Mencoba Tantangan Baru

WP_20140327_003

Persawahan di sepanjang jalan menuju Desa Natah

Perjalananku kemarin (27-03-2014) dalam mengantarkan undangan dari desa ke desa, dari dusun ke dusun di Kabupaten Gunungkidul, Yogyakarta.

Undangan ini ditujukan kepada Kepala Desa, Ketua Badan Permusyawaratan Desa (BPD) dan Beberapa peserta Sekolah Kepemimpinan Perempuan (SKP).

Tujuannya, mereka di undang adalah untuk menghadiri diskusi publik mengenai hasil riset “Pilkades dan Pembentukan BPD: Antara Peluang dan Tantangan Bagi Penguatan Keterwakilan Perempuan Dalam Politik dan Pemerintah Desa”yang dilakukan oleh Yayasan Satu Karsa Karya (YSKK) pada hari Rabu, 2 April 2014 di Wonosari, Gunungkidul.

Jalur Alternatif

Perjalanan kali ini agak lebih berbeda dengan perjalanku dihari-hari sebelumnya. Jika sebelumnya, aku mengantar undangan melalui jalur yang sama, tapi kali ini mencoba tantangan baru yaitu dengan melalui jalur yang agak berbeda.

Bertitik pangkal dari Desa kampung, Kecamatan Ngawen. kulanjutkan perjalanan menuju Desa Natah Kecamatan Ngilpar.

Dalam bincang-bincang saya sebelum beranjak dari Balai Desa Kampung, Saya mendapat saran dari Kepala Desa Kampung, Pak Parno (55), beliu bilang ,”Mbk lewat Balai Desa ini ke barat terus dan menelusuri jalan aspal ini nanti akan nyampai, hanya saja jalannya agak berliku, pasti njenengan akan seneng karena bisa menikmati indahnya kanan-kiri persawahan yang hijau”.

Dari saran tersebut, saya mencoba berfikir sejenak. Setelah itu, saya ambil keputusan untuk menggunakan saran tersebut dan dalam pikirku berkata, “Tidak mungkin lah…masak Kepala Desa mau membohongi saya.”

Kemudian kulanjutkan dan ku nikmati perjalananku menuju Desa Natah. Apa yang dibilang Kepala Desa Kampung benar, jalan yang dulunya tidak baik (belum beraspal), sekarang semuanya sudah bagus (sudah beraspal).

Suasana pedesaan yang hijau dengan jalan yang berliku, masyarakatnya yang ramah dan sibuk dengan aktivitas pertanian membuat aku tertakjub-takjub dan dalam hatiku bilang, “it’s amazing”.

Kulihat anak-anak sedang berlari-lari dengan membawa tas gendongnya, pulang dari sekolah, dijemput oleh orangtuanya. Kambing, sapi,Kerbau, ayam, tak luput dari pandanganku, terlihat sangat ramah menyapaku.

Pegunungan yang terjal nan hijau di sebelah jalan mengiringi disetiap perjalananku. Hal tersebut yang membuat saya pelan-pelan dan tidak meningkatkan kecepatan laju kendaraanku.

Sejenak aku berhenti untuk minum dan menghalai nafas, kemudian menikmati pemandangan disekitar. Kuambil beberapa gambar di sekelilingku sebagai wujud syukur atas ciptaan-Nya.

Serasa mata ini mendapatkan pandangan lain yang menyehatkan dan hidung ini serasa lega, kemudian hari merasa nyaman dan damai. Dimana kondisi seperti ini jarang akan ku temui di wilayah perkotaan (tempat saya tinggal).

Tiba pada tempat tujuan yaitu di Desa Natah, ku berikan undangan tersebut kepada bagian administrasi desa. Kemudian, aku melanjutkan perjalananku ke Desa Beji dan Desa Watusigar.

Kulihat gunung berbatuan yang berderet disepanjang jalan. Pegunungan itu terlihat tampak jelas dan indah ketika kulihat dari jarak yang tidak terlalu dekat

Perjalananku tidak hanya berhenti di empat desa tersebut. Saya harus masih mengantar undangan di tiga desa lagi yaitu ke Desa Kalitekuk, Kemejing dan Semin.

Aku putuskan dalam perjalananku ke tiga desa tersebut melalui jalan yang ada di dusun-dusun. Tujuan utamaku adalah untuk melihat seperti apa kondisi dusun-dusun yang ada di desa (Apakah sudah ada perubahan atau sama saja).

Saya mencoba mengingat-ingat rute jalan yang dulu (2010) pernah saya lalui, karena beberapa rute saya sudah agak lupa. Ternyata dusun-dusun yang saya lalui sudah mengalami perubahan yang lebih baik. Dimana, jalan yang dulu belum bagus, karena masih bebatuan, sekarang sudah bagus. Sebagian jalan ada yang “cor” dan ada yang sudah diaspal.

Usai sudah perjalanku kali ini. Serasa puas dan tanpa beban. Semua pesan tersampaikan semua. Hal tersebut dikarenakan, saya melakukannya dengan senang dan saya nikmati setiap jalur yang saya lewati, detik demi detik dan menit demi menit. Saya berharap, momen-momen seperti ini akan saya alami di hari-hari berikutnya, ketika saya melakukan perjalanan.

Sisi lain dari bincang-bincangku disetiap momen akan saya sajikan dalam tulisan yang berbeda. Tunggu ya…

Selamat membaca dan semoga berkenan.

Bagaimana dengan perjalananmu?

Ayo berbagi?

 

 

Surakarta, 28 Maret 2014

 

Yuliana Paramayana

This entry was posted in Catatan Lapangan and tagged , , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s