Kades Berprespektif Perempuan

Dalam perbincangan beberapa bulan yang lalu, antara para aktivis perempuan desa dengan Kepala Desa Semin, Gunungkidul ternyata mendapatkan perhatian khusus.

Lebih tepatnya para aktivis perempuan desa curhat kepada kepala desa barunya yg baru dilantik beberapa bulan sebelumnya.

Curhat dimulai dari maraknya produk dari luar yang membanjiri desa, kemmudian banyaknya toko modern yg menjamur dimasyarakat, dll.

Dengan kondisi tersebut yang memang sudah warisan dari kebijakan pemerintah desa sebelumnya membuat para perempuan sebagai masyarakat menggunakaan hak bertanya.

Beberapa pertanyaan yg di lontarkan oleh ibu-ibu ini diantaranya adalah;

 “Pak bagaimana kita bisa mandiri, produknya mampu bersaing, dan modal untuk pengembangan usah terpenuhi, kalau kita sebenarnya selama ini tidak mendapat perhatian,” ungkap bendahara koperasi (Niken/29)

Kepala desapun menjawab bahwa, terkait maraknya produk lokal pemerintah desa telah membuat kebijakan untuk masyarakat gemar makan olahan hasil pertanian.

Terkait toko modern, pemerintah telah membuat kebijakan untuk setiap toko mau menerima produk masyarakat lokal, sampai pada ancaman jika tidak mau menerima maka ijin tidak di perpanjang.

Sebagian memang sudah terjawab dan terbukti. Misalnya terkait penerimaan toko modern terhadap produk lokal, ternyata setelah dicoba dan dimasuki mereka mau menerima.

Kemudian kebijakan mengenai gemar makanan hasil olah pertanian, ternyata pemerintah sudah memberikan contoh, dimana setiap ada rapat atau aktivitas lainnya, pemerintah sudah memesan produk lokal sebagai menu hidangannya.

Kebijakan-kebijakan tersebut membuat semangat para perempuan untuk maju dan mengembangkan bakatnya sehingga memunculkan karya-karya asli dari mereka.

Perempuan yang tergabung dalam Koperasi “Sekar Arum” dalam gerakannya mereka selalu soulid dalam menjalin komunikasi dan koordinasi dengan pejabat pemerintah desa khususnya kepala desa.

Karena memang kepala desa yang baru ini lebih terbuka dan memasyarakat serta peduli pada kaum perempuan.

Termasuk dalam hal modal, meskipun secara eksplisit tidak minta bantuan dan mereka hanya menyapaikan kebutuhan mereka, toh kepala desa sangat peka, yang mana pemdes memasukan untuk koperasi memperoleh anggaran dan masuk dalam RPJMDes Tahun 2015.

Hal tersebut diungkap oleh kepala BPD pada hari kemarin (23/12/2014), seperti dalam kutipan berikut ini,

“Buk niken,ada kabar bagus, ini koperasi mendapatkan angharan dan masuk dalam RPJMDes 2015 dan ini anggaran PKK juga naik, itu kemaren kepala desa yg langsung mengusulkan.”

Dalam percakapannya, ketua BPD sambil memperlihatkan RPJMDes yang telah dibuat dan disepakati.

Meskipun tidak dalam nominal yg sangat besar, hal tersebut menunjukan bahwa pemerintah desa peduli dan mempunyai prespektif.

Hal itupun membuat para perempuan senang dan akhirnya menimbulkan semangat dalam bergerak, khususnya dalam berkoperasi untuk memandirikan dirinya sendiri bahkan keluarganya.

 

Solo, 24 Desember 2014

Yuliana Paramayana

via WordPress for Phone http://goo.gl/j6Fzhf

This entry was posted in Catatan Lapangan and tagged . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s