Koperasi Sebagai Alat Perjuangan Perempuan Desa Semin.

Kutemui minggu kemarin (19/11/204) sebanyak 5 dari 7 rapat pengurus Pra Koperasi Sekar Arum, Desa Semin Gunungkidul hadir dalam rapat pengurus.

Rapat pengurus yg dilaksanakan di rumah salah satu pengurus (Wiji/37/bendahara) membahas beberapa hal, diantaranya adalah terkait pemantapan pengurus dan persiapan pendirian koperasi.

Bagi pengurus, kelompok menjadi koperasi adalah suatu keharusan. Hal tersebut seperti ungkapan berikut, “Ben gampang golek bantuan lan entok pelatihan yo kudu dadi koperasi”.(Niken/29) yang artinya, “Agar mudah mencari bantuan dan dapat pelatihan ya harus jadi koperasi”.

Pemantapan pengurus merupakan salah satu hal guna memperkuat kopersi kedepan, maka pada akhirnya disepakati bahwa posisi sekretaris (Erna/38) akan di mutasi ke bagian pengawas dan posisi sekretaris akan dicarikan dari anggota lainnya.

Sementara terkait dengan pendirian koperasi, pengurus akan mengagendakan pada Jumat, 28 November 2014 di Balai Desa Semin.

Meskipun sudah terencana, pengurus akan menawarkan dan memusyawarahkan dengan anggota terlebih dahulu saat pertemuan anggota tanggal 22 November 2014.

Selain itu, pengurus juga akan menyiapkan segala lelengkapan administrasi guna pembadan hukuman koperasi, diantaranya adalah draft AD/ ART, peraruran khusus, rencana kerja, RAPBK (Rencana Anggaran Pendapatan Belanjan Koperasi), surat, ToR dll.

Dalam rangka menyukseskan kegiatan rapat pendirian koperasi, masing-masing pengurus akan mengecek apa yg menjadi tugas dan tanggung jawabnya.

Cita-cita lama

” koperasi sebenarnya menjadi harapan bagi perempuan di Desa Semin sejak lama,”ungkap ketua pra koperasi (Karyati/42)

Dua tahun yg lalu, para perempuan mendirikan kelompok dan difasilitasi oleh YSKK (Yayasan Satu Karsa Karya).

Mereka berharap dengan adanya YSKK, koperasi yg menjadi harapannya bisa terwujud.

Harapan mereka dengan adanya koperasi adalah untuk memandirikan ekonomi perempuan dan melepaskan perempuan dari jeratan bank plecit atau rentenir.

Selain itu mereka berharap dengan adanya koperasi, kedepan hak-hak perempuan dan anak bisa terpenuhi.

Sehingga koperasi tidak hanya menjadi alat kemandirian ekonomi saja tapi juga alat perjuangan.

 

Surakarta, 25 November 2014

Yuliana Paramayana

via WordPress for Phone http://goo.gl/j6Fzhf

This entry was posted in Catatan Lapangan and tagged . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s