SKP: Sekolah Kepemimpinan Perempuan bagi Perempuan

Jum’at, 14/ 03/ 2014, perempuan di Kabupaten Gunungkidul tiba-tiba teralihkan perhatiannya dari pekerjaan domestik ke beberap selebaran yang tersebar di dusun-dusun.

Selebaran tersebut dibuat dan disebarkan oleh Yayasan Satu Karsa Karya (YSKK). Isinya mengenai ajakan bagi para perempuan untuk mengikuti Sekolah Kepemimpinan Perempuan (SKP).

Berdasarkan informasi, SKP sudah pernah dilaksanakan di tahun 2013 oleh YSKK bekerja dengan pemerintah kabupaten Gunungkidul. Salah satu keterlibatan pemerinah kabupaten adalah melibatkan para Satuan Kerja Pemerintah Daerah (SKPD) untuk menjadi narasumber sesuai dengan bidangnya.

Apabila SKP sebelumnya mempunyai tujuan untuk meningkatkan kapasitas perempuan guna aktif dalam ranah publik, akan tetapi SKP pada tahun 2014 terdapat perbedaan. Dimana tujuan SKP ditahun 2014 inii adalah untuk meningkatkan kemampuan perempuan penyelenggara pemerintahaan desa dan untuk menyiapkan kader muda perempuan untuk terlibat dalam politik dan pembangunan desa.

Selain itu, SKP di tahun 2014 dibatasi jumlah pesertanya yaitu hanya 45 orang. Sementara untuk syarat-syarat peserta SKP juga berbeda. Jika tahun sebelumnya yang penting perempuan mempunyai motivasi. Di tahun 2014 lebih spesifik, diantaranya adalah: 1). Perempuan yang memiliki motivasi dan rencana untuk maju dalam pemilihan kepala desa, perangkat desa, dam pembentukan Badan Permusyawaratan Desa (BPD);2). Usia maksimal 45 tahun;3). Perempuan yang saat ini menjabat sebagai kepala desa, perangkat desa, dan anggota  BPD maupun Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Desa (LPMD)

Penjaringan dilakukan di 19 Desa di Kabupaten Gunungkidul. Proses dalam penjaringan, selain menggunakan selebaran,  tim dari YSKK terjun langsung ke desa-desa, kemudian melakukan pendekatan kepada pemerintah daerah maupun tokoh-tokoh masyarakat untuk mengetahui perempuan-perempuan desa yang potensial dan semangat membangun desanya.

Penyelenggaraan SKP tersebut di sambut sangat antusias oleh para perempuan. Hal tersebut terlihat dari jumlah pendaftar yang masuk telah melebihi kuota yaitu sejumlah 53 perempuan. Selain itu, dengan semangat UU Desa yang telah disahkan, pemerintah desa ikut berkontribusi untuk memberikan saran terkait dengan perempuan-perempuan di desanya yang potensial. Hal tersebut seperti yang diuangkapkan oleh salah satu kepala desa Semin, Bapak Tri (35),”Saya sangat senang ada SKP, karena ini bisa membantu desa dalam menjalankan kinerjanya, jadi tidak hanya laki-laki saja kedepan yang tampil”.

Selain itu, dari 19 desa yang dilakukan penjaringan, rata-rata akan membuka lowongan untuk perangkat desa, BPD, LPMD maupun pergantian Kepala Desa. Kondisi tersebut merupakan peluang untuk perempuan masuk dan terlibat aktif.

Sebagai awal pelaksanaan SKP, YSKK akan melakukan kelas pembekalan selama 3 hari di Hotel Cyka Raya, Ring road selatan Wonosari, Gunungkidul pada hari Kamis, 20-22 Maret 2014.

Surakarta, 19 Maret 2014

Yuliana

This entry was posted in Catatan Lapangan and tagged , , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s