Gara..gara…nama bu “Pur”

Begitu banyaknya nama dengan awalan “Pur” di desa-desa yang tersebar di wilayah Kabupaten Gunungkidul. Begitu banyaknya awalan nama tersebut, sering kali membuat saya keliru menyebut nama seseorang.

Hal tersebut saya alami ketika saya melakukan pendampingan rapat pengurus Pra Koperasi Sekar (16/ 05/ 2014) di Desa Semin.

Pelaksanaan rapat pengurus yang biasanya di Balai Desa Semin, pada bulan Mei di pindah di rumah pengawas (Ibu Supri)

Dalam ingatan saya bahwa sosok yang namanya Bu “Supri” itu namanya adalah Bu “Pur”.

Dimana ketika saya mulai menginjakan kaki di Dusun Karangpoh (tempat rapat), saya mengalami kebingungan. Ketika saya tanya seorang ibu-ibu mengenai nama Bu “Pur”, saya ditunjukan sesuai yang mereka ketahui.

Menuju tempat Bu “Pur” tidaklah mudah, saya harus bertanya kepada 4 orang yang melintas dan berpas-pasan di jalan. Ketika saya sampai dan masuk di rumah bu “Pur”, ternyata orang tersebut salah, tidak sesuai dengan Bu Pur yang saya maksud.

Akhirnya saya ditunjukan nama bu “Pur” yang lain, saya diminta balik di tempat awal saya bertanya. Setelah saya ikuti arahnya, ternyata bu “Pur” yang saya maksud juga salah.

Kemudian saya tanya lagi, dan memberikan ciri-ciri sosok bu “Pur”, dan saya ditunjukan arah menuju kerumah bu “Pur”. E..e…e…, ternyata yang saya temui salah lagi.

Selang beberapa saat, Handphone saya berdering, ternyata ada sms dari ketua koperasi yang bunyinya “Mbk jangan lupa rapat pengurusnya ditempat bu Supri.”

Baru dari sms itu saya sadar, bahwa saya salah menanyakan nama kepada orang-orang yang saya tanyai. “Malu bukan main”, itulah perasaanku saat itu.

Saya tidak habis pikir, kenapa saya bisa salah, ditambah lagi nama bu “Pur” banyak juga di dusun itu (Karangpoh).

30 menit saya telat datang dalam rapat pengurus. Meskipun demikian, ternyata pengurus yang lain juga belum datang. Akhirnyapun saya harus menunggu sesaat.

Kesalahan itu terus berlanjut sampai pada rapat pengurus, dimana ketika saya memanggil nama bu “Supri” dengan sebutan bu “Pur”. Langsung pada saat itu seluruh pengurus bilang, “Tu..kan…mbk Yuli…salah lagi.”

Bener-bener kita harus mengenali orang dan namanya, karena kalau keliru bukan jadi kita yang akan mengalami kesulitan menemukan orang yang akan kita temui.

Salam hangat dari saya,

Surakarta, 22 Mei 2014

Yuliana Paramayan

 

 

This entry was posted in catatan unik and tagged , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s