Kepala Desa:”Jika toko-toko tidak mau menerima produk lokal maka ijin usaha tidak saya perpanjang”

WP_20140416_005Dalam diskusi bersama (15/ 09/2014)___. Pengurus Koperasi “Sekar Arum” Desa Semin Gunungkidul melakukan diskusi menyambut niat baik atas beberapa hal kebijakan yang di sampaikan oleh kepala desa.

Kebijakan pemerintah tersebut disampaikan dalam pertemuan dengan seluruh lembaga yang ada di desa, baik itu formal maupun non formal atas permintaan kepala dusun -kepala dusun. Dimana kegiatan tersebutdilaksanakan pada awal September 2014. Masing-masing lembaga diwakili oleh ketua, skretaris, bendahara.

Maksud dari mengumpulkan lembaga-lembaga tersebut adalah untuk mensinergikan kegiatan-kegiatan lembaga dalam rangka menyambut implementasi UU Desa. Sehinga lebaga-lembaga yang ada didesa tidak saling tumpang tindih dan bisa saling bekerjasama.

Hasil pertemuan tersebut diantaranya adalah:

1. Masing-masing lembaga diminta membuat laporan per 3 bulan.

2. Pemerintah akan membuat showroom untuk menampung produk-produk lokal.

3.Pada akhir September 2014, masing-masing lembaga diminta untuk mempresentasikan kondisinya dari segi kekayaan yang dimiliki.

Dalam sesi tanya jawab, pengurus koperasi bertanya kepada kepala desa (Karyati/ 46),”Pak ibu-ibu itu pada takut kalau mau naruh produk ke toko-toko seperti alfamart, pusat oleh-oleh dll, itu gimana ya?”. Kemudian kepala desa menyambut pertanyaan tersebut dengan berkata,”Masukan aja buk, produk-produk yang ibu-ibu miliki, jika mereka tidak mau menerima, nanti ijinnya tidak akan saya perpanjang.”

Mendengar hal tersebut, para pengurus koperasi sangat senang sekali dan mereka samakin bersemangat untuk melakukan aktivitas usahanya. Dimana pengelola koperasi akan mencoba menjalin kerjasama dengan toko oleh-oleh dilingkungan pasar Semin.

Selain itu pengurus koperasi juga akan mengadakan pelatihan membuat sirup “Secang” pada hari Kamis, 18 September 2014 di rumah ketuah koperasi. Sebagai awal peserta pelatihan adalah seluruh pengurus koperasi.

Mereka berharap, kebijakan-kebijakan tersebut diikuti dengan kebijakan-kebijakan lain yang mampu mendorong usaha para perempuan desa. Seperti halnya adanya pelatihan bagi perempuan, bantuan modal, peralatan produksi dll.

Kemudian untuk menyambut hasil diskusi dengan pemerintah desa, Bendahara koperasi akan meminta program kerja dan anggaran desa Semin tahun 2014. Bilamana semua itu diperoleh pengurus akan mendiskusikannya dan akan melakukan diskusi dengan kepala desa terkait kebijakan kedepan.

Surakarta, 16 September 2014

Yuliana Paramayana

This entry was posted in Catatan Lapangan and tagged , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s