Salah Masuk…..

Senin, 17/ 03/ 2014, dalam pengorganisiran calon peserta Sekolah Kepemimpinan Perempuan (SKP) di Kabupaten Gunungkidul saya mengalami kejadian unik.

Saya mendapatkan bagian untuk menyampaikan undangan dan menjelaskan beberapa hal terkait dengan teknis pelaksanaan pembekalan SKP kepada calon peserta.

Bagian saya di 4 desa yaitu desa Watusigar, Kalitekuk, Semin dan Ngawis.  Keempat desa tersebut terletak di wilayah kecamatan yang berbeda-beda.

Pikiran awal dari keempat desa tersebut letaknya berdekatan. Sehingga akan lebih efektif dan efisien dalam menyampaikan undangan kepada calon peserta SKP.

Salah Masuk

Dengan sikap yang “Percaya Diri” (PD), saya mulai berjalan dan siap untuk mengantarkan surat tersebut.

Seharusnya surat saya berikan kepada ibu Murjikem (koordinator SKP sekaligus salah satu perangkat desa Ngawis) yang waktu itu posisinya di Balai Desa Ngawis.

Sesampainya di Balai Desa, kuambil surat dan kulangkahkan kaki menuju bagian pelayan umum.

Kemudian saya menanyakan kepada staf yang saat itu melayani,”Apakah Ibu Murjikem ada?”

Apa yang terjadi?

Staf pelayanan umum dan kepala desa yang saat itu disitu langsung bilang,”bukannya bu Murjikem itu desa Ngawis mbk?”

Langusung saya terbelalak, kaget dan seakan-akan saya di bangunkan dari. Kemudian saya bilang, “oooo…iya..ya pak,…maaf..maaf saya salah masuk.”

Kemudian setelah memberikan salam, saya berjalan pelan keluar menuju sepeda motor yang ada di depan balai desa. Sambil berfikir dan berkata,”kok bisa salah ya….ya..ampun…ada apa dengan aku?”

Ternyata yang saya masuki adalah desa Jatiayu bukan desa Ngawis. Sementara untuk Desa Ngawis jaraknya masih jauh kurang lebih 15 km.

Dalam perjalanan sampai tujuan, kejadain itu selalu membayangiku dan dalam pikiranku selalu bertanya-tanya “kok saya bisa salah masuk ya?”. Padahal saya sudah terbiasa  berkunjung maupun terlibat aktif dalam kegiatan di 2 desa (Jatiayu dan Ngawis).

Menstruasi

Keadaan saya yang kurang sehat, karena baru menstruasi hari pertama mungkin salah satu hal yang menjadi penyebabnya.

Badan terasa pegal, perut nyeri, panas-dingin, dan agak lemas. Sehingga konsentrasi kurang fokus dan salah dalam memperkirakan.

Kondisi tersebut memang tidak bisa dihindari, karena sudah kodratnya bahwa perempuan akan mengalami hal tersebut.

Datangnya yang tidak bisa di prediksi sering kali membuat perempuan tidak bisa antisipatif.

Sudah seharusnya bilsa perempuan sakit ketika menstruasi hari pertama untuk istrirahat.

Selesai Pengorganisira

Meskipun keadaan kurang mendukung, semua pengorganisiran calon peserta SKP telah selesai dilakukan.

Semua peserta sanggup dan bersedia untuk mengikuti pembekalan pada hari Kamis-Sabtu, 20-22 Maret 2014 di Hotel Cyka, Wonosari, Gunungkidul.

 

 

Surakarta, 20 Maret 2014

 

Yuliana Paramayana

This entry was posted in Catatan Lapangan and tagged , , , , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s