Langkah perempuan desa menghadang produk “pabrikan”

“Cintai dan gunakanlah produk-produk lokal, karena itu jauh menyehatkan dari pada produk pabrikan. Jika kita membeli produk lokal maka uang itu akan selalu berputar ditempat kita dan uang tidak akan lari keluar. Hal tersebut bagus untuk perekonomian masyarakat kita.” (Karyati/ 40)

WP_20140217_019Senin (21/ 07/ 2014)____ Berkah tersendiri bagi para pengurus Pra Koperasi “Sekar Arum” Desa Semin, Kecamatan Semin, Gunungkidul di bulan ramadahan ini. Hal tersebut terlihat dari wajah meraka yang terlihat ceria dan penuh semangat.

Bagi mereka, puasa atau tidak puasa aktivitas tetap sama dan terus berjalan. Bahkan diakhir-akhir bulan puasa mereka disibukan dengan segudang pesanan hasil olah pertanian oleh para konsumennya. hal seperti yang diungkap oleh salah satu pengurus koperasi berikut;

“Walah mbk, saya itu puasa malah gak istrirahat, karena kalau malam saya harus ikut acara kesenian, kalau pagu sampai sore saya harus membuat produk bersama dengan tetangga-tetangga yang lain. selain itu saya juga harus melayani ustadz yang ada di masjid, sampai suara saya itu habis, tapi saya senang.” (Karyati/40)

Ungkapan diatas juga diungkapkan oleh pengurus yang lain. Dimana mereka merasa bahwa puasa bukanlah penghalang untuk seseorang tidak menjalankan rutinitasnya sehari-hari.

Rapat pengurus dihadiri oleh 6 pengurus (75%) dari 8 pengurus secara keseluruhan. Hal strategis yang menjadi topik perbincangan adalah strategi pengelola dalam memasarkan produk anggota di momen ramadhan dan lebaran.

Di moment ramadahan menjelang lebaran banyak para ibu-ibu rumah tangga yang menyiapkan berbagai macam makanan untuk dihidangkan dan diletakan di ruang tamu. Selain itu berkumpulnya para keluarga yang selama satu tahun tidak bertemu menjadi moment tersendiri bagi sebuah keluarga untuk menyiapkan segala sesuatunya.

Para perantau yang pulang kampung membawa berkah tersendiri bagi para pengusaha makanan hasil olah pertanian. Kerinduannya pada makanan-makanan tradisonal terlihat ketika saat lebaran dan ketika akan berangkat kembali merantau banyak masyarakat yang mencari produk-produk khas lokal.

Makanan-makan yang biasanya dicari ketika pulang kampung khususnya di Desa Semin Gunungkidul adalah Tiwul, gatot, walang, manggleng, lempeo, patelo dan aneka macam kripik. Mungkin tidak semua orang tahu menganai makanan-makanan tersebut, tapi itulah kekayaan lokal yang saat ini masih terabaikan.

Strategi yang akan diterapkan para pengelola koperasi dalam rangka mempromosikan produk lokal buatan para perempuan adalah dengan melakukan promosi diberbagai pertemuan, mengirim produk ke toko-toko lokal. Dan yang tidak kalah pentingnya, karena mereka biasanya selalu kehabisan produk, maka para pengelola mulai gencar untuk mendorong para pemproduk untuk memperbanyak stock.

Himbauan ketua koperasi, “cintai produk-produk lokal, karena itu jauh menyehatkan dari pada produk pabrikan. Jika kita membeli produk lokal maka uang itu akan selalu berputar ditempat kita dan uang tidak akan lari keluar. Itu bagus untuk perekonomian masyarakat kita.” (Karyati/ 40)

Arahan diatas mendorong para pengurus dan pengelola bersemangat dalam menggerakan dan mempromosikan usaha para anggota koperasi.

Anggota koperasi

Anggota koperasi “Sekar Arum” terdiri dari para perempuan desa yang mempunyai latar belakang pendidikan bervariasi yaitu dari tidak sekolah sampai tamatan SMA. Jumlah secara keseluruhan adalah sebanyak 48 perempuan.

Rata-rata pekerjaan utama mereka sebagai petani, pedagang, dan perempuan pengusaha mikro. Mengolah hasil pertanian menjadi sebuah produk yang mempunyai nilai jual tinggi masih menjadi pekerjaan sampingan dan belum bisa dikelola secara profesional. Hal tersebut tidak lepas dari kapasita meraka yang masih rendah dalam mengelola usaha.

Meskipun demikian, usaha sampingan tersebut masih terus berjalan dan bahkan beberapa anggota koperasi sudah mulai menjadikan usaha tersebut sebagai usaha utama sebagai sumber utama pendapatn keluarganya.

Gemar makan produk olahan lokal, dirasa sangat memabantu para anggota untuk mengembangkan usahanya. Mereka berharap gemar makanan produk lokal bisa dimulai dari diri sendiri khususnya para anggota koperasi “Sekar Arum”.

Guna menjalankan misi “Gemar makan produk olahan lokal” para pengurus melalui koperasi akan mendorong para pemerintah khususnya pemerintah desa untuk memberi contoh dan memberi pengarahan kepada masyarakat yang lain.

 

Surakarta, 23 Juli 2014

Yuliana Paramayana

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

This entry was posted in Catatan Lapangan and tagged , , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s