Belajar tentang warna

Banyak warna di dunia ini yang kita kenal. Karena banyaknya terkadang kita salah menyebut warna-warna itu, ada merah, kuning, hijau, merah jambu, hitam orange, dll. Apa yang terlintas dipikiranmu, ketika mama-mama yang sudah tua diajak belajar tentang warna? Pasti sebagain besar orang bilang, mana bisa mereka mengenal bahkan menyebutkan nama-nama warna itu.

Mama-mama belajaar tentang warna (Dok. Pribadi/ 2015)

Mama-mama belajaar tentang warna (Dok. Pribadi/ 2015)

Jawaban itu ada benarnya dan ada salahnya. Pada beberapa hari terakhir pelatihan mengenai ‘Peningkatan Kualitas Produk Tenun Bagi Perempuan Pengrajin Tenun di NTT’ pada tanggal 16-21 Maret 2015 di Keluarahan Manutapen dan Desa Hueknutu mama-mama dikenalkan tentang warna. Hanya 12 warna yang dikenalkan kepada mama-mama yaitu merah, ungu, nila, biru tua, hijau tua, hijau muda, kuning tua, kuning muda, orange, merah jambu, merah marun dan biru muda (toska).

Menurut jenisnya warna-warnat tersebut digolongkan menjadi beberapa jenis, yaitu:

  1. Warna Primer (Warna tingkat 1) yang terdiri dari Merah kuning dan biru
  2. Warna Sekunder (Warna tingkat II) yaitu warna warna gabungan antara warna tingkat I (warna primer) . Dimana jika biru dicampur dengan warna merah akan menghasilkan warna ungu, warna merah dicampur dengan warna kuning akan meghasilkan warna orange, warna biru dicampur dengan dengan warna kuning maka akan menghasilkan warna hijau.
  3. Warna Tersier (Warna tingkat III). Dimana warna tersier adalah gabungan antara warna tingat I (primer) dengan warna tingkat II (sekunder). Adapun hasilnya jika biru dicampur dengan hijau akan menghasilkan warna toska atau turkis, Hijau dengan kuning akan menghasilkan hijau muda, warna ungu dengan merah akan menghasilkan warna merah marun, campuran warna merah dan orange akan menghasilkan warna orange tua, campuran warna ungu dan biru akan menghasilkan warna nila, warna orange dicampur dengan warna kuning akan menghasilkan warna kuning tua.

Kemudian dari beberapa komposisi terdapat beberapa golongan jenis warna, yaitu:

  1. Monokrom

Yaitu antara warna yang satu dengan warna yang lainnya hampir sama. Misalnya merah mudah, merah dan merah tua atau hijau tua, hijau, dan hijau muda.

 

  1. Analog

Warna yang selaras atau dalam spektrum warna adalah warna yang bersebelahan.

 

  1. Komplementer

Warna komplemanter sering disebut juga sebagai warna kontras yaitu warna yang bersebrangan

 

Dengan berbagai macam warna-warna dan golongannya tersebut, sudah bisa dipastikan bahwa mama-mama yang usianya sudah 40 atau 50 keatas akan bingung jika ditanya mana warna analog, monokrom dan komplementer. Tapi setelah dilakukan tes dengan metode permainan, dari 30 mama-mama yang mengikuti pelatihan khususnya dalam materi tentang warna, ternyata 75% mama-mama bisa membedakan warna-warna tersebut.

25% diantaranya yang tidah paaham lebih banyak karena mereka tidak tahu dalam membedakan warna, karena mata sudah rusak. Hal itu seperti ungkapaan berikut;

“Beta son tahu itu warna, karena mata be su rusak.”

Oleh karena itu, sebagai strategi agar tenun yang dihasilkan mama-mama bisa bagus khususnya terkait dengan pemaduan warna, maka dalam susun benang, hanya orang-orang tertentu yang diberi tanggungjawab. Seperti kelompok ‘NAUBINA’ yang ada di Desa Hueknutu, Kecamatan Takari, kbupaten Kupang-NTT ini, yang ditugasi susun benang hanya 3 orang saja. Karena orang-orang tersebut yang yang paham soal warna.

 

Koepang, 22 Maret 2015

Yuliana Paramayana

This entry was posted in Catatan Lapangan and tagged . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s