Pendirian Koperasi: Bukan Sekedar Koperasi “WEWE”

Hiruk pikuk pagi itu (28/11/2014)____, mewarnai jalannya rapat pendirian Koperasi Sekar Arum. Sebelum anggota dan tamu undangan pada tiba, para pengurus koperasi datang lebih awal. Hasilnyapun terlihat nyata, perlengkapan seperti meja, kursi, sound, konsumsi, alas meja dan sedikit sentuhan dengan bunga di atas mejapun mampu memperlihatkan karakter feminim dan mempercantik ruangan rapat.

Rapat yang diselenggarakan di Balai Desa Semin, Kecamatan Semin, Kabupaten Gunungkidul, Yogyakarta itu di hadiri oleh 27 anggota dan empat tamu undangan (Yayasan Satu Karsa Karya, Kepala Desa Semin, Camat Semin, Dinas Perindagkop & ESDM Kabupaten Gunungkidul).

Ketua Pra Koperasi Sekar Arum (Karyati/ 48) dalam sambutannya mengucapkan banyak terimakasih kepada semua pihak yang telah hadir dan meluangkan waktunya. Selain itu, ketua koperasi berharap dalam kegiatan pendirian koperasi berjalan dengan lancar dan semua pihak mendukung berdirinya Koperasi Sekar Arum.

Gayung bersambut, Kepala Desa Semin (Triyanto/ 35) ikut mengapresiasi keberadaan koperasi wanita Sekar Arum dalam sambutannya. Apresiasi tersebut akan diwujudkan dalam beberapa kebijakan diantaranya adalah penyediaan show room bagi produk perempuan pengusaha mikro, toko-toko modern yang ada di desa diminta dan diharuskan untuk menerima produk yang dititipkan oleh para peengusaha mikro.

Selain itu pemerintah desa juga akan melibatkan koperasi dalam beberapa kegiatan khususnya dalam hal perencanaan dan penganggaran di musyawarah desa. Kepala desa-pun berpesan agar koperasi kedepan bener-bener bermanfaat bagi anggota dan mampu meminimalisir banyaknya rentenir di masyarakat.

Disambung kemudian sambutan dari Yayasan Satu Karsa karya (Yuliana/ 27) selaku pendamping dan menegaskan pemtingnya keberadaan koperasi bagi perempuan dan masyarakat pada umumnya. Dalam sambutannya pemerintah khususnya desa ikut berperan aktif dalam pengembangan koperasi dengan mendorong para perempuan ikut bergabung dalam koperasi. Selain itu, pemerintah desa diharapkan untuk membuat kebijakan yang pro terhadap perempuan.

Begitu pula camat Semin yang di wakili oleh PMD, camat Semin mengapresasi pendirian koperasi, karena memang di Kecamatan Semin belum ada koperasi wanita. Kemudian dari Dinas Perindagkop & ESDM Kabupaten Gunungkidul (Saryoto/ 54) memberikan rambu-rambu untuk koperasi kedepan tidak seperti koperasi “WEWE” yaitu koperasi yang terdengar namanya tapi riilnya tidak ada. Selain itu, agar koperasi bisa maju dan berkembang maka koperasi diminta untuk selalu bersolek agar banyak yang tertarik.

Dalam rapat pendirian koperasi Sekar Arum menghasilkan beberapa hal yang telah disahkan diantaranya adalah; disepakati dan disahkannya AD/ ART, peraturan khusus, kepengurusan, program kerja dan RAPBK Tahun 2015. Diakhir rapat pendirian koperasi, pengurus akan segera menindak lanjuti untuk melakukan pemberkasan untuk memperoleh badan hukum koperasi.

Surakarta, 9 Desember 2014

Yuliana Paramayana

This entry was posted in Catatan Lapangan and tagged , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s