 anggota.
This entry was posted in Catatan Lapangan, KOPWAN Karya Perempuan Mandiri and tagged , , , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s