RAT Koperasi: Berbicara Melalui Tulisan

Momen yang selalu ditunggu-tunggu anggota koperasi saat akhir tahun yaitu RAT (Rapat Anggota Tahunan).

Menyanyikan Lagu Indonesia Raya Dalam RAT Kopwan Karya Perempuan Mandiri Tahun Buku 2014, Ngawen, Gunungkidul

Menyanyikan Lagu Indonesia Raya Dalam RAT Kopwan Karya Perempuan Mandiri Tahun Buku 2014, Ngawen, Gunungkidul

RAT ditunggu-tunggu karena melalui RAT anggota memperoleh SHU (Sisa Hasil Usaha), anggota biasanya banyak yang memperoleh bingkisan dari kopersi, kemudian selain itu anggota bisa menyampaikan unek-uneknya selama satu tahun atas pelayanan koperasi dan yang tak jarang anggota memperoleh uang transport.

Kali ini RAT pertama kali di Kabupaten Gunungkidul dilakukan oleh kopwan Karya Perempuan Mandiri pada tanggal 2 Januari 2014 di Balai Dusun Randusari. Koperasi ini terletak di wilayah Dusun Randusari, Warusigar, Ngawen, Gunungkidul.

Beranggotakan 122 perempuan, koperasi ingin membuktikan bahwa kopersi selalu konsisten dan tepat waktu dalam menjalankan tanggungjawabnya untuk melakukan RAT. Selain itu, koperasi juga ingin membuktikan bahwa perempuan juga bisa mengelola koperasi dengan baik.

Hal tersebut seperti di ungkap oleh ketua koperasi berikut ini;
“kami ingin konsisten dalam menyelenggarakan RAT dan kalau bisa diawal kenapa harus di tunda” (Ngatemi/51)

Dalam RAT tahun buku 2014 ini dihadiri oleh 80 anggota dari 122 anggota. Meski tidak semua datang, anggota yg hadir sudah memenuhi quorum.

Rapat juga dihadiri oleh beberapa tamu undangan seperti Kepala Desa, Camat Ngawen, Dinas Perindagkop ESDM dan YSKK.

Dalam sambutannya, hampir semua tamu undangan mendorong untuk menggalakan singkirkan bank plecit, koperasi jarus berdandan yang cantik dan proporsonal, koperasi harus saling gotong royong dan dari Kepala Desa menyampaikan bahwa kepala desa akan mengakomodir kebutuha koperasi terkait dengan peningkatan kapasitas yang di usulkan dalam RPJMDES.

Kemudian dalam pelaporan pertanggungjawaban pengurus dan pengawas, anggota diminta untuk memberikan tanggapan, saran dan kritik melalui tulisan. Kenapa melalui tulisan, karena anggota terbiasa takut atau tidak berani jika bicara di depan umum.

Setelah kertas dan bolpoint distribusikan kesemua anggota dan laporan telah selesai di bacakan, semua masukan di organisir dan ditanggapi oleh pengurus dan pengawas.

Hasilnyapun menakjubkam, terdapat 17 tanggapan yg berbeda-beda dari para anggota dan yang lainnya hampir sama. Masukan yg berupa pertanyaan, saran dan kritik tersebut diantaranya sebagai berikut;
1. LPJ sebelum di diatribusikan untuk diteliti terlebih dahulu agar tidak terjadi kesalahan.
2. Bagi anggota yang rajin untuk di beri bingkisab.
3. Bagi penabunh yg rajin diminta untuk diberi hadiah.
4. Bagi yang terlambat angsuran untuk diberi ketegasan.
5. Waktu pertemuan pengurus harus berpakaian sopan.
6. Pengurus harus meningkatkan sosialiasi perkoperasia ke masyarakat.
7. Pengurus dan pengawas sudah menjalankan tugas dengan baik dan transparan.
8. Pertemuan rutin setiap tanggal 11 mohon dipercepat dll.

Dari pertanyaan, masukan, saran dan kritik yang disampaikan oleh anghota, penguruspun menjawab dan menjelaskan dengan lugas dan jelas dan tak satupun yang tidak terjawab.

Diakhir sesi setelah laporan diterima dan disahkan, pengurus

Pemeberian Bingkisan Kepada 10 Penabung Terbanyak Pada RAT Kopwan Karya Perempuan Mandiri Tahun Buku 2014, Ngawen, Gunungkidul.

Pemeberian Bingkisan Kepada 10 Penabung Terbanyak Pada RAT Kopwan Karya Perempuan Mandiri Tahun Buku 2014, Ngawen, Gunungkidul.

memberikan apresiasi bagi anghota yang hadir dan 10 penabung terbanyak. Hal tersebut dilakukan untuk memotivasi anggota agar giat menabing dan datang saat rapat-rapat.

Kemudian acara ditutup dengan pembagian uang transport, pembagain SHU untuk anggota. kemudian dilanjutkan dengan foto bersama antara pengurus, setelahnya dilanjutkan bersih tempat pelaksanaan RAT.

Foto Bersama Pengurus Kopwan Karya Perempuan Mandiri Seusai RAT Tahun Buku 2014, Ngawen, Gunungkidul.

Foto Bersama Pengurus Kopwan Karya Perempuan Mandiri Seusai RAT Tahun Buku 2014, Ngawen, Gunungkidul.

Surakarta, 4 Januari 2015

Yuliana Paramayana

This entry was posted in Catatan Lapangan and tagged . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s