Ketika dana bansos turun

Senang rasanya mendengarkan dana bansos dari Kementrian IMG_6053Koperasi dan UMKM turun. Begitu pula ibu-ibu pengurus koperasi Mitra Usaha Perempuan di Kabupaten Gunungkidul, Yogyakarta.

Karena begitu senangnya mendengar kabar tersebut (6/11/2014), para pengurus secara tiba-tiba langsung menyelenggarakan rapat pengurus di pagi harinya (7/11/2014). Dalam rapat dihadiri oleh seluruh pengurus (100%).

Hal-hal yang diberbicangkan dalam rapat pengurus selain mengenai penggunaan dana bansos, pengurus juga memperbincangkan soal evaluasi kinerja selama satu tahun, kode etik pengurus, dan penggunaan bantuan mesin dari Dinas PERINDAGKOP Kabupaten Gunungkidul.

Bincang-bincang kali ini sangat luar biasa, semua pengurus saling sahut menyahut seperti burung. Rasa-rasanya stress saya mendengarkan, karena mana dulu yang harus saya dengarkan dan perhatikan.

Akhirnya dengan kegaduhan yang sangat luar biasa, ketua koperasi dengan tegas dan keras mulai mengambil alih forum dan mengkondisikan para pengurus untuk focus membahas satu persatu apa yang menjadi keinginan mereka. Adapun hasul dari rapat pengurus secara keseluruhan adalah sebagai berikut:

Pertama terkait penggunaan dana bansos, pengurus akan sharing dengan koperasi lain yaitu dengan koperasi Karya Perempuan Mandiri. Dimana dana bansos akan disalurkan dalam pemenuhan modal anggota.

Kedua terkait dengan gaduhan kambing, dimana banyak anggota yang ingin menggaduh, maka pengurus akan menggunakan sebagian kekayaan koperasi untuk menambah modal usaha gaduhan kambing.

Ketiga terkait dengan operasionalisasi penggunaan mesin dari Dinas PERINDAGKOP & ESDM, pengurus akan memastikan mesin tersebut di gunakan untuk pengembangan usaha di anggota koperasi di wilayah Dusun Gununggambar.

Keempat agar dalam bertindak tidak seenaknya maka pengurus membuat kode etik pengurus. Adapun kode etik pengurus koperasi diantaranya adalah:

a. Mematuhi AD, ART, etika bisnis, kebijakan, SOP, dan keputusan lainnya yang dibuat oleh koperasi.

b. Peduli, dapat dipercaya, dan bertanggungjawab.

c. Keterbukaan atas informasi yang dapat menimbulkan konflik kepentingan.

d. Keterbukaan atas informasi dan fakta yang bermanfaat dalam pembuatan keputusan

e. Tetap bertanggung jawab terhadap keputusan yang sudah dibuat.

f. Menjaga sopan santun, saling menghormati, dan obyektif dalam berprilaku.

g. Berjuang untuk menegakan budaya unggul dan saling membantu sesame anggota, pengurus dan pengawas.

h. Menggunakan kekuasaan hanya untuk kepentingan koperasi diatas kepentingan pribadi, keluarga, kelompok dan/atau golongan.

i. Menolak pemberian, sogokan, suap, atau hal-hal sejenis untuk mendapatkan keuntungan bagi diri sendiri, keluarga, kelompok dan/atau golongan.

j. Memastikan anggota berhak atas pelayanan yang baik dan efektif tanpa membeda-bedakan.

k. Memegang teguh kerahasiaan informasi yang ada di koperasi kepada pihak yang tidak berkepentingan.

l. Menghormati perbedaan pendapat diantara sesame pengurus, pengawas dan anggota.

m. Membangun kolaborasi, kerjasama, dan kemitraan diantar sesama anggota.

Rencana Tindak Lanjut

Dari sekina hasil rapat pengurus, hal yang segera ditindak lanjuti adalah terkait dengan laporan penggunaan dana bansos dan segera melakukan sharing dengan koperasi Karya Perempuan Mandiri.

Surakarta, 14 November 2014

Yuliana Paramayana

This entry was posted in Catatan Lapangan and tagged , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s