Mencari Jalan

Jum’at (5/ 09/ 2014)__. Koperasi Karya Perempuan Mandiri Desa Watusigar, Ngawen, Gunungkidul melakukan rapat pengurus.

Rapat pengurus dihadiri oleh 6 pengurus koperasi (80%). Diman tetdapat 1 pengurus dan 1 pengawas yang tidak hadir karena keluarga afa yang sakit.

Yang menjadi topik utama dalam rapat adalah evaluasi penagihan kredit macet dan evaluasi usaha dagang.

Dalam penagihan kredit macet, koperasi menghentikan penggunaan debt collector. Meskipun hasilnya bisa maksimal, hal tersebut dianggap pula sebagai boomerang bagi koperasi terkait dengan image koperasi di masyarakat. Dimana jika diterus-teruskan, maka koperasi akan dibandang buruk tak ubahnya seperti lembaga keuangan lainnya. Sebagai tindak lanjutnya , koperasi akan menggunakan sistem administrasi yg disepakati.

Perkembangan usaha dagang, koperasi sudah ada kemajuan. Dimana koperasi mampu menagih dan mendapatkan pendapatan senilai kurang lebih Rp.1.041.500,-. Itupun masih terdapat beberapa relasi yang belum tertagih senilai Rp. 775.000,-.

Dari evaluasi usaha dagang, koperasi mempunyai pendangan untuk melakukan usaha lainnya seperti yang pernah dilakukan oleh Kopwan Mitra Usaha Perempuan yaitu  “Gaduhan Kambing”. Hal tersebut dikarenakan, keterlibatan anggota selama ini dalam usaha dagang dipandng minim, kemudian dalam usaha simpan-pinjam. Sebagai tindak lanjutnya, kopersi alan mewacanakan hal tersebut kepada anggota melalui pertemuan rutin bulanan.

Selain hal tersebut, Ketua koperasi (Ngatemi/ 52) berbagi cerita mengenai beberapa hal mengenai catatan Dinas Perindagkop & ESDM terhadap koperasi di Gunungkidul. Bahwasanya koperasi di Gunungkidul sebagian besar kerjasamanya masih rendah (kurang bagus), kemampuan SDM koperasi masih rendah, koperasi yang tidak akatif jumlahnya masih kecil.

Dalam rangka meningkatkan mutu koperasi, dinas menyarankan agar koperasi melakukan beberapa hal diantaranya:

– Membangun kepercayaan.

– Kemampuan SDM ditingkatkan

– Perlunya jaminan dalam usaha simpan-pinjam

– Memperhatikan kondisi ekonomi anggota.

-Memperhatikan modal dasar (swadaya)

Surakarta 10 September 2014

Yuliana Paramayana

via WordPress for Phone http://goo.gl/j6Fzhf

This entry was posted in Catatan Lapangan and tagged . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s