Belajar berbagi bersama masyarakat

“Dalam hidup ini, berbagi kepada sesama memberi jiwa rasa damai. Berbagi dengan tulus tanpa pamrih memberikan perasaan sukacita. Tidak harus banyak, ketika sedikitpun bisa meringankan beban sesamanya daripada tidak sama sekali” (ungkapan para pengurus koperasi perempuan di Kecamatan Ngawen, Gunungkidul)

WP_20140217_002Minggu kemarin (11/ 07/ 2014)___.Dalam pendampingan, saya bersama temen-temen pengurus 2 koperasi perempuan (Mitra usaha Perempuan dan Karya Perempuan Mandiri) di Kecamatan Ngawen, Kabupaten Gunungkidul sedang mengadakan rapat pengurus.

Topik utama yang di dibahas dalam rapat pengurus adalah mengenai penyaluran dana sosial kepada masyarkat yang membutuhkan.

Sudah menjadi tradisi dan kesepakatan bersama bahwa setiap bulan Ramadhan koperasi mengeluarkan dana sosialnya untuk membantu para anak yatim, piatu, yatim-piatu, terlantar, dan jompo.

Dalam rangka menjaga tradisi yang mulia tersebut, koperasi menginisiasi adanya  penarikan dana sosial kepada anggota setiap bulannya. Masing-masing koperasi memiliki kebijakan yang berbeda, misalnya di koperasi Mitra Usaha Perempuan Rp. 1.000,-, dan yang di Karya Perempuan Mandiri sebesar Rp. 2.000,-.

Banyaknya jumlah anggota koperasi menjadikan dana sosial yang terkumpul juga tinggi. Hanya saja penggunaannya tidak hanya waktu ramadahan untuk diberikan masyarakat yang membutuhkan, tapi juga saat anggota atau keluarga anggota ada yang sakit. Selain itu, ketika ada keluarga atau anggota yang meninggal, dana sosial juga dikeluarkan.

Dua kali bertemu dengan bulan Ramadhan, 2 koperasi (Karya Perempuan Mandiri dan Mitra Usaha Perempuan)  telah mampu menyalurkan dana sosial ke 2 anak yatim-piatu dan 23 orangtua yang sudah jompo.

Pada tahun 2014 ini, masing-masing koperasi mempunyai rencana yang berbeda. Dimana untuk koperasi Mitra Usaha Perempuan dana sosial akan disalurkan ke 21 anak yang statusnya yatim, piatu, yatim-piatu, dan terlantar. Sementara untuk koperasi Karya Perempuan Mandiri, dana sosial akan disalurkan pada 4 anak yatim-piatu dan 30 orangtua jompo.

Dana yang dikeluarkan untuk 21 anak yatim-piatu di wilayah koperasi Mitra Usaha Perempuan  @anak Rp. 25.000,-. Kemudian untuk Karya Perempuan Mandiri @orang Rp. 30.000,-.

Memang jika dilihat dari jumlahnya, nilai tersebut tidaklah banyak, tapi paling tidak bisa meringankan beban  bagi penerimanya.Karena benar adanya bahwa perhatian pemerintah sampai saat ini masih kurang. Itulah yang menjadi alasan para pengurus 2 koperasi (Karya Perempuan Mandiri dan Mitra Usaha Perempuan) bersama anggota koperasi di Kecamatan Ngawen, Gunungkidul, Yogyakarta mengadakan dana sosial dikoperasinya.
Mereka berharap, tahun depan koperasi bisa meningkatkan penerima manfaat dari dana sosial. Karena dana tersebut belum sebanding dengan banyaknya jumlah masyarakat yang membutuhkan uluran tangan dari pihak lain.Surakarta, 14 Juli 2014Yuliana Paramayana

 

This entry was posted in Catatan Lapangan and tagged , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s