Pentingnya membangun dan menjaga “Kepercayaan”

Kegiatan simpan-pinjam koperasi Karya Perempuan MandiriModal utama koperasi dalam menjalankan usaha simpan-pinjam adalah sebuah kepercayaan. Dimana kepercayaan itu ada ketika anggota mempercayakan uang yang mereka miliki untuk disimpan dan dikelola oleh koperasi dengan harapan bisa aman dan berkembang. Begitu juga sebaliknya, koperasi menyalurkan uang kepada anggota atau masyarakat umum dengan tujuan untuk membantu agar kebutuhan anggota bisa terpenuhi dan anggota bisa mengembalikannya sesuai dengan aturan yang telah disepakati. Krisis kepercayaan itu menjadi dampak ketika salah satu diantaranya tidak mampu menjaganya.

Krisis kepercayaan tersebut, saat ini dirasakan oleh salah satu koperasi perempuan di Kecamatan Ngawen Gunungkidul, yaitu koperasi perempuan “Karya Perempuan Mandiri”. Dimana dalam rapat pengurus (13/ 08/ 2014), pengurus merasa dibohongi dan ditlikung oleh beberapa anggota sehingga kredit macet di koperasi meningkat. Meskipun demikian hal tersebut tidak lepas dari kesalahan pengurus koperasi yang kurang disiplin menjalankan aturan yang telah ada. Dimana banyak masyarakat yang masuk menjadi anggota koperasi hanya untuk berhutang di koperasi, dan pengurus koperasi kurang selektif dalam memasukan anggota. Selain itu terlalu percayanya pengurus koperasi kepada anggota baru, sehingga ketika anggota baru meminjam dikoperasi, tanpa analisa yang mendalam, pengurus dengan mudah memberikan pinjaman kepada anggota tersebut.

Selang beberapa bulan dari penyaluran pinjaman, beberapa anggota baru yang mengakses pinjaman di koperasi tidak melakukan angsuran rutin bahkan angsuran pertama yang seharusnya sudah dibayarkan, ada juga yang belum diangsur. Sehingga kredit macet koperasi mengalami peningkatan menjadi 3,85%.

Tingginya angka kredit macet koperasi, pengurus melakukan evaluasi besar-besaran, mulai dari memperketat kembali aturan yang telah disepakati sampai pada kehati-hatian koperasi dalam menerima anggota baru.

Sebagai wujud untuk memulihkan kepercayaan anggota  atas asset yang dititipkan dan dipercayakan kepda koperasi, maka koperasi pada bulan September mulai melaksanakan aturan untuk menindak tegas kepada anggota yang bermasalah. Hal tersebut dilakukan karena koperasi sebelumnya sudah terlalu lunak dan mencoba memahami ser mengerti kondisi masing-masing anggota. Ternyata etikat baik  koperasi tidak disambut baik oleh beberapa anggota koperasi yang bermasalah. Maka dari itu, setelah dilakukan evaluasi koperasi akan mengambil tindakan tegas.

Adapun hal-hal administrasi yang akan disiapkan oleh pengurus koperasi dalam rangka penyitaan asset anggota, diantaranya adalah:

1. Pendokumentasian surat-surat pemberitahuan dan penagihan yang telah diberikan kepada anggota sebelumnya.

2. Membuat kronologi atau brita acara terkait dengan permasalahan kredit macet yang dilakukan oleh anggota yangbersangkutan.

3. Menyiapkan surat perjanjian yang sudah ditandatangani kedua belah pihak.

4. membuat surat pemberitahuan penyitaan asset

Persiapan-perseiapan administratif tersebut akan dilakukan oleh sekretaris bekerjasama dengan bendahara koperasi.

Selain usaha simpan-pinjam, usaha dagang koperasi juga menjadi topik perbincangan utama dalam rapat pengurus kali ini. Dimana kurang berkembangnya usaha dagang koperasi  dan justru sedikit mengalami kerugian membuat kepercayaan pengurus koperasi kepada pengelola unit usaha juga mengalami penurunan. Sehingga pengurus mengambil kebijakan untuk unit usaha dagang  dihentikan dan dikembalikan kepada anggota masing-masing untuk meneruskannya. meskipun demikian koperasi masih mempunyai peran untuk menyediakan kebutuhan bahan-bahan pendukung yang dibutuhkan anggota, seperti penyediaan platik, stiker, toples, alat press, timbangan dll.

Pentingnya menjaga kepercayaan

Dari permasalahan diatas, nampak jelas bahwa membangun dan menjaga sebuah kepercayaan itu sangat penting untuk dilakukan setiap individu khusunya dalam hal membangun relasi dengan pihak lain. Orang yang tidak amanah atas kepercayaan yang diberikan oleh orang lain atas dirinya maka hal tersebut akan berbalik pada dirinya. Dimana tidak akan ada seorangpun yang akan menaruh kepercayaan kepada dirinya.

Surakarta, 18 Agustus 2014

Yuliana Paramayana

This entry was posted in Catatan Lapangan and tagged , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s