Dari Angkringan Sampai Dangdutan

WP_20140222_037[1]Malam minggu di Kota Solo, (22/02/2014), terlihat orang-orang yang sebagian besar pasangan muda-mudi, berlalu-lalang menikmati suasana malam.

Sajian khas kuliner solo menggoda mereka untuk mencoba mencicipi.

Mulai dari angkringan pinggir jalan, aneka makanan seafood, nasi liwet, gudek dll. Semakin malam, suasana kota solo semakin ramai.

Angkringan

Angkringan memberi suasana yang berbeda di banding dengan sajian kuliner lainnya. Di angkringan bisa ditemukan berbagai macam makanan, mulai sate usus, telur puyuh, tempe, nasi bandeng, nasi oseng sampai tahu bacem.

Semakin malam, pengunjung angkringan semakin banyak dan kebanyakan adalah anak-anak muda. Mereka di angkringan tidak hanya tujuan makan tapi ada tujuan lain.

Seperti penuturan salah satu pengunjung Arifin (17), dia mengatakan,” Di angkringan itu bisa menghilangkan rasa penat”. Itu yang dirasakan pengunjung setelah seharian disibukan dengan pelajaran sekolah yang begitu padat dan menguras tenaga serta pikiran.

Sepanjang jalan Slamet Riyadi dan disudut-sudut kota, terlihat para pedagang menawarkan dagangannya bagi pengguna jalan yang lewat.

Sangat beranekaragam produk yang mereka jual, mulai dari pakaian, boneka, lampu hias, souvenir, mainan anak, makanan ringan dll

Pengunjung juga disuguhi berbagai macam hiburan. Salah satunya adalah hiburan dangdut di dalam Taman Sriwedari.

Dangdut

Dangdut adalah salah satu sajian musik yang bisa dinikmati oleh semua umur, mulai dari anak-anak, orang dewasa, sampai orangtua.

Harga tiket  yang murah Rp.10.000, hiburan tersebut sangat ramah bagi kantong pengunjung yang akan menikmati.

Para biduan mulai menghibur, dengan goyangan yang agak erotis membuat semua penonton ikut bergoyang.

Pakain seksi selalu melekat pada setiap penampilannya.

Alunan lagu dengan suara yang agak serak-serak basah ikut andil mengajak penikmat dangdut ikut bernyanyi.

Tidak luput dari pandangan, pemain musik yang mengiringi setiap lagu yang dimainkan. Mereka sangat trampil dan energik dalam memainkan alat musik.

Kekompakan pemain musiknya, ikut memberi warna yang lain. Dimana tidak semua orang bisa melakukan hal tersebut dan tidak semua group music bisa kompak ketika tampil di panggung.

Rasa-rasanya puas menikmati hiburan dangdut di Taman Sriwedari. Hal tersebut seperti yang diungkapkan oleh salah satu pengunjung, Lisa (20),”Seru ya mbk…,lihat dangdut itu. Kita bisa melihat orang-orang yang sedang joget dan kita bisa menikmati alunan music untuk refreshing.”

Tak itu saja, sisi lain di taman Sri Wedari kita bisa menemui berbagai macam wahana permainan untuk anak. Mulai dari kreta putar, permainan “rolet”, sampai pada permainan rumah hantu.

Inilah, sisi lain potret kota solo dimalam hari.

Surakarta, 23 Februari 2014

Yuliana

This entry was posted in Reportase and tagged , , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s