Balai Desaku Seperti Kuburan

Bendera Merah-Putih masih saya temui meski balai desa atau kantor kelurahan terlihat sepi, senyap, kotor dan rumput-rumput terlihat tumbuh dengan subur. Kondisi tersebut diperparah dengan jarang dipakainya kantor balai desa. Itulah kondisi sebagian besar balai desa yang saya temui di Kabupaten Kupang selama beberapa hari ini.

Kantor Kelurahan Teunboun, Kecamatan Amarasi Barat, Kabupaten Koepang, NTT.

Kantor Kelurahan Teunboun, Kecamatan Amarasi Barat, Kabupaten Koepang, NTT.

Hanya satu kelurahan saja yang terlihat ada aktivitas pelayanannya meski kondisi juga sangat miris dan mengenaskan, dimana dalam satu ruangan yang ukuran luasnya kurang lebih 16 m2 ditempati oleh lurah dan 3 stafnya, tampak baraang-barang berjubel didalam ruangan dan digunakan sebagai pembatas, miris bukan?

Lain halnya ketika melihat kondisi Balai Desa atau kantor kelurahan yang ada di pulau Jawa, fasilitas memadai, gedung besar, tanah luas, terawat dan masih ada aktivitas dari pemerintah desanya.

Sampai sekarang belum saya temukan alasan yang logis kenapa balai desa atau kantor keluaran di Kabupaten Kupang sangat sepi dan bahkan jarang dijamah.

Ketika saya akan ketemu dengan kepala desa atau staf lainnya saya harus tanya-tanya kepada masyarakat desa setempat untuk kemudian mengunjungi rumahnya dan ketika tidak ada dirumah saya harus membuat janjian bisa ketemu kapan dan dimana.

Hasil bincang-bincang dengan kepala desa dan lurah terkait tidak digunakannya kantor Balai Desa dan kantor lurah lebih dikarenakan faktor tidak adanya fasilitas yang memadai di desa atau kelurahan.

Sementara di desa selain fasilitas yang minim, mereka juga menyampaikan bahwa kepala desa tidak seperti lurah yang digaji oleh negara. Sehingga mereka yang di desa lebih banyak menggunakan waktu untuk bekerja, dan ketika masyarakat membutuhkan, mereka harus datang kerumah.

Dalam pikirku, “ Bagaimana desa atau kelurahan bisa maju, jika kantor desa saja tidak ada fasilitasnya dan bahkan jarang dijamah?”

Sejauhmana Desa Menyambut Undang-Undang Desa?

Balai Desa Soba, Kacamatan Amarasi Barat, Kabupaten Koepang, NTT.

Balai Desa Soba, Kacamatan Amarasi Barat, Kabupaten Koepang, NTT.

Melihat kondisi desa seperti diatas, langsung terlintas dalam pikiranku, “ Bagaimana kesiapan mereka untuk menyambut UU Desa?”

Ketika diselipkan pertanyaan tersebut ditengah perbincangan, bebera kepala desa yang saya temuig belum paham tentang tata kelola anggaran yang akan diterima oleh desa, yang rencana negara akan menggelontorkan minimal 1M untuk setiap desa (sesuai jumlah penduduk).

Sudah bisa dipastikan jika desa tidak ada fasilitas yang memadai, Sumber Daya Manusia yang kompeten maka uang yang digelontorkan akan menjadi ‘bancakan’ oknum-oknum tertentu. Apalagi ditambah dengan masyarakat yang tidak bisa baca-tulis maka tingkat pengawasan dalam implementasi sangat-sangatlah lemah.

Mungkin kalau beberapa desa di pulau Jawa sudah siap maka di Nusa Tenggara Timur ini sebaliknya yaitu butuh penguatan kapasitas, penambahan Sumber Daya Manusia, ketersediaan fasilitas, sarana dan prasarana serta kebutuhan lainnya.

Saya tidak habis pikir kenapa pembangunan di wilayah Indonesia Tengah sangatlah lambat dan terbelakang. Rasa-rasanya ada benarnya jika beberapa provinsi minta merdeka seprti Timor Leste, karena mereka tidak diperhatikan oleh pemerintah pusat.

Memang sudah saatnya pemerintah memfokuskan pembangunan di Indonesia Tengah dan Timur, sehingga pemerataan dan keadilan itu benar-benar dirasakan seperti janji-janji manis saat berkampanye.

Koepang, 28 Januari 2015

Yuliana Paramyana

This entry was posted in Catatan Lapangan and tagged . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s