Dari Jambu air sampai pendirian koperasi

Banyaknya jambu air yang ada di meja waktu itu menjadi awal bincang-bincang rapat pengurus pra koperasi Sekar Arum pada Kamis, 29 Oktober 2014.

Memang di musim kemarau yang sangat panjang ini, wilayah Semin, Gunungkidul sangat banyak jambu air yang jatuh dari pohon dan bertebaran di tanah.

Berawal dari itu, terasa sayang jika jambu air itu hanya dibiarkan tanpa adanya pemanfaatan yang berarti. Kemudian tersirat beberapa perkataan dari para ibu-ibu yang ahdir pada waktu itu, ketika jambur air bisa dijual ke pasar dan toko buah yang ada di wilayah sekitar.

Menyambung kemudian pada kondisi pengurus koperasi, yang mana ternyata pengawas mulai mengundurkan diri karena tidak bisa berpastisipasi aktif dalam kegiatan koperasi. Pengawas lebih banyak fokus pada usaha yang dijalankan yaitu jualan sayur.

Sebagai penggantinya akan terdapat rotasi kepengurusan, dimana yang saat ini menjadi sekretaris akan menggantikan posisi pengawas dan sekretaris akan di carikan dari anggota koperasi yang lain.

Kemudian berlanjut pada dimintanya koperasi oleh pemerintah desa untuk terlibat aktif dan melakukan pengorganisiran perempuan pengusaha mikro yang mempunyai produk untuk mengikuti bazar dalam kegiatan lomba “Balita Sehat”.

Berkaitan dengan kegiatan tersebut, obrolan berlanjut pada kondisi perkembangan usaha dagang koperasi. Dimana koperasi telah mampu menjalin relasi dengan pihak ke-3 untuk memasarkan produk.

Hanya saja yang menjadi kendala adalah pada kesepakatan harga antara pemproduk dengan koperasi dan pemroduk lainnya yang belum menemukan titik temu. Sehingga ketika diverifikasikan ternyata persaingan harga di pasar tidak karu-karuan.

Kemudian karena pra koperasi sudah berdiri kurang lebih 1,5 tahun, pengurus koperasi mempunyai keinginan sampai akhir tahun 2014 koperasi sudah berdiri.

Dalam rangka melegalkan pra koperasi menjadi koperasi, pengurus membuat planing pertama untuk membuka rekening di bank BRI, kemudian dilanjutkan dengan pengajuan pinjaman ke pihak ke-3, penggabungan penyuluhan dan rapat pendirian koperasi, sehingga sampai pemberkasan di notaris dan sampai pada dikeluarkannya nomer badan hukum koperasi.

Rapat yang sedikit santai ini dihadiri oleh 60% pengurus koperasi yang diadakan di rumah ibu Niken (bendahara koperasi). Ketidak lengkapan pengurus dalam rapat dikarenakan banyaknya aktivitas di tempat lain yang tidak dapat ditinggalkan.

Surakarta, 4 November 2014

Yuliana Paramayan

This entry was posted in Catatan Lapangan and tagged , , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s