Kabar baik dan Kurang Baik Selalu Beriringan

Minggu kemarin WP_20140411_011(11/ 04/ 2014), terdapat kabar baik dan kurang baik dari Koperasi wanita Mitra Usaha Perempuan, Desa Kampung, Ngawen, Gunungkidul. Kabar tersebut diperoleh saat koperasi mengadakan rapat pengurus yang dihadiri 5 pengurus koperasi (83,33%).

Kedua kabar tersebut selalu berjalan beriringan dan pasti setiap manusia yang hidup di dunia, tinggal bagaimana kita menyikapinya. Kabar baik tidak lantas membuat kita sombong, begitu juga sebaliknya kabar kurang baik tidak lantas menjadikan kita putus asa dan diam.

Kabar Baik

Belum genap 6 bulan kambing-kambing yang dikelola oleh koperasi sudah pada beranak. Dimana sejak bulan Maret sampai bulan April , dari 10 kambing indukan telah melahirkan 6 peranakan kambing. Sehingga jumlah total kambing sekarang adalah 16.

Kemudian dari 10 kambing yang belum melahirkan masih 5 kambing. Dimana kondisi 5 kambing saat ini menurut para pengurus juga bunting. Tanda-tanda bunting bisa diketahui ketika pengurus memeras susu kambing. Dimana jika susu kambing diperas dan ternyata hasilnya pekat maka bisa dipastikan kambing tersebut bunting.

6 peranakan kambing tersebut terdiri dari 4 berjenis kelamin jantan dan 2 berjenis kelamin betina. Berdasarkan perkiraan nilai dari 6 kambing tersebut ditaksirkan nilainya sudah mencapai 1 jutaan.

Kabar baik lainnya, jumlah anggota koperasi mengalami peningkatan dibandingkan bulan Maret yang tidak terdapat peningkatan sama sekali. Dimana terdapat 7 anggota baru yang bergabung dalam koperasi, jadi total anggota sekarang sejumlah 67 orang.Anggota tersebut rata-rata dari para pedagang pasar yang berdagang di Pasar Kampung.

Guna meningkatkan jumlah anggota lagi, koperasi akan segera menindak lanjuti hasil Training of Trainer yang di adakan oleh Yayasan Satu Karsa Karya (YSKK) pada awal bulan yaitu dengan mengadakan sosialisasi pada tanggal 15 di Gelaran dan tanggal 20 di Ngawen.

Terakhir, koperasi telah dilibatkan dalam pelatihan kewirausahaan dan penyuluhan terkait akses modal oleh Dinas PERINDAGKOP & ESDM. Dari kegiatan tersebut, pengurus juga memperoleh informasi bahwa, koperasi telah diajukan untuk mendapatkan dana hibah bansos dari Kementrian Koperasi dan UMKM.

Kabar Kurang Baik

Kabar kurang baik terdapat dalam usaha simpan-pinjam. Dimana jumlah kredit macet nilainya cukup banyak yaitu senilai Rp. 1.081.000,-. Dinama kemacetan tersebut dialami oleh 3 nasabah termasuk anggota koperasi. Kemacetan tersebut dikarenakan, salah satu nasabah masih menunggu mendapatkan arisan yang sudah pasti akan diperoleh oleh nasabah yang bersangkutan dan rencana bulan April nasabah berjanji akan melunasi. Kemudian nasabah yang lain menunggu penjualan dari hasil pertanian.

Guna mengatasi kredit macet tersebut, pengurus akan menemui dan selalu menanyakan kepada 3 nasabah untuk memastikan pelunasan angsuran tersebut.

Kabar selanjutanya, koperasi Kas per akhir Maret 2014 dilaporan keuangan masih cukup besar yaitu senilai 4 jutaan. Hal tersebut dikarenakan nasabah mengangsur diakhir bulan menjelang tutup buku, sehingga ketika akan mencairkan pinjaman pengurus tidak punya waktu, selain itu anggota yang mengajukan pinjaman ketika diinformasikan akan pencairan yang bersangkutan tidak ada. Padahal jumlah ajuan sudah menumpuk banyak. Hanya saja setelah tutip buku uang langsung dicairkan dan posisi kas sekarang (11/04/2014) hanya Rp 163.000,-.

Guna mengatasi hal tersebut, ketika ada angsuran pengurus akan segera melakukan pencairan sehingga posisi kas tidak akan terlalu tinggi. Tapi jika dilihat dari uang yang diputar dan bunga yang masuk, kondisinya sudah relevan. Dimana tidak ada informasi yang salah.

Selama ini koperasi masih kekuarang modal untuk memenuhi kebutuhan modal anggota koperasi. Dimana jumlah ajuan di bulan Maret 2014 mencapai 9,5 juta , itu belum ditambah ajuan pada bulan Apri. Sementara kemampuan koperasi bisa memenuhi kebutuhan modal anggota koperasi antara 9juta- 11 juta. Karena koperasi juga mempunyai kewajiban ke pihak ke-3 senilai kurang lebih 1,5 juta.

Dalam rangka meningkatkan modal, pengurus akan lebih gencar mendorong nuntuk anggota menabung dan pengurus akan  lebih meningkatkan kegiatan sosialisasi ke mayarakat untuk meningkatkan jumlah anggota.

 

Surakarta, 17 Apri 2014

 

Yuliana Paramayan

This entry was posted in Catatan Lapangan and tagged , , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s