Gara-gara koperasi bisa naik dan beli motor

Ibu Niken sedang mengendarai sepeda motor barunya.

Ibu Niken sedang mengendarai sepeda motor barunya.

Niken Kasturi (28), itu nama lengkapnya. Ibu satu anak ini akrab dipanggil dengan Ibu Niken. Beliau adalah salah satu bendahara koperasi “Sekar Arum” Desa Semin, Kecamatan Semin, Gunungkidul, Yogyakarta.

Sebelum beliau aktif menjadi bendahara koperasi, beliu aktif sebagai bendahara Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) Desa Semin dan aktif sebagai pengajar di salah satu lembaga Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) di desanya.

Semenjak diamanahi menjadi bendahara koperasi, tingkat kesibukan beliu sangat luar biasa padatnya. Mulai dari melakukan aktivitas pencatatan, pembuatan laporan keuangan koperasi, kemudian keikutsertaannya dalam menghadiri undangan, pelatihan, dan kegiatan lainnya.

Tidak Bisa Naik Sepeda Motor

Setiap kali beliu menghadiri pertemuan koperasi, menghadiri undangan seminar, pelatian dan kegiatan lainnya, beliau selalu diantar dan dijemput oleh suaminya. Hal tersebut dikarenakan beliau tidak bisa naik sepeda motor.

Beliau masih takut untuk belajar naik sepeda.  hal tersebut dikarenakan trauma dengan banyaknya kejadian kecelakaan yang disebabkan oleh sepeda motor di jalan raya.

Dukungan suami yang sangat besar, memebuat beliu selalu semangat dalam setiap aktivitas yang dijalankan. Dimana suaminya tidak pernah mengeluh ketika harus mengantar dan menjemput istrinya.

Hanya saja, sesekali suaminya ada acara diluar kota, beliu tidak bisa aktif dalam kegiatan tertentu. Sehingga seringkali beliu harus minta dijemput oleh teman-teman atau ibu-ibu yang lain.

Bisa Naik Sepeda Motor

Merasa merepotkan baik untuk temen-temen dan suaminya, beliu berani memberanikan diri untuk belajar naik sepeda motor.

Dengan dilatih oleh suaminya, akhirnya sedikit demi sedikit sudah berani naik sepeda motor sendiri. Meskipun diawal latihan beliu masih gagap, grogi dan takut, tapi beliu mencoba untuk selalu fokus hingga sampainya percaya diri dan bisa mengendarai sepeda motor sendiri.

Sekarang, beliau sudah berani kepasar naik sepeda sendiri dan kemana-mana naik sepeda sendiri, tanpa harus diantar atau dijemput oleh suami atau temannya. Selain itu berkat koperasi, sekarang beliau sudah mempunyai sepeda motor sendiri.

Pelajaran Berharga

Dengan bisa mengendarai sepeda motor sendiri, beliu merasa banyak menemukan pelajaran penting dari sisi lain kehidupannya. Pelajaran yang beliu petik diantaranya adalah:

  • Tidak membebani suami maupun orang lain
  • Bisa menjalankan tugas dan tanggungjawabnya secara baik.
  • Mobilitas diri menjadi efektif dan efisien
  • Memmbuat beliu lebih mandiri dan tidak tergantung pada suami maupun orang lain.
  • Beliu merasa naik motor itu mudah dan tidak sesulit yang beliu pikirkan sebelumnya.
  • Berkat keadaan, beliu merasa dipaksa harus berani belajar dan berani naik motor sendiri.

Dengan keberanian Ibu Niken untuk belajar naik sepeda motor sendiri, menandakan bahwa memang “Musuh terbesar seseorang terletak pada dirinya sendiri”. Jika seseorang mampu mengalahkan musush yang ada pada dirinya sendiri, pasti seseorang akan selalu berbenah dan bergerak dari posisi amannya.

Semoga tulisan ini menginspirasi bagi pembaca yang budiman.

Masih banyak orang-orang yang mengispirasi di negeri kita…

Mari kita berbagi….

Tunggu cerita yang mengispirasi berikutnya…

 

Surakarta, 2 April 2014

 

Yuliana Paramayana

This entry was posted in Key Learning and tagged , , , , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s