Satu Pertemuan, Satu Cerita, Berjuta Kenangan

Musdes Desa Soba, Kacamatan Amarasi Barat, Kabupaten Kupang, NTT.

Musdes Desa Soba, Kacamatan Amarasi Barat, Kabupaten Kupang, NTT.

“Satu Pertemuan, Satu Cerita, Berjuta Kenangan”, itu yang kulihat pertama masuk Balai Desa Soba, Kecamatan Amarasi Barat, Kabupaten Kupang (5/02/2015). Sederhana tapi mempunyai makna yang dalam, itu kesan yang saya ambil dari kata-kata tersebut.

Ternyata benar, dalam musyawarah desa yang dihadiri oleh kurang lebih 30 orang (50% laki-laki dan 50% perempuan) memberikan kesan tersendiri. Kata-kata tersebut rasa-rasanya telah menjadi moto mereka dalam setiap pertemuan-pertemuan yang dilakukan.

Hal tersebut terlihat dari semangat para mama-mama dan bapak-bapak yang sedang melakukan musyawarah desa, serius tapi selalu diselingi canda dan tawa. Selain itu hampir semua peserta baik laki-laki maupun perempuan mencurahkan pendapatnya. Tidak ada istilah sungkan atau malu, semua mempunyai kesempatan yang sama, bagusnya lagi tidak ada dominasi salah satu pihak dalam forum tersebut.

Hujan yang sangat deras,  disertai angin menjadikan rapat musyawarah desa sempat dihentikan. Hal tersebut dikarenakan tidak adanya pengeras suara yang bisa digunakan, sehingga seberapa kerasnya orang bicara maka akan tetap kalah dengan suara hujan yang sangat keras.

Waktupun kami gunakan untuk bincang-bincang secara informal dengan mama-mama. Kemudian sejenak pandanganku teralih ada mama-mama dan bapak-bapak yang sedang makan sirih pinang. Ternyata dalam pertemuan itu, snacknya adalah sirih pinang, tidak ada yang lain selain itu. Pikirku, apa mereka kenyang ya…? Sempat ditawari, tapi saya menolaknya secara halus, saya mengatakan, “ini sirih buat mama saja, khan tidak ada makan siang mama, terimakasih.”

Hujanpun reda dan acara rapat dilanjutkan. Kemudian diakhir acara bapak kepala desa (Noh Nomense Neno/ Pejabat sementara pengganti kepala desa) meminta kami, tim dari YSKK (Yasayan Satu Karsa Karya) untuk ngobrol bersama dengan mama-mama pengrajin tenun dan penjahit.

“Selama dua bulan ini, kami berhenti”, demikianlah curhatan mama-mama kelompok jahit Desa Soba. Mereka mengungkapkan alasan bahwa sejak dua bulan terebutlah Kepala Desa Soba habis masa jabatannya dan di gantikan oleh pejabat sementara (Sekdes).

Bisa dipastikan tanpa adanya perhatian dari pemerintah atau lembaga non pemerintah,

Mesin Jahit Bantuan Dinas Ketenagakrjaan Kabupaten Kupang, 2014.

Mesin Jahit Bantuan Dinas Ketenagakrjaan Kabupaten Kupang, 2014.

mesin-mesin jahit yang ada di aula balai desa akan cepat berkarat dan tidak bisa dipakai.

Selain itu kelompok yang terdiri dari 17 anggota perempuan tersebut juga bisa bubar dan tak terberdayakan.

Sia-sia pula pelatihan yang sudah mereka ikuti selama 3 bulan dan mendapat 20 mesin jahit serta 4 alat obras dari Balai Ketenagakerjaan Kabupaten Kupang.

Pastinya jika dalam jangka waktu yang lama jika tidak adanya kebijakan dari pemerintah baik desa maupun daerah mengenai keberlanjutan kelompok, mereka juga lupa akan materi-materi yang sudah mereka peroleh, karena pada dasarnya menjahit itu lebih banyak praktek dari pada teori.

Akses jalan yang kurang begitu baik dan akses sinyal komunikasi yang kadang ada-kadang tidak, juga menjadikan penghambat tersendiri dalam pengembangan usaha mereka, karena saat ini yang mengakses jasa jahit-jahit mereka hanya tetangga-tetangga saja yang masih dalam satu wilayah dusun dan desa.

Keinginan mama-mama khusunya kelompok jahit ini sebenarnya penting untuk di dorong dan berdayakan, karena banyaknya kain tenun yang dihasilkan oleh para mama-mama, mereka ingin membuat produk dari tenun seperti pakaian, tas, dompet dll.

Sayangnya mereka belum tahu bagaimana membuat pola-pola produk tersebut. Selain itu keterbatasan modal menjadikan penghambat mereka untuk membeli kain tenun yang terbilang cukup mahal. Adanya perhatian pemerintah atau pihak lain, itu yang mereka harapkan agar mereka bisa maju dan berdaya.

Kupang, 6 Februari 2015

Yuliana Paramayana

This entry was posted in Catatan Lapangan and tagged , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s