YSKK Menjajaki Kerjasama Dengan PGPAUD UMS

Kamis ( 7/05/2015)___. YSKK (Yayasan Satu Karsa Karya) Solo sebagai salah satu LSM (Lembaga Swadaya Masyarakat) yang bergerak dalam isue pendidikan khususnya PAUD (Pendidikan Anak Usia Dini), mulai menjajaki kerja sama dengan progdi PG PAUD UMS (Universitas Muhammadiyah Surakarta).

Penjajakan tersebut dalam rangka kegiatan festival ‘HOPIMPAH’. Tujuan dari kegiatan tersebut adalah untuk mengedukasi masyarakat mengenai pentingnya pengintegrasikan budaya lokal berupa dolanan tradisional di dalam kegiatan PAUD untuk menstimulus perkembangan anak usia dini.

Adapun output yang diharapkan adalah tersebarluaskannya berbagai macam dan manfaat dolanan tradisional sebagai salah satu ragam budaya lokal yang dapat menstimulus perlembangan anak usia dini. Selain itu diharapkan juga terdapat 3 inovasi terbaik gerak dan lagu dolanan tradisional.

Terdapat dua bentuk kegiatan dalm fesival tersebut yang bisa dikerjasama sesuai dengan rencana yaitu festival gerak dan lagu dolanan tradisional dan pasar dolanan anak. Dimana peserta yang telibat adalah dari lembaga-lembaga PAUD yang ada di Sukoharjo.

Tanggapan dari kepala progdi PGPAUD UMS menyambut baik rencana kerja tersebut. Hal tersebut seperti kutipan berikut ini:

“Wah kami sangat senang dengan kegiatan ini, kegiatan ini sangat PAUD banget, apalagi yang diangkat adalah dolanan tradisional yang sekarang ini mulai ditinggalkan.” (Drs. Ilham Sunaryo, M.Pd/ Kepala Progdi PGPAUD)

Nampak jelas dan nyata bahwa ketua progdi PGPAUD UMS sangat setuju untuk kerjasama tersebut. Hanya saja dalam diskusi PGPAUD UMS meminta untuk ada MoU yang jelas terkait dengan kerjasamatersebut. Hal tersebut penting sebagai bentuk keseriusan dan dokumentasi pendukung faskultas. Sehingga harapannya kedua belah pihak bisa berkontribusi sesuai dengan peran tugas dan tanggungjawabnya masing-masing.

Adapun kesepakatan atau kesediaan PGPAUD dalam perannya diantaranya sebagai berikut:

  1. Penyiapan mahasiswa sebagai volunteer dalam kepanitiaan kegiatan
  2. Menyiapkan dosen sebagai narasumber yang dibutuhkan.
  3. Jika kegiatan di kampus, maka akan disediakan fasilitas tempat untuk kegiatan.

Terkait tempat, karena Auditorium dipakai untuk kegiatan lainnya, maka disarankan untuk menggunakan GOR yang lebih luas dan tertutup. Karena jika menggunakan gedung lain dikhawatikan susah diakses dan jika diluar ruangan akan menganggu perkuliahan.

Hanya saja karena perlu pemantapan waktu agar tidak berbenturan dengan masa libur sekolah maka perlu ada koordinasi dan menanyakan masa libur sekola pada lembaga PAUD yang membidangi. Meskipun belum clear, harapannya kerjasama tersebut bisa terjalin dengan baik dan bermanfaat bagi semua pihak.

Surakarta, 8 Mei 2015

Yuliana Paramayana

 

This entry was posted in Catatan Lapangan and tagged . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s